Lombok Barat, GONTB | Pesan anti-bullying diselipkan dalam upacara bendera, Senin (10/8/2026), di SDN 3 Taman Sari, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat. Bhabinkamtibmas Desa Taman Sari Bripka Arfan Lestyono mengajak para siswa saling menghargai dan tidak menjadikan teman sebagai sasaran ejekan.
Bripka Arfan menyampaikan sejumlah pesan sederhana yang mudah dipahami anak-anak, mulai dari memanggil teman dengan nama asli, hingga tidak menggunakan tangan dan kaki untuk memukul, mendorong, atau menendang.
Dalam kesempatan itu, siswa juga diarahkan mengajak teman yang sedang menyendiri untuk bermain bersama. Jika melihat ada teman mendapat perlakuan tidak baik, siswa diminta segera melapor kepada guru.
Arfan turut mengingatkan tiga kata sederhana yang perlu dibiasakan dalam keseharian, yakni tolong, maaf, dan terima kasih atau TMTK. Pesan tersebut diharapkan tidak hanya diterapkan di sekolah, tetapi juga dalam pergaulan di rumah dan lingkungan sekitar.
“Jangan memanggil teman dengan nama ejekan atau nama orang tuanya. Gunakan tangan dan kaki untuk bermain dengan aman, bukan untuk menyakiti. Kalau melihat teman disakiti, segera sampaikan kepada guru,” pesan Arfan kepada para siswa.
Kegiatan turut dihadiri Kepala SDN 3 Taman Sari, para guru, serta seluruh peserta upacara. Polisi juga memanfaatkan momentum tersebut untuk menyerap informasi dari lingkungan sekolah sekaligus menyampaikan pesan kamtibmas.
Kepala SDN 3 Taman Sari, Sayuti, menyambut baik edukasi tersebut. Menurutnya, pesan anti-bullying perlu terus diberikan agar siswa memahami batas dalam bercanda dan berinteraksi dengan teman.
“Kami sangat mengapresiasi kehadiran Polisi untuk memberikan edukasi kepada anak-anak. Pesan seperti ini penting supaya mereka memahami bagaimana berteman dengan baik, saling menghargai, dan tidak melakukan perundungan,” ujar Sayuti.
Sayuti juga berharap komunikasi antara pihak sekolah dan kepolisian terus terjalin. Kolaborasi tersebut dinilai membantu sekolah menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, serta mendukung perkembangan karakter siswa.
“Kami berharap kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut. Anak-anak tidak hanya mendapatkan pelajaran akademik, tetapi juga pembinaan karakter agar tumbuh menjadi pribadi yang saling menghormati,” katanya.
Ditemui terpisah, Kapolsek Gunungsari AKP Imran Rosyadi, S.H. mengatakan, edukasi sejak usia sekolah penting untuk membangun kebiasaan saling menghormati di lingkungan pendidikan.
“Kami mengajak anak-anak membangun kebiasaan positif sejak dini. Saling menghargai, menyayangi teman, dan berani melapor kepada guru ketika melihat tindakan yang menyakiti orang lain,” ungkapnya.
Kapolsek Gunungsari menegaskan, jajaran Bhabinkamtibmas akan terus membangun komunikasi dengan sekolah dan masyarakat, sebagai bagian dari upaya menjaga lingkungan tetap aman dan nyaman.
“Polri hadir bukan hanya ketika terjadi persoalan. Kami juga ingin hadir lebih awal, membangun komunikasi dan memberikan edukasi agar potensi masalah bisa dicegah bersama,” tuturnya.













