Cegah Banjir: Warga Diajak Peduli Lingkungan

Dedi Suhadi

- Reporter

Jumat, 11 Juli 2025 - 09:07 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bincang Kamisan di command center kantor Gubernur NTB, Kamis, 10 Juli 2025. Foto (DEdi Suhadi/gontb)

Bincang Kamisan di command center kantor Gubernur NTB, Kamis, 10 Juli 2025. Foto (DEdi Suhadi/gontb)

Mataram, GONTB  — Banjir yang melanda Kota Mataram pada Minggu 6 Juli 2025, menjadi catatan tersendiri.

Forecaster BMKG ZAM, Ari Wibianto, menjelaskan saat ini provinsi NTB sedang mengalami kemarau basah. Dimana, curah hujan tetap terjadi meski dalam masa kemarau.

Hal ini akibat anomali suhu muka laut yang hangat dan kelembapan udara yang tinggi menyebabkan terbentuknya awan-awan hujan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Curah hujan yang terjadi saat banjir mencapai 111 milimeter. Ini masuk dalam kategori hujan lebat. Kami  memprakirakan dalam beberapa hari ke depan masih ada potensi hujan.  Jadi masyarakat perlu tetap waspada,” katanya dalam Bincang Kamisan di command center kantor Gubernur NTB, Kamis, 10 Juli 2025.

Baca Juga:  Seaplane Batujai: Arsitektur Besar Konektivitas Kepulauan NTB

Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos NTB, Sulaiman menyampaikan ada sekitar 34.000 warga terdampak banjir di Kota Mataram.

Pada malam kejadian, kata Sulaiman fokus utama adalah evakuasi warga rentan, terutama lansia, dan keesokan harinya langsung membentuk dapur umum.

“Di hari pertama, kami memproduksi 1000 porsi. Dalam total dua hari, kerjasama Kota Mataram dan Pemerintah provinsi NTB kami memproduksi dan mendistribusikan 8.000 paket nasi untuk warga terdampak, serta mendistribusikan selimut, kasur, dan kebutuhan dasar lainnya,” katanya.

Baca Juga:  Optimalisasi PLTMG Bima Unit 2, PLN Perkuat Sistem Kelistrikan Sumbawa Saat Ramadan

Dinas Sosial juga, kata Sulaiman membuka layanan aduan cepat tanggap untuk menangani keluhan masyarakat.

Kepala Bidang SDA Dinas PUPR NTB, Lalu Kusuma Wijaya, memaparkan banjir yang terjadi di Kota Mataram bukan hanya soal curah hujan, tetapi juga karena penurunan kapasitas sungai akibat sedimentasi dan sampah.

“Sungai-sungai kita mengalami pendangkalan. Dari yang awalnya sedalam 5 meter, kini hanya 3 meter. Ditambah lagi tumpukan sampah yang tersebar di saluran, tanah kosong, bahkan badan sungai. Ini turut menyumbat aliran air,” jelasnya.

Ia juga menyoroti penyempitan badan sungai baik yang terjadi secara alami maupun disengaja karena pembangunan.

Baca Juga:  Semangat Kebersamaan! Gubernur NTB Lepas Kontingen FORNAS VIII NTB

“Solusi ke depan adalah penataan menyeluruh mulai dari hulu ke hilir, melibatkan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat,” katanya.

Kepala Pelaksana BPBD NTB, Ahmadi menegaskan penyebab banjir sangat kompleks dan multidimensi, mulai dari faktor alam, infrastruktur, budaya masyarakat, hingga kerusakan hutan (deforestasi).

“Kalau mau solusi permanen, ya harus tegas menegakkan aturan. Bangunan yang berdiri di badan sungai harus dibongkar. Itu memang ekstrim, tapi lebih efektif daripada solusi tambal sulam,” katanya.

Menurutnya, pembenahan budaya masyarakat penting, terutama kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarangan dan menjaga fungsi alami sungai.***

Follow WhatsApp Channel gontb.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

868 Personel Dikerahkan, Patroli Rinjani Presisi Polda NTB Fokus Amankan Titik Rawan Gangguan Kamtibmas
Kapolda NTB Tegaskan Perang terhadap Kejahatan Jalanan, 184 Kasus Berhasil Dibongkar
MTs Negeri 2 Lombok Barat Bagikan 60 Bungkus Daging Qurban kepada Masyarakat
Strategi Unik Kapolda NTB Tekan Narkoba: Wajibkan Istri dan Orang Tua Saksikan Pakta Integritas Personel
BGN dan Polda NTB Bongkar Modus Penipuan Dapur MBG di Lombok Timur
Idul Adha 2026: PLN UIW NTB Salurkan 20 Ekor Sapi dan 2 Ekor Kambing kepada 1.800 orang
Fiona Forest Bangun Jamban Sekolah di Pelosok Selatan Lombok Timur
BPS dan Pemprov NTB Perkuat Data Ekonomi Daerah, UMKM Diajak Aktif dalam Sensus 2026
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 09:36 WITA

868 Personel Dikerahkan, Patroli Rinjani Presisi Polda NTB Fokus Amankan Titik Rawan Gangguan Kamtibmas

Sabtu, 30 Mei 2026 - 23:48 WITA

Kapolda NTB Tegaskan Perang terhadap Kejahatan Jalanan, 184 Kasus Berhasil Dibongkar

Sabtu, 30 Mei 2026 - 11:48 WITA

MTs Negeri 2 Lombok Barat Bagikan 60 Bungkus Daging Qurban kepada Masyarakat

Jumat, 29 Mei 2026 - 16:32 WITA

BGN dan Polda NTB Bongkar Modus Penipuan Dapur MBG di Lombok Timur

Kamis, 28 Mei 2026 - 22:23 WITA

Idul Adha 2026: PLN UIW NTB Salurkan 20 Ekor Sapi dan 2 Ekor Kambing kepada 1.800 orang

Berita Terbaru