Terbaik di HLN 79, PLN Tanam 15.000 Mangrove di Batas Kota Bima

- Reporter

Selasa, 29 Oktober 2024 - 10:55 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah NTB melalui PLN UP3 Bima menggandeng Pemerintah Kota Bima melaksanakan penanaman 15.000 bibit mangrove di kawasan batas kota Bima. Foto: (Humas PLN UIW NTB).

PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah NTB melalui PLN UP3 Bima menggandeng Pemerintah Kota Bima melaksanakan penanaman 15.000 bibit mangrove di kawasan batas kota Bima. Foto: (Humas PLN UIW NTB).

Bima, GONTB – Dalam upaya memperkuat pelestarian lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat, PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah NTB melalui PLN UP3 Bima menggandeng Pemerintah Kota Bima untuk melaksanakan program penanaman 15.000 bibit mangrove di kawasan batas kota.

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen bersama untuk mengembangkan kawasan tersebut sebagai destinasi ekowisata, yang diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal secara berkelanjutan.

Ketua Lembaga Pengelola Ekowisata (LPE) Bima, Yoga Purwanugroho, mengatakan bahwa proyek ini dirancang untuk menciptakan kawasan hijau yang tak hanya berfungsi sebagai penahan abrasi tetapi juga sebagai tempat wisata alam.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami berharap program ini bisa berkelanjutan dan menjadi pionir dalam menciptakan ekowisata berbasis mangrove di Bima. Dengan dukungan PLN melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), kami optimis kawasan ini akan berkembang pesat,” harap Yoga.

Baca Juga:  Ketua Dekranasda NTB Terima Audiensi Finalis Putri Pariwisata Indonesia, Dorong Peran Aktif di Isu Berikut ini

Dalam jangka panjang, pengembangan ekosistem mangrove diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi bagi warga sekitar. Ekosistem ini memungkinkan berbagai peluang bisnis baru, terutama untuk UMKM yang bergerak di bidang kuliner, kerajinan tangan, dan jasa wisata alam.

Penelitian sementara menunjukkan bahwa area mangrove ini dihuni oleh 40 spesies burung dan 3 jenis reptil, yang akan menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan dan pengamat alam.

Adrian Sitompul, Manager PLN UP3 Bima, menyampaikan bahwa area mangrove ini juga berpotensi menjadi pusat pembelajaran alam bagi pelajar dan peneliti lokal.

“Mangrove ini kami jadikan laboratorium alam. Kami ingin generasi muda Bima bisa memanfaatkan tempat ini untuk mempelajari ekosistem mangrove tanpa perlu pergi jauh,” jelas Adrian.

Ia juga menambahkan bahwa hal ini akan turut meningkatkan kesadaran warga terhadap pentingnya lingkungan dan keanekaragaman hayati.

Baca Juga:  Ketua Satgas MBG NTB: 68 Persen SPPG di NTB Sudah Bersertifikat SLHS

Lebih lanjut, PLN UP3 Bima telah merencanakan pengembangan fasilitas pendukung di area mangrove ini, termasuk jalur Tracking, pengecatan lapak UMKM, dan pelatihan bagi masyarakat sekitar dalam budidaya kepiting bakau.

Kegiatan-kegiatan ini akan menjadikan kawasan mangrove semakin hidup dan memberdayakan masyarakat lokal melalui kegiatan wisata yang ramah lingkungan.

Untuk mendukung kelanjutan program, PLN bekerja sama dengan Pemerintah Kota Bima untuk mengurus perizinan, termasuk perubahan status kawasan menjadi zona pariwisata dan izin penggunaan ruang laut dari pemerintah Provinsi NTB.

Dengan sinergi ini, PLN berharap kawasan ini dapat menjadi contoh sukses ekowisata berbasis konservasi di Bima.

Sementara itu, General Manager PLN UIW NTB, Sudjarwo, menegaskan bahwa PLN berkomitmen untuk tidak hanya menjaga kelistrikan tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan.

“Inisiatif penanaman mangrove ini adalah bagian dari tanggung jawab kami untuk membangun ekosistem yang sehat sekaligus berdaya guna bagi masyarakat. Kami optimis bahwa program ini akan memberikan manfaat jangka panjang bagi kesejahteraan warga,” ujar Sudjarwo.

Baca Juga:  Dua Kabupaten di NTB Masuk Zona Merah Stunting, ini kata Wagub

Pj Wali Kota Bima, melalui Asisten I Setda H. Alwi Yasin, menyatakan apresiasi yang tinggi atas inisiatif PLN ini.

“Semoga kawasan mangrove yang kini dikembangkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui dukungan terhadap UMKM dan edukasi lingkungan, serta menjadi daya tarik wisata yang baru di Bima,” harap Alwi.

Dengan terwujudnya kawasan mangrove ini, harapan besar hadir bahwa batas kota Bima akan menjadi pusat ekowisata yang memperkuat kesadaran lingkungan sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.

Kolaborasi antara PLN dan Pemerintah Kota Bima menunjukkan betapa pelestarian lingkungan dapat sejalan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Ke depan, PLN berkomitmen untuk terus mendukung program-program keberlanjutan serupa yang memberi dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat. ***

Follow WhatsApp Channel gontb.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gerak Cepat BJN, BPBD dan Damkar Bersama TNI–Polri Bersihkan Longsor Jalur Pusuk Sembalun
Curi HP di Garasi Rumah, Pria Jempong Baru Dibekuk Dini Hari oleh Tim Resmob
Anggota DPR RI Fauzan Khalid: Kualitas Demokrasi Pelaksanaan Pemilu Cenderung Turun
Polda NTB : Komitmen Bersih dari Narkoba, Bentuk menjaga kepercayaan Publik 
Anak di Pondok, Orang Tua Perlu intens Komunikasi
Bantah Klaim Lalu Imam Haromain Soal KTA, Made Rai: Demokrat Pantang Membajak Nama Orang
Sosialisasi 4 Pilar di Narmada, Fauzan Ingatkan Pentingnya Solidaritas Sesama
Sejalan dengan Arah Kebijakan Nasional Presiden Prabowo Subianto, ini Komiten Pemprov NTB Percepat Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih di NTB
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 8 Februari 2026 - 21:27 WITA

Gerak Cepat BJN, BPBD dan Damkar Bersama TNI–Polri Bersihkan Longsor Jalur Pusuk Sembalun

Sabtu, 7 Februari 2026 - 08:25 WITA

Curi HP di Garasi Rumah, Pria Jempong Baru Dibekuk Dini Hari oleh Tim Resmob

Jumat, 6 Februari 2026 - 22:07 WITA

Anggota DPR RI Fauzan Khalid: Kualitas Demokrasi Pelaksanaan Pemilu Cenderung Turun

Kamis, 5 Februari 2026 - 21:51 WITA

Polda NTB : Komitmen Bersih dari Narkoba, Bentuk menjaga kepercayaan Publik 

Kamis, 5 Februari 2026 - 19:59 WITA

Anak di Pondok, Orang Tua Perlu intens Komunikasi

Berita Terbaru