Sumbawa Barat, GO NTB – Bagi anak-anak, ruang belajar yang nyaman bukan sekadar bangunan. Di sanalah mimpi tumbuh, buku membuka jendela pengetahuan, dan lantunan ayat suci menemani langkah mereka menatap masa depan.
Memaknai Hari Pelanggan Nasional, PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangkitan (UIK) Dwipantara melalui PLN Unit Pelaksana Pembangkitan (UPK) Tambora menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dengan mendukung pembangunan Taman Baca dan TK IT Al Imam Asy-Syafi’i di Sumbawa Barat melalui pemanfaatan Fly Ash and Bottom Ash (FABA) dari PLTU Sumbawa.
Hasan Basri, Pengurus Taman Baca dan TK IT Al Imam Asy-Syafi’i, menyampaikan apresiasi atas dukungan PLN dalam pembangunan fasilitas pendidikan tersebut. “Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas kepedulian PLN. Bagi kami, ini bukan hanya tentang pembangunan sebuah fasilitas, tetapi tentang membuka ruang bagi anak-anak untuk membaca, belajar, mengaji, dan menumbuhkan cita-cita mereka,” ujar Hasan Basri.
General Manager PLN Unit Induk Pembangkitan (UIK) Dwipantara, Sujana mengatakan Hari Pelanggan Nasional menjadi momentum bahwa pelayanan PLN tidak berhenti pada hadirnya listrik, tetapi juga bagaimana energi yang dikelola dapat memberi manfaat bagi kehidupan masyarakat.
“Bagi kami, listrik bukan hanya tentang energi yang menerangi rumah, tetapi juga energi yang menggerakkan harapan. Ketika hasil samping dari proses pembangkitan dapat dimanfaatkan untuk mendukung tempat anak-anak belajar, membaca, dan mengaji, di situlah kami melihat kehadiran PLN memberikan arti yang lebih luas bagi masyarakat,” ujar Sujana.
Sementara itu, Manager PLN UPK Tambora, Arizona Yoris Wirawan, menyampaikan bahwa pemanfaatan FABA merupakan salah satu bentuk nyata kontribusi PLN di luar tugas utama menjaga keandalan pembangkit dan pasokan listrik.
“Melihat material dari pembangkit dapat menjadi bagian dari pembangunan tempat anak-anak belajar merupakan kebahagiaan tersendiri bagi kami. Semoga dari Taman Baca dan TK ini lahir anak-anak yang semakin gemar membaca, belajar, mengaji, dan berani bermimpi untuk masa depannya,” tambahnya.
FABA dimanfaatkan sebagai material pengurukan pada area pondasi pembangunan fasilitas pendidikan tersebut serta sebagai bahan campuran dalam pembuatan paving block. Pemanfaatan ini menjadi bagian dari upaya PLN mengoptimalkan hasil samping proses pembangkitan agar memiliki nilai guna sekaligus memberikan manfaat sosial bagi masyarakat.
Kelak, fasilitas tersebut diharapkan menjadi ruang belajar yang nyaman bagi 121 siswa dan siswi TK serta SD. Di tempat inilah anak-anak dapat membaca, belajar, bermain, mengaji, dan mengembangkan potensi mereka bersama.
Melalui langkah ini, PLN terus berupaya menghadirkan energi yang tidak hanya menyalakan listrik, tetapi juga menyalakan pengetahuan, harapan, dan masa depan generasi penerus bangsa.















