Viral Video Pernikahan Dini!, Tren Pernikahan Anak di Kota Mataram Justru Menurun

Rabu, 28 Mei 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Mataram, GONTB – Viral pernikahan anak dibawah umur berapa waktu lalu, kini masih menyisakan persoalan serius menandakan masih maraknya pernikahan anak terjadi.

Pemerintah Kabupaten Kota Mataram melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) mencatat tren penurunan pernikahan usia anak yang cukup signifikan.

Hingga April 2025, angka pernikahan dini menurun menjadi 2 kasus, dibandingkan dengan tahun 2024 terjadi 5 kasus, dan 8 kasus pada 2023. Penurunan ini setara dengan hampir 50 persen dari tahun sebelumnya.

PLT Kepala Dinas DP3A Kota Mataram, Yunia Arini, menegaskan keberhasilan ini tak lepas dari sinergi antar instansi serta keterlibatan aktif masyarakat, terutama para orang tua, guru, tokoh agama, dan kelurahan.

“Beberapa kasus pernikahan anak yang selama ini kita tangani berhasil pisahkan dan kembali melanjutkan sekolah,” jelas Yunia, Rabu, 28 Mei 2025.

Yunia mengakui bahwa tantangan terbesar adalah saat kasus pernikahan dini sudah terjadi ini perlu penanganan khusus. Karena itu, upaya preventif harus dimulai sejak dini melalui pendekatan langsung ke sekolah, pondok pesantren, dan mendorong penguatan awik- awik dimasyarakat .

Pemerintah terus menggiatkan gerakan yang sudah dirintis sejak beberapa tahun terakhir. Gerakan ini melibatkan tim pencegahan dari tingkat tingkat Kelurahan, peran kader, termasuk tokoh agama dan tokoh masyarakat, untuk membangun kesadaran kolektif tentang bahaya pernikahan usia anak.

“Kami bergerak dari atas hingga ke lapisan masyarakat. Ini bukan hanya program pemerintah, tapi gerakan bersama masyarakat,” tegas Yunia.

Meskipun tren menurun, Yunia tidak menampik bahwa target menuju nol kasus pernikahan anak masih menjadi tantangan besar. Perlu upaya berkelanjutan untuk memperkuat edukasi dan pemahaman masyarakat, khususnya orang tua sebagai garda terdepan pengasuhan anak.

“Yang paling efektif bukan larangan, tapi pemahaman. Bila orang tua sadar, mereka akan jadi pelindung utama anak-anak dari pernikahan usia dini,” pungkasnya.

Pemerintah Kota Mataram optimistis tren positif ini akan terus berlanjut jika seluruh elemen masyarakat tetap aktif bergerak bersama. ***

Baca Juga:  Pembangunan Tower di Bongancina Dipersoalkan, Warga Tempuh Jalur Dumas ke Polda Bali

Berita Terkait

Dari Kepedulian Menjadi Terang, PLN UP3 Sumbawa Hadirkan Bantuan Penyambungan Listrik bagi Masyarakat
PLN Perkuat Kelistrikan Jelang MotoGP Mandalika 2026
Maknai Hari Pelanggan Nasional, FABA PLTU Sumbawa Hadirkan Ruang Belajar dan Harapan bagi Anak-anak
MotoGP Mandalika 2026, Polda NTB Siap Kerahkan Ribuan Personel Gabungan
Jelang MotoGP Mandalika 2026, Polda NTB Matangkan Ribuan Personel dan Puluhan Pos Pengamanan
Pencetus Desa Wisata Bonjeruk, Saiful Anshori Kembali Bidik Kursi Kades
PLN Perkuat Kelistrikan Jelang MotoGP Mandalika 2026
Tekan Kenakalan Pemuda, DPRD Mataram Desak Peningkatan Patroli dan Edukasi di Sekolah

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 16:07

Dari Kepedulian Menjadi Terang, PLN UP3 Sumbawa Hadirkan Bantuan Penyambungan Listrik bagi Masyarakat

Rabu, 16 September 2026 - 16:04

PLN Perkuat Kelistrikan Jelang MotoGP Mandalika 2026

Rabu, 16 September 2026 - 16:02

Maknai Hari Pelanggan Nasional, FABA PLTU Sumbawa Hadirkan Ruang Belajar dan Harapan bagi Anak-anak

Rabu, 16 September 2026 - 06:29

MotoGP Mandalika 2026, Polda NTB Siap Kerahkan Ribuan Personel Gabungan

Rabu, 16 September 2026 - 06:21

Jelang MotoGP Mandalika 2026, Polda NTB Matangkan Ribuan Personel dan Puluhan Pos Pengamanan

Berita Terbaru