Ketua DPR Puan Maharani Sambut Positif Kenaikan Gaji Guru 2025

Senin, 2 Desember 2024

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPR Puan Maharani Apresiasi Kenaikan Gaji Guru Tahun 2025./Foto Istimewa/Humas DPR RI

Ketua DPR Puan Maharani Apresiasi Kenaikan Gaji Guru Tahun 2025./Foto Istimewa/Humas DPR RI

Jakarta, GONTB – Ketua DPR RI, Puan Maharani, menyambut positif kebijakan Pemerintah yang akan menaikkan gaji guru pada 2025, baik untuk guru ASN maupun honorer.

Puan menekankan bahwa peningkatan kesejahteraan guru merupakan langkah penting untuk memperkuat sumber daya manusia (SDM) Indonesia dan meningkatkan kualitas pendidikan.

“Peningkatan kesejahteraan guru memang sudah menjadi kewajiban negara, khususnya Pemerintah sebagai pelaksana anggaran. Semoga kebijakan kenaikan gaji guru di tahun depan bisa meningkatkan kualitas para pendidik anak bangsa,” harap Puan dalam keterangan tertulisnya dikutip dari InfoPublik, Sabtu (30/11/2024).

Pemerintah, dalam hal ini Presiden Prabowo Subianto, telah mengumumkan skema kenaikan penghasilan untuk guru yang akan dimulai pada 2025.

Pengumuman tersebut disampaikan pada puncak peringatan Hari Guru Nasional 2024 yang berlangsung di Jakarta International Velodrome, Rawamangun, Jakarta Timur, pada Kamis (28/11/2024).

Puan berharap kebijakan kenaikan gaji ini dapat memberi semangat kepada para guru yang telah berjuang untuk mendidik anak bangsa meski dengan penghasilan yang terbatas.

“Kesejahteraan guru menjadi sangat vital mengingat masih banyak pendidik yang merasa kekurangan dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-harinya. Keadilan untuk guru sebagai pahlawan pendidikan harus selalu diupayakan,” ungkap perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI ini.

Baca Juga:  Pulihkan Listrik, PLN Kirim Tim Recovery ke Daerah Terpencil Terdampak Gempa di Flores NTT

Puan mencatat bahwa kondisi kesejahteraan guru yang belum memadai menyebabkan 55,8 persen guru memiliki pekerjaan sampingan, dan 79,8 persen guru memiliki utang. Bahkan, riset NoLimit mengungkapkan bahwa 42 persen masyarakat yang terjerat pinjaman online (pinjol) ilegal adalah guru. Oleh karena itu, Puan mendorong Pemerintah untuk tidak melupakan nasib guru honorer yang penghasilannya masih jauh dari cukup.

“Harapan kita bersama adalah agar para guru-guru yang berperan dalam mencetak bibit unggul Indonesia dapat hidup dengan nyaman, baik yang PNS, PPPK, maupun honorer. Agar mereka tidak lagi dipusingkan oleh masalah utang,” ujar Puan.

Puan juga memberikan apresiasi kepada para guru yang tetap berdedikasi mengajar hingga pensiun meskipun dengan penghasilan yang minim. Menurut Puan, jiwa patriotisme selalu mengalir dalam diri seorang guru.

“Penting untuk dipahami bahwa kesejahteraan yang baik pastinya akan meningkatkan motivasi dan produktivitas guru. Hal ini yang akan berdampak pada kualitas pembelajaran di sekolah,” jelas Puan.

Baca Juga:  Dirut PLN Kawal Langsung Kelistrikan Nasional Jelang HUT ke-81 Kemerdekaan RI dari Posko NTT

“Jadi, kualitas pendidikan Indonesia akan menjadi yang terbaik manakala semua masalah terkait kesejahteraan guru dapat diatasi,” imbuhnya.

Meski ada kebijakan kenaikan gaji guru pada 2025, Puan menilai masih ada sejumlah tantangan yang dihadapi Pemerintah untuk memastikan sistem pendidikan di Indonesia tetap berkualitas. Salah satunya adalah pengangkatan guru honorer yang belum jelas nasibnya, terutama terkait kepastian pengangkatan menjadi PPPK.

