Fantastis! Segini Besaran Tagihan Listrik Masjidil Haram Setiap Bulannya

Minggu, 30 Maret 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Masjidil Haram, Mekkah, Saudi Arabia. Foto (https://himpuh.or.id)

Masjidil Haram, Mekkah, Saudi Arabia. Foto (https://himpuh.or.id)

GONTB – Masjidil Haram merupakan salah satu tempat di dunia yang selalu sibuk dan penuh dengan pengunjung.

Apalagi di bulan Ramadhan, aktifitas di Masjidil Haram selalu ramai selama 24 Jam khususnya pada malam hari dimana umat muslim memanfaatkan waktu untuk beribadah dan mencari keberkahan bulan suci.

Lampu-lampu pun dinyalakan disetiap pelosok Masjid yang luasnya lebih dari 300 ribu meter persegi tersebut, sistem pendingin juga bekerja setiap waktu memastikan jemaah dapat beribadah dengan rasa nyaman.

Baca Juga:  Kata Warga Bekasi Saat Didatangi Prabowo di Tengah Banjir: Bahagia, Sangat Terharu

Pengeras suara dipasang disetiap penjuru Masjid, memastikan jemaah dapat dengan baik mengakses suara mulai dari adzan, ceramah, hingga khotbah-khotbah yang disampaikan.

Dengan beragam fasilitas tersebut, tak heran tagihan listrik Masjidil Haram pun mencapai angka yang fantastis yakni  berjumlah SR15 juta, atau sekitar $4 juta (Rp66,2 miliar).

Masjid yang luas dan berbagai fasilitasnya mengkonsumsi hampir 100 megavolt ampere (MVA) setiap hari, menurut laporan TV Al Ekhbariya.

Baca Juga:  4 Fakta Kontroversi Gus Miftah yang Sebut 'Goblok' ke Penjual Es Teh Bakul hingga Temui Sang Pedagang Usai Dapat Kecaman Publik

Laporan tersebut disiarkan saat perluasan ketiga Masjidil Haram, yang terbesar dalam sejarah masjid, telah selesai dengan tujuan untuk memperluas kapasitasnya agar dapat menampung lebih dari 2 juta jamaah pada saat yang sama.

Konsumsi energi didistribusikan ke beberapa sistem dan infrastruktur besar di masjid, yang merupakan tujuan utama bagi umat Muslim dari seluruh dunia.

Fasilitas tersebut meliputi sistem audio dengan 8.000 pengeras suara, lebih dari 8.000 kamera pengawas, lebih dari 120.000 unit lampu, sistem pendingin berkapasitas 155.000 ton, 883 unit pendingin udara, 4.323 kipas ventilasi dan kabut, 519 eskalator, dan 100 layar interaktif yang beroperasi dalam 16 bahasa berbeda.

Baca Juga:  Masa Reses, Anggota DPR RI Fauzan Khalid Silaturrahim ke Sekolah Kejuruan

Laporan tersebut telah menghasilkan banyak tanggapan, dengan beberapa komentator menyarankan agar biaya layanan ini ditanggung melalui biaya khusus yang dikenakan pada hotel dan bisnis lain di Mekkah untuk memastikan keberlanjutan.

Berita Terkait

Masa Tunggu Haji Dipangkas, Rata-Rata Kini Disebut 14 Tahun
Hari Kesaktian Pancasila, PLN ULP Sape Perkuat Edukasi Bahaya Listrik kepada Masyarakat
Guru! Pilar Pencerdasan Kehidupan Bangsa
PLN Resmikan Centralized Command Center UIW NTB, Ini tujuannya
Perkuat Hak Pegawai, DPP SP PLN Gelar Diklat Forum Advokasi Nasional Batch 3 di NTB
Al Washliyah NTB Masuk dalam Jajaran Pengurus Dewan Pertimbangan Al Washliyah Periode 2026 -2031
DPD Asphirasi Bali dan Nusra Tahun 2026 – 2028 Terbentuk! Ini Pengurusnya
PLN Circular Waste Initiative, Perkuat Gerakan Masyarakat Kelola Sampah dari Rumah

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 11:58

Masa Tunggu Haji Dipangkas, Rata-Rata Kini Disebut 14 Tahun

Rabu, 30 September 2026 - 09:23

Hari Kesaktian Pancasila, PLN ULP Sape Perkuat Edukasi Bahaya Listrik kepada Masyarakat

Rabu, 30 September 2026 - 07:12

Guru! Pilar Pencerdasan Kehidupan Bangsa

Jumat, 11 September 2026 - 16:42

PLN Resmikan Centralized Command Center UIW NTB, Ini tujuannya

Senin, 7 September 2026 - 06:18

Perkuat Hak Pegawai, DPP SP PLN Gelar Diklat Forum Advokasi Nasional Batch 3 di NTB

Berita Terbaru