Koalisi Pemuda NTB Gelar Aksi Desak Blacklist Kontraktor Proyek Jalan di Sumbawa

Kamis, 5 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

oalisi Pemuda Nusa Tenggara Barat kembali gelar aksi damai jilid keempat untuk menyoroti dugaan lambatnya progres pembangunan infrastruktur di wilayah Sumbawa..

oalisi Pemuda Nusa Tenggara Barat kembali gelar aksi damai jilid keempat untuk menyoroti dugaan lambatnya progres pembangunan infrastruktur di wilayah Sumbawa..

Mataram, GONTB – Koalisi Pemuda Nusa Tenggara Barat kembali gelar aksi damai jilid keempat untuk menyoroti dugaan lambatnya progres pembangunan infrastruktur di wilayah Sumbawa. Aksi ini merupakan bentuk kekecewaan terhadap penanganan sejumlah proyek strategis yang dinilai tidak transparan dan tidak sesuai target.

Koordinator Lapangan (Korlap) aksi, Lalu Zuiardi, menyatakan bahwa pihaknya masih menunggu realisasi janji PUPR  NTB terkait progres pembangunan. Ia mengungkapkan bahwa dalam aksi sebelumnya, pihaknya hanya mendapat jawaban untuk menunggu masa adendum (perpanjangan waktu).

“Kemarin pas aksi terakhir, kita dijawab hanya bahasanya ‘kita tunggu masa adendum’. Jadi sementara laporan lapangan dari kawan-kawan Koalisi Pemuda NTB per hari Selasa ini, bahwasanya baru 80% dari masa adendum yang telah diberikan,” ujar Lalu Zuiardi, kamis (5/2/2026)

Baca Juga:  Tagih Janji Soal Izin Tambang Rakyat, Koalisi Pemuda NTB Kembali Datangi Kantor Gubernur

Beberapa proyek yang menjadi fokus perhatian Koalisi Pemuda NTB adalah Proyek Long Segmen Lenangguar-Lunyuk senilai Rp 19 miliar, Proyek Jalan Poto Tano KSB senilai Rp 35 miliar, dan Proyek Mekarsari senilai Rp 3,6 miliar.

Lalu Zuiardi menegaskan, pihaknya mendesak dinas PUPR agar segera dilakukan pengecekan ulang terhadap kontraktor pelaksana. Ia menyoroti indikasi ketidaksesuaian antara anggaran yang telah dicairkan dengan fisik proyek yang terlihat di lapangan.

“Kita sudah menuntut untuk mem-blacklist PT. AJP yang menjadi penanggung jawab proyek tersebut. Kemudian kita meminta kepada PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) dan pengawas proyek ini untuk segera dipanggil. Bahkan kalau perlu, Inspektorat mengaudit semua,” tegasnya.

Baca Juga:  IPR Tak Kunjung Keluar, Koalisi Pemuda NTB Ngadu ke Ombudsman

Koalisi Pemuda NTB mempertanyakan penggunaan dana miliaran rupiah yang telah digelontorkan. Mereka menduga ada penyimpangan mengingat progres fisik di lapangan terlihat sangat lambat, bahkan cenderung stagnan.

“Apakah betul keuangan yang sudah digelontorkan ke sekitar 19 miliar itu betul-betul digunakan atau hanya sekedar? Jadi patut kita curigai kan, karena sejauh ini progresnya masih begitu-begitu saja,” ungkapnya.

Ia menambahkan, jika dihitung secara matematis dengan sisa waktu adendum yang hampir habis, capaian progres fisik saat ini masih jauh dari target. “Sementara progress yang sudah direncanakan baru 80% per (masa) adendum yang sudah berjalan. Padahal, menurut laporan teman-teman di lapangan, progres fisik baru mencapai 50% hingga 5% saja.”

Baca Juga:  DPW Himpunan Mitra Dapur Generasi Emas (HMD-Gemas) Siap Hadir di NTB Memfasilitasi Segala Permasalahan Mitra

Lalu Zuiardi menyayangkan sikap kontraktor yang terkesan bermain-main dengan masa adendum. Ia menyinggung pernyataan sebelumnya yang meminta menunggu hingga proyek selesai, namun kenyataannya kemajuan di lapangan sangat minim.

“Masalahnya, masa adendum sudah berjalan begitu lama, tapi progresnya baru 5% dari masa adendum tersebut. Maka patut kita pertanyakan kelayakan atau pencapaian progres tersebut. Layak atau tidak? Sampai sejauh hari ini baru 50% atau 5%, ini kan sudah mau berakhir,” ujarnya.

Koalisi Pemuda NTB meminta Inspektorat Daerah maupun pusat untuk segera melakukan audit investigatif terhadap penggunaan anggaran proyek tersebut. Jika terbukti ditemukan indikasi penyimpangan, mereka mendesak agar kontraktor segera diblacklist agar tidak kembali mengerjakan proyek di NTB. ***

Berita Terkait

Hari Kesaktian Pancasila, PLN UP3 Bima Dukung Gerakan Indonesia ASRI dan Kota Bima BISA
PLN UIW NTB Pastikan Kesiapan Kelistrikan Sirkuit Mandalika Jelang MotoGP 2026
Dekat dengan Pelanggan, PLN UP3 Selaparang Sambangi Pelanggan di Wilayah ULP Kopang
Wakil Ketua Komisi III, Ghufron : Tidak Ada Komunikasi, Rambu dan Petugas Diabaikan
Jelang HPN, PLN Jaga Keandalan Listrik hingga Pulau Terluar Salura NTT
Lawang Selaparang, dari Wayang Plastik hingga Pameran Foto Lawas dan Revitalisasi Sejarah
Direktur Manajemen Pembangkitan PLN Tinjau PLTMG Rangko, Sistem Pembangkitan Flores Kembali Normal Pascagempa
Tinjau Pembangkit di Lombok, Dewan Energi Nasional Dorong Penguatan Keandalan dan Transisi Energi di NTB

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:29

Hari Kesaktian Pancasila, PLN UP3 Bima Dukung Gerakan Indonesia ASRI dan Kota Bima BISA

Rabu, 23 September 2026 - 15:07

PLN UIW NTB Pastikan Kesiapan Kelistrikan Sirkuit Mandalika Jelang MotoGP 2026

Rabu, 9 September 2026 - 17:52

Dekat dengan Pelanggan, PLN UP3 Selaparang Sambangi Pelanggan di Wilayah ULP Kopang

Minggu, 30 Agustus 2026 - 12:10

Wakil Ketua Komisi III, Ghufron : Tidak Ada Komunikasi, Rambu dan Petugas Diabaikan

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 09:23

Jelang HPN, PLN Jaga Keandalan Listrik hingga Pulau Terluar Salura NTT

Berita Terbaru