Guru! Pilar Pencerdasan Kehidupan Bangsa

- Reporter

Selasa, 25 November 2025 - 07:12 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Penulis: Ust. Aswan Nasution

Penulis: Ust. Aswan Nasution

GONTB – Teparnya tanggal 25 November diperingati sebagai Hari Guru Nasional (HGN). Guru merupakan profesi mulia dan agung karena kita semua merupakan anak didik guru yang hebat.

Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) adalah bentuk penghargaan dan penghormatan kepada guru atas perannya dalam melaksanakan tugas mulia mendidik generasi bangsa.

Peringatan 25 November juga menjadi momen untuk mengingat tantangan yang masih dihadapi para guru, termasuk pemerataan kualitas pendidikan, peningkatan kompetensi, serta kesejahteraan pendidik yang masih terus diperjuangkan dan penghargaan kepada guru sebagai pilar utama kemajuan bangsa.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dengan semangat Hari Guru Nasional, diharapkan para pendidik terus menginspirasi, membimbing, dan menciptakan generasi masa depan yang berkarakter, berilmu, dan berdaya saing.

Guru Membangun Peradaban

Guru adalah tiang utama dalam membangun peradaban. Mereka ibarat pelita dalam kegelapan, yang memberikan penerangan kepada generasi dengan ilmu dan akhlak yang mulia.

Baca Juga:  Jelang Nataru, PLN Pastikan Kesiapan Infrastruktur dan Layanan Kelistrikan Andal

Guru sebagai penyampai ilmu, memiliki peran yang agung karena mereka menghubungkan kita dengan ilmu pengetahuan dah hikmah.

Guru adalah pilar pencerdasan kehidupan bangsa, yang peran strategisnya membentuk karakter, membangun pengetahuan, mendorong kemajuan masyarakat.

Guru, Penjaga Masa Depan Bangsa

Guru adalah pencaga dan pencetak masa depan bangsa. Di pundak merekalah terletak tanggung jawab besar untuk melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga berkarakter dan adaptif.

Harapan kita untuk guru Indonesia adalah mereka senantiasa terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan zaman menjaga integritas dan ketauladanan, dalam setiap tindakan, mendorong pendidikan inklusif yang adil bagi semua siswa, berkolaborasi dengan semua komunitas.

Karena perbaikan pendidikan adalah tanggung jawab kolektif-sebuah kerja sama, sinergis antara pemerintah, guru, keluarga dan masyarakat luas.

Baca Juga:  Breaking News! KPK OTT Bupati Pati Sudewo

Dilema Sebagai Guru

Namun, di era ini menjadi seorang guru tidaklah mudah. Banyak guru yang menghadapi dilema dalam menjalankan tugasnya. Dahulu, ketika seorang anak ditegur oleh guru, orang tua akan mendukung penuh tindakan guru tersebut.

Tetapi kini, ada kekhawatiran yang mendalam, karena ketika guru menegur atau mendisiplinkan siswa, mereka justru takut mendapat ancaman hukuman atau dilaporkan kepada pihak berwenang.

Kondisi ini, menjadi tantangan besar dalam dunia pendidikan. Guru yang seharusnya di hormati dan diberi dukungan, sering kali merasa tidak nyaman dan bebas mendidik dengan tegas.

Padahal, mendidik bukan hanya soal menyampaikan ilmu pengetahuan tetapi juga membentuk akhlak yang mulia dan karakter generasi muda.

Kita semua, sebagai orang tua, masyarakat, dan siswa, harus menyadari bahwa profesi guru adalah amanah dari Allah Swt, mereka mengemban tugas berat untuk mendidik anak-anak kita menjadi manusia yang lebih baik.

Baca Juga:  Isi Hari Guru Nasional: Polisi Masuk Sekolah, Pesankan Anti-Bullying

Bagi para guru, tetaplah teguh dalam mendidik. Lakukanlah tugas dengan keikhlasan dan kesabaran, karena Allah mencatat setiap usaha kita. Kita guru adalah pejuang tanpa tanda jasa. Karena itu kita semua mampu mendukung mereka agar pendidikan berjalan dengan baik.

Sebagai penutup, marilah kita sebagai masyarakat, orang tua, siswa, berperan aktif mendukung guru. Jika ada masalah, selesaikan dengan bijak, bukan dengan mencari-cari kesalahan.

Semoga Allah Swt, melindungi guru-guru kita dan memberikan mereka kekuatan dalam menjalankan tugas yang mulia ini.

Selamat Hari Guru Nasional, Terima Kasih Untuk Segala Jasa dan Pengabdianmu. ***

Penulis: Aswan Nasution, Mantan Pengawas PAI Kementerian Agama RI Kota Mataram – Nusa Tenggaŕa Barat (NTB). 

Penulis : Aswan Nasution

Editor : Lalu Sahid Wiadi

Sumber Berita: Aswan Nasution

Follow WhatsApp Channel gontb.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PLN UIW NTB Tuntaskan 100 Persen Penyalaan Program Pompanisasi di Sumbawa, Dukung Swasembada Pangan Nasional Berkelanjutan
Tower Diduga Belum Kantongi Izin Lengkap, Pembangunan di Bongancina Tetap Berjalan: Perbekel, Camat hingga Pemkab Buleleng Tutup Mata
Promo PLN Mobile Power Meilaju Lebih Terang 2026 Dorong Modernisasi Layanan Kelistrikan, 1.039 Pelanggan NTB Manfaatkan Diskon Tambah Daya 50 Persen
PLN masuk Kampus! Edukasi Pencegahan Sexual Harassment dan Perkenalkan Peluang Karier
PLTS Sengkol, PLN UIW NTB Tegaskan Komitmen Percepatan Energi Bersih di Lombok
PLN UIW NTB Pastikan Keandalan Pasokan Listrik pada Event Malam Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026
Menteri PKP Puji Abdul Hadi Atas Komitmen Berjuang Hadirkan Rumah Layak Huni Untuk Masyarakat
Gede Pasek Soroti Tuntutan 18 Tahun untuk Nadiem: ‘Ini Bukan Penegakan Hukum, tapi Pembunuhan Karakter’
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 15:24 WITA

PLN UIW NTB Tuntaskan 100 Persen Penyalaan Program Pompanisasi di Sumbawa, Dukung Swasembada Pangan Nasional Berkelanjutan

Rabu, 10 Juni 2026 - 10:30 WITA

Tower Diduga Belum Kantongi Izin Lengkap, Pembangunan di Bongancina Tetap Berjalan: Perbekel, Camat hingga Pemkab Buleleng Tutup Mata

Jumat, 5 Juni 2026 - 10:31 WITA

Promo PLN Mobile Power Meilaju Lebih Terang 2026 Dorong Modernisasi Layanan Kelistrikan, 1.039 Pelanggan NTB Manfaatkan Diskon Tambah Daya 50 Persen

Selasa, 26 Mei 2026 - 18:43 WITA

PLN masuk Kampus! Edukasi Pencegahan Sexual Harassment dan Perkenalkan Peluang Karier

Jumat, 22 Mei 2026 - 20:13 WITA

PLTS Sengkol, PLN UIW NTB Tegaskan Komitmen Percepatan Energi Bersih di Lombok

Berita Terbaru