Mataram, GO NTB – Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Mataram meresmikan website alumni dalam menjembatani para lulusannya dengan dunia kerja. Di bawah kepemimpinan Ahmad Azhari Gufron yang baru saja di lantik, IKA Poltekkes Mataram merangkai pelantikan berkolaborasi dengan 24 tenant yang terdiri dari klinik dan rumah sakit ternama di Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk menggelar kegiatan job fair.
Ahmad Azhari Gufron menjelaskan kegiatan ini tidak hanya sekadar membuka bursa karir, tetapi juga dirancang agar para lulusan dapat mengenali lebih jauh dinamika dan tantangan di industri dunia kerja secara langsung.
“Kita harapkan adik-adik ini bisa mengenal lebih jauh tentang hidup di industri dunia kerja,” ujar Gufron di Mataram.
Tidak hanya berfokus pada pasar tenaga kerja domestik, job fair ini juga memperluas cakupan hingga kancah internasional. IKA Poltekkes Mataram menggandeng lembaga Sahabat Jepang Indonesia (SJI) untuk memberikan sosialisasi mengenai peluang kerja di luar negeri.
Menurut Gufron, peluang karir global bagi tenaga kesehatan saat ini sangat terbuka lebar. Terlebih lagi, Poltekkes Mataram memiliki empat jurusan utama—yakni kebidanan, teknik industri/analis kesehatan, dan keperawatan—yang memiliki standar keahlian (skill) yang sangat dibutuhkan oleh industri kesehatan global.
“Peluang kerja itu bukan hanya di dalam negeri, di luar negeri itu sangat banyak. Empat jurusan kita yaitu bidan, industri, analis, maupun perawat mempunyai skill yang hampir sama dengan pekerja-pekerja yang ada di luar negeri,” tambahnya, Rabu 30 September 2026.
Selain kerja sama mandiri, IKA Poltekkes Mataram juga memaksimalkan program Government to Government (G2G) yang difasilitasi pemerintah dengan negara-negara seperti Jepang dan Jerman guna memuluskan langkah alumni bersaing di pasar global. Meski demikian, penyerapan tenaga kerja tetap melalui mekanisme seleksi di masing-masing instansi, di mana IKA Poltekkes Mataram hadir sebagai fasilitator penghubung.
Dukungan Penuh dari Institusi Langkah progresif ini mendapat dukungan penuh dari Direktur Poltekkes Kemenkes Mataram, Irfan, SKM., M.Kes. Ia mengungkapkan bahwa kehadiran IKA Poltekkes Mataram melalui website baru ini menjadi solusi atas persoalan klasik dunia pendidikan tinggi, yakni terputusnya komunikasi dengan alumni setelah proses wisuda.
“Selama ini, jujur saja, kadang-kadang kami kehilangan. Begitu anak-anak lulus, kami nggak tahu lagi mereka ada di mana, mereka bekerja apa dan bagaimana kondisi mereka menghadapi tantangan dunia kerja di desa maupun di luar negeri,” ungkap Irfan.
Peresmian website alumni ini, Irfan optimistis koordinasi, informasi, dan komunikasi terkait peluang kerja akan menjadi jauh lebih mudah. Website tersebut akan berfungsi sebagai jembatan (link and match) antara institusi pendidikan, alumni, dan dunia industri.
Irfan memaparkan, pada tahun ini Poltekkes Mataram akan mewisuda sebanyak 1.053 orang dari empat jurusan (Ahli Madya, TLM, Gizi, Keperawatan, Kebidanan, Sarjana Terapan, hingga Pendidikan Profesi). Hingga saat ini, Poltekkes Mataram telah menghasilkan lebih dari 16.000 lulusan.
Berdasarkan data statistik, sekitar 90 persen atau sebagian besar lulusan Poltekkes Mataram telah terserap dengan baik di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan, baik di NTB, tingkat nasional, maupun internasional. Bahkan, khusus untuk penempatan kerja ke Jepang, institusi ini telah mengirimkan lebih dari 50 tenaga kesehatan dan prosesnya masih terus berjalan, didukung pula oleh adanya kelas internasional di kampus tersebut.
Melalui sinergi antara institusi pendidikan, IKA Poltekkes Mataram, dan dunia industri, diharapkan para lulusan tidak hanya menjadi pencari kerja yang kompetitif, tetapi juga mampu menjawab tantangan global di masa depan.















