MATARAM, GO NTB — Universitas Terbuka (UT) Mataram kembali menegaskan kontribusi nyatanya dalam mendukung pembangunan daerah Nusa Tenggara Barat (NTB). Melalui upacara wisuda yang berlangsung khidmat di Lombok Raya Mataram sabtu,22/08/2026/. Berdasarkan Surat Keputusan Rektor Universitas Terbuka Nomor 698 dan 1099 Tahun 2026 ada 445 lulusan pada Wisuda Universitas Terbuka Mataram Periode II Tahun 2026 ini.
Direktur UT Mataram, Ronny Basista, Ph.D., menyampaikan keberadaan para lulusan baru ini diharapkan mampu memberikan dampak positif langsung dalam mengurai dan menyelesaikan berbagai persoalan kemasyarakatan di NTB.
Dalam prosesi tersebut, kolaborasi erat antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah menjadi sorotan utama. Pemerintah Provinsi NTB melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) menyatakan keterbukaannya bagi akademisi untuk menyumbangkan pemikiran, riset mendalam, serta rekomendasi kebijakan strategis.
Dari total sekitar 45 program studi yang dikelola UT, wisuda kali ini didominasi oleh lulusan dari program studi Hukum, Manajemen, dan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD).
Lulusan Mandiri, Ulet, dan Aplikatif
Direktur Sekolah Pascasarjana UT, Maman Rumanta, menjelaskan bahwa sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) memberikan keunggulan kompetitif bagi para wisudawan. Mahasiswa UT ditempa menjadi pembelajar mandiri yang ulet serta mahir menguasai teknologi digital.
“Perbedaan mendasar kami dengan perguruan tinggi konvensional adalah sifatnya yang sangat aplikatif,” ujar Maman.
Ia memisalkan mahasiswa berprofesi polisi yang mengambil prodi Hukum dapat langsung mempraktikkan teori akademis ke dalam tugas operasional sehari-hari di lapangan.
Maman juga menambahkan, UT berhasil mematahkan stigma lama yang menganggap kampus ini hanya untuk kalangan usia di atas 40 tahun. Saat ini, sebanyak 82 persen mahasiswa UT berasal dari Generasi Z (Gen Z), terutama di area perkotaan. Fleksibilitas UT menjadi pilihan utama anak muda yang ingin bekerja sambil menempuh pendidikan tinggi.
Minat masyarakat terhadap PJJ UT pun meroket tajam. Secara nasional, registrasi ulang mahasiswa baru UT mencapai sekitar 180.000 orang. Berstatus Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) dan berakreditasi “Unggul”, UT terus melangkah mantap menuju target World Class University.
Pemda NTB Dorong Peran Aktif Wisudawan
Kepala BRIDA Provinsi NTB, I Gede Putu Aryadi, yang hadir mewakili Gubernur NTB, mengimbau para sarjana baru tidak cepat berpuas diri dengan gelar akademik semata. Para akademisi muda diminta hadir sebagai penggerak perubahan nyata.
Pemda NTB menegaskan keterlibatan aktif kaum intelektual sangat dibutuhkan untuk mengakselerasi agenda pembangunan daerah, khususnya pada tiga sektor prioritas: Pengentasan Kemiskinan,Penguatan Ketahanan Pangan,Pariwisata Berkelanjutan
Inovasi Gen Z dinilai menjadi pilar utama dalam mewujudkan visi NTB Emas sekaligus menopang target jangka panjang Indonesia Emas 2045. Sinergi antara kampus dan pemda diharapkan mampu membangun ekosistem riset yang solid demi mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di NTB.















