Lombok Barat, GONTB – Berbagai cara dilakukan Anggota DPR RI agar tetap dekat dengan masyarakat, maupun pelajar.
Salah satunya adalah dengan melakukan kegiatan kunjungan tatap muka langsung kepada Masyarakat maupun pelaja di berbagai tempat, termasuk mendatangi para pelajar ke sekolah-sekolah.
Anggota Komisi II DPR RI yang terpilih dari daerah pemilihan (dapil) NTB II Pulau Lombok, H. Fauzan Khalid, terus melakukannya dengan meluncurkan program Ngase atau Ngayo Sekolah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam Bahasa Sasak Lombok, Ngayo adalah bekedek yang berarti main dalam arti berkunjung. Ngase atau ngayo sekolah merupakan program kunjungan ke sekolah, terutama ke sekolah-sekolah tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA).
Program Ngase perdana yang digelar Legislator NasDem ini dilakukan dengan mengunjungi SMA Negeri 1 Narmada, Lombok Barat, NTB, Sabtu (17/05/2025) lalu.
Dalam kunjungan ini, Fauzan, bertemu dan berinteraksi langsung dengan guru dan siswa-siswi SMA Negeri 1 Narmada.
Program kunjungan ke sekolah atau Ngase bertujuan untuk mencari masukan untuk diperjuangkan di DPR RI. Selain itu, Fauzan juga memberikan masukan kepada sekolah agar kualitas Pendidikan terus meningkat.
Fauzan juga berkesempatan memberi motivasi kepada pelajar agar mencintai bangsa dan negara, mencintai daerah dan para pelajar diminta untuk terus belajar mengikuti pendidikan setinggi-tingginya.
Dalam bidang politik, Fauzan mengingatkan kepada para pelajar agar tidak apriori dan abai terhadap politik.
“Politik itu netral dan tidak kotor. Jadi kalau politik dikelola oleh orang baik, maka politik akan menjadi baik. Politik itu memengaruhi hidup kita. Nanti kalau mau masuk politik, jadilah politisi yang baik,” ujar Fauzan dihadapan para pelajar.
Menurut Fauzan, pentingnya kunjungan ke sekolah-sekolah untuk memberikan pemahaman tentang politik karena siswa-siswi SMA saat ini banyak yang menjadi pemilih pemula atau ikut pemilu kedua kalinya pada pelaksanaan pemilu mendatang.
Sosialisasi ini sekaligus berkaitan dengan tugas Komisi II DPR RI yang bermitra dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU), lembaga yang menangani masalah kepemiluan.
Pada acara kunjungan ke sekolah, Fauzan juga mengajak para pelajar menjawab beberapa pertanyaan. Diantaranya adalah pertanyaan mengenai empat pilar kebangsaan.
Pertanyaan ini dijawab lantang oleh siswa-siswi dengan menyebut empat pilar kebangsaan, yaitu Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhineka Tunggal Ika.
“Saya senang bisa menjawab pertanyaan Pak Haji Fauzan. Anggota DPR RI. Apalagi saya dikasih hadiah karena berhasil menjawab empat pilar kebangsaan,” cerita seorang siswi dengan senang hati.
Halaman : 1 2 Selanjutnya