Puan menyoroti bahwa target Pemerintah untuk mengangkat 1 juta guru honorer menjadi PPPK pada tahun ini tampaknya sulit terealisasi.

“Kita sesalkan pengangkatan guru menjadi ASN atau PPPK lebih lambat dibandingkan dengan laju kebutuhan,” ujar Puan.

Selain itu, Puan juga mengungkapkan adanya dugaan kecurangan dalam program pengangkatan guru honorer menjadi PPPK. Belakangan, muncul isu sulitnya Surat Keputusan (SK) turun kepada calon guru PPPK meski telah lolos seleksi.

Beberapa kasus di sejumlah daerah juga menunjukkan adanya manipulasi data mengajar di Data Pokok Pendidikan (Dapodik) Kemendikbudristek yang kini menjadi Kemendikdasmen, serta fenomena orang yang tidak pernah mengajar namun tercatat sebagai guru honorer.

Baca Juga:  Ini Tanggal Penetapan Puasa dan Idul Fitri 2025 PP Muhammadiyah?

Tidak hanya itu, praktik percaloan juga marak di kalangan guru honorer, dengan calo meminta uang puluhan juta rupiah untuk membantu kelulusan peserta seleksi PPPK.

“Agar pendidikan anak-anak kita berkualitas, maka sumber daya pendidik juga harus berkualitas. Guru yang baik akan mencetak generasi penerus bangsa yang unggul sesuai dengan target Indonesia Emas,” tegas Puan.

Sebagai informasi, jumlah guru di bawah binaan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) pada 2024 (tidak termasuk guru agama) mencapai 2.988.775 orang.

Dari jumlah tersebut, 1.012.028 orang berstatus ASN PNS, 708.839 orang berstatus ASN PPPK, dan 428.640 orang merupakan guru honorer yang belum terangkat di sekolah negeri. Sebanyak 839.268 orang lainnya merupakan guru di sekolah swasta.

“DPR berharap masalah pengangkatan guru honorer ini bisa berjalan sesuai target Pemerintah, dan tentunya dengan mekanisme yang sesuai tanpa adanya kecurangan dan hambatan dari pihak manapun,” pungkas Puan. (ip)

Berita Terkait

Perkuat Hak Pegawai, DPP SP PLN Gelar Diklat Forum Advokasi Nasional Batch 3 di NTB
Al Washliyah NTB Masuk dalam Jajaran Pengurus Dewan Pertimbangan Al Washliyah Periode 2026 -2031
DPD Asphirasi Bali dan Nusra Tahun 2026 – 2028 Terbentuk! Ini Pengurusnya
PLN Circular Waste Initiative, Perkuat Gerakan Masyarakat Kelola Sampah dari Rumah
Swasembada Energi! PLTS 100 GWp Diluncurkan, PLN Siap Dukung Akselerasi Pengembangan EBT
P3K Paruh Waktu Diangkat Jadi Penuh Waktu, Guru Berstatus PTK Penuh Waktu Berkesempatan Jadi PNS
Pulihkan Listrik, PLN Kirim Tim Recovery ke Daerah Terpencil Terdampak Gempa di Flores NTT
Dirut PLN Kawal Langsung Kelistrikan Nasional Jelang HUT ke-81 Kemerdekaan RI dari Posko NTT

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 06:18

Perkuat Hak Pegawai, DPP SP PLN Gelar Diklat Forum Advokasi Nasional Batch 3 di NTB

Rabu, 2 September 2026 - 18:48

Al Washliyah NTB Masuk dalam Jajaran Pengurus Dewan Pertimbangan Al Washliyah Periode 2026 -2031

Rabu, 2 September 2026 - 16:58

DPD Asphirasi Bali dan Nusra Tahun 2026 – 2028 Terbentuk! Ini Pengurusnya

Kamis, 27 Agustus 2026 - 18:31

PLN Circular Waste Initiative, Perkuat Gerakan Masyarakat Kelola Sampah dari Rumah

Rabu, 26 Agustus 2026 - 17:59

Swasembada Energi! PLTS 100 GWp Diluncurkan, PLN Siap Dukung Akselerasi Pengembangan EBT

Berita Terbaru