Atasi Abrasi, Pemkot Mataram Buat Tanggul Sementara, Walikota hingga Anggota DPR RI Fauzan Khalid Usulkan Pembangunan Pemecah Ombak ke Kementerian

Senin, 3 Februari 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kolase: anggota DPR RI dari Partai Nasdem, H. Fauzan Khalid dan pemasangan tanggul sementara untuk mengatasi abrasi yang terjadi di Kampung Bugis Ampenan. (Fotojet/GONTB).

Kolase: anggota DPR RI dari Partai Nasdem, H. Fauzan Khalid dan pemasangan tanggul sementara untuk mengatasi abrasi yang terjadi di Kampung Bugis Ampenan. (Fotojet/GONTB).

GONTB – Pemerintah Kota Mataram saat ini berupaya membuat tanggul sementara untuk mengatasi abrasi yang terjadi di Kampung Bugis Ampenan.

Dilansir dari Media Suara NTB (30/12/2024), dalam beberapa waktu yang lalu anggota DPR RI dari Partai Nasdem, H. Fauzan Khalid melakukan kunjungan silaturahmi kedua ke Kota Mataram yakni meninjau langsung pesisir pantai Kota Mataram yang ada di wilayah Sekarbela dan Ampenan.

Khususnya terkait permintaan warga akan pembangunan pemecah ombak untuk mengatasi abrasi. “Kami sudah mengusulkan solusi untuk masalah ini, yaitu dengan membangun pemecah ombak, yang tentu saja harus melalui proses perizinan dari kementerian terkait,” kata Fauzan Khalid dalam kesempatan tersebut.

Baca Juga:  Ketua Satgas MBG NTB: 68 Persen SPPG di NTB Sudah Bersertifikat SLHS

Sementara itu juga, Walikota Mataram, Mohan Roliskana menjelaskan pembangunan tanggul yang dilakukan Pemerintah Kota Mataram bersama instansi terkait dengan pembangunan tanggul sementara sebagai upaya menyelamatkan warga dari bahaya abrasi.

“Sudah ada 28 warga yang terdampak abrasi dan 9 KK. Mereka sudah mendapatkan bantuan secara tentatif dan di evakuasi ke tempat yang lebih aman,” katanya, Jumat 31 Januari 2025.

Baca Juga:  Listrik Aman Selama Perayaan Imlek dan Libur Panjang, Berikut Langkah PLN NTB


Menurut Mohan, apa yang dilakukan pemerintah kota Mataram dan lainnya setidaknya akan memberikan dampak kepada warga sehingga warga merasa lebih aman.


Mohan mengakui, apa yang dilakukan saat ini sifatnya hanya sementara dan semoga bisa secepatnya dilakukan penanggulan permanen.
“Proposal dan desain detail sudah kami kirimkan ke kementerian PU,” katanya.


Mohan berharap, proposal yang dikirim ke kementerian PU mendapat persetujuan dari pihak kementerian sehingga persoalan abrasi yang terjadi di sepanjang pantai sejauh 9,1 KM tidak lagi menjadi persoalan kedepannya.

Baca Juga:  Pengamat Politik STISDA Darusalam : Kedatangan Miq Tuan Dar ke Kantor Bupati, Tabayun Ala Sekotong


“Setiap tahun, persoalan abrasi kerap menjadi permasalahan,” katanya.

Menyangkut kemungkinan dilakukan relokasi? Mohan menyatakan saat ini belum ada pemikiran untuk melakukan relokasi.


Hanya saja, kata Mohan Pemerintah Kota Mataram akan melakukan pembangunan kembali rumah susun.

“Kami akan segera membangun dua blok rumah susun,” katanya.


Sementara Rahman, seorang warga kampung Bugis mengaku bersyukur dengan adanya pembangunan atau pembuatan tanggul sementara dengan mengunakan GEO bag karena bisa menahan abrasi dan membuat warga lebih tenang.


“Kami bersyukur dan senang,” katanya.***

Berita Terkait

Polda NTB Turunkan Tim Investigasi Laksanakan Olah TKP Lokasi Meninggalnya Penambang di Desa Lantung Sumbawa
Kurang 1×24 Jam Tim URC Polresta Mataram Amankan Diduga Pelaku Penganiayaan dan Bawa Senpi
Kunjungan Wisata Unggulan Mataram Menurun Gegara Tongkrongan, Fraksi PKS Kritik Keras Sikap Pasrah Dispar
Tidak Ingin PPPK Paruh Waktu Hanya Ganti Label, Ini Desakan Ketua Fraksi PKS
Aturan Tempat Hiburan di Mataram, Komisi I: Dukung Investasi Asalkan Bebas Maksiat
40 Tahun Menanti, Sesaot Menuju Kepastian Pengelolaan Hutan
Semangat “Berembuk”, Muhamad Halil Siap Kembalikan Martabat Desa Bagik Polak
MRLL Simpang 4 Rembiga Dievaluasi, Pemkot Mataram Tetap Terapkan Satu Arah di Jalan Dakota dan Adisucipto

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 17:40

Polda NTB Turunkan Tim Investigasi Laksanakan Olah TKP Lokasi Meninggalnya Penambang di Desa Lantung Sumbawa

Minggu, 6 September 2026 - 17:38

Kurang 1×24 Jam Tim URC Polresta Mataram Amankan Diduga Pelaku Penganiayaan dan Bawa Senpi

Sabtu, 5 September 2026 - 13:33

Kunjungan Wisata Unggulan Mataram Menurun Gegara Tongkrongan, Fraksi PKS Kritik Keras Sikap Pasrah Dispar

Jumat, 4 September 2026 - 19:23

Tidak Ingin PPPK Paruh Waktu Hanya Ganti Label, Ini Desakan Ketua Fraksi PKS

Selasa, 1 September 2026 - 22:07

Aturan Tempat Hiburan di Mataram, Komisi I: Dukung Investasi Asalkan Bebas Maksiat

Berita Terbaru