Mataram, GO NTB — Insiden kebakaran yang menimpa KMP Putri Yasmin di selat Lombok memicu reaksi keras dari DPR RI. Anggota Komisi V DPR RI, Abdul Hadi, mendesak Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan pelayaran nasional menyusul rentetan kecelakaan laut yang terjadi akhir-akhir ini.
Menurut Abdul Hadi, rangkaian musibah kapal yang terjadi dalam waktu berdekatan bukan lagi sekadar insiden biasa, melainkan sebuah alarm keras adanya kelemahan mendasar dalam sistem pengawasan keselamatan di sektor maritim.
“Ketika kecelakaan kapal terus berulang dalam waktu berdekatan, ini bukan lagi sekadar musibah, tetapi menjadi alarm bahwa sistem keselamatan pelayaran kita membutuhkan perhatian yang jauh lebih serius,” ujar Abdul Hadi, Rabu (12/8/2026).
Ia menegaskan, evaluasi oleh Kemenhub harus mencakup sejumlah poin krusial. Di antaranya adalah kepatuhan operator terhadap standar keselamatan, efektivitas inspeksi berkala, kesiapan alat pemadam kebakaran, kelengkapan perlengkapan keselamatan, hingga penguatan sistem mitigasi risiko selama pelayaran berlangsung.
Politisi PKS tersebut juga menekankan agar keselamatan penumpang harus menjadi prioritas utama, terutama dalam kondisi darurat di tengah laut seperti kebakaran. “Seharusnya ada penguatan mitigasi kebakaran baik kepada petugas kapal maupun penumpang,” tambahnya.
Lebih lanjut, Abdul Hadi mengingatkan bahwa keselamatan tidak boleh hanya dipandang sebagai pemenuhan kewajiban administratif di atas kertas, melainkan harus menjadi budaya kerja nyata bagi seluruh pemangku kepentingan di sektor pelayaran.
“Regulator dan pengelola kapal harus memastikan keselamatan benar-benar menjadi budaya kerja. Masyarakat berhak memperoleh jaminan bahwa setiap kapal yang mereka naiki telah memenuhi standar keselamatan tertinggi. Jangan menunggu korban berikutnya baru kita melakukan pembenahan,” tegasnya.
Di sisi lain, Abdul Hadi mengapresiasi kesigapan tim SAR gabungan yang merespons cepat proses penyelamatan para penumpang dan awak kapal sehingga jatuhnya korban jiwa dapat diminimalisir.
Kendati demikian, ia menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya satu orang korban dalam insiden tersebut, yakni Indah Dwi Septiani (20), yang diketahui merupakan putri dari seorang anggota Kepolisian Polda NTB.















