Khawatir Ketersediaan Daging Ayam untuk MBG, Kadis Peternakan Ingin Menu ini

- Reporter

Selasa, 18 Februari 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Kegiatan Sosial Kemanusiaan
+ Donasi

Kepala Dinas (Kadis) Peternakan dan Kesehatan Hewan NTB, Muhammad Riadi. Foto (Dedi Suhadi/GONTB).

Kepala Dinas (Kadis) Peternakan dan Kesehatan Hewan NTB, Muhammad Riadi. Foto (Dedi Suhadi/GONTB).

GONTB – Kepala Dinas (Kadis) Peternakan dan Kesehatan Hewan NTB, Muhammad Riadi menjelaskan pihaknya merasa khawatir atas ketersediaan ayam pedaging dalam program makan bergizi gratis (MBG).

Hal ini dipicu keinginan perusahaan mitra yang meminta para peternak meningkatkan sistem kandang  dari kandang terbuka menjadi kandang tertutup.

“Untuk merubah menjadi kandang tertutup  butuh biaya besar. Tidak semua peternak mampu,” katanya di Mataram, Senin 17 Februari 2025.

Baca Juga:  Rakor MBG, Bupati LAZ: MBG Dorong Ekonomi Lokal dan Cegah Stunting

Akibat syarat tersebut, jelas Kadis banyak peternak kecil yang tidak mampu, sehingga mengakibatkan banyak kandang kosong.

Untuk merubah sistem kandang menjadi kandang tertutup, jelas Kadis memerlukan biaya yang tidak sedikit minimal sekitar Rp 200 juta.

Baca Juga:  Masa Reses! Anggota DPR RI Dapil Lombok, Fauzan Khalid Temui Mahasiswa

“Ini yang coba kita bicarakan dengan anggota dewan lewat pokirnya,” katanya.

Menurut Riadi, agar nilai keekonomian terpenuhi maka para peternak harus meningkatkan jumlah ayam peliharaannya minimal 5000 ekor saat menggunakan kandang tertutup.

“Dengan kandang terbuka, peternak bisa memelihara 2509 ekor, tapi kalau kandang  tertutup minimal 5000 ekor,” katanya.

Baca Juga:  PLN UIW NTB Dukung Keandalan Kelistrikan MTQ Tingkat Provinsi NTB 2026 di Lombok Tengah

Disisi lain, Kadis peternakan ingin menu MBG ada varian lain dengan memanfaatkan telur puyuh meski stok telur ayam ras di NTB mencukupi.

Sayangnya, kata Kadis produksi  telur puyuh ini masih terbatas, sehingga ia meminta para peternak puyuh meningkatkan produktivitas.

“Pasarnya terbuka. Telur puyuh bisa menggantikan telur ayam ras,” katanya.*

Berita Terkait

Buku Two Islands, One Thread Perkuat Diplomasi Budaya
Sekolah Rakyat KLU Mulai Beroperasi, DPRD NTB Puji Prabowo Buka Akses Pendidikan Gratis
Konsisten Pertahankan Budaya K3, PLN UP3 Mataram Raih Juara 2 Zero Accident HSSE Award 2026 Tigkat Nasional
Sambut Hari Sumpah Pemuda, Srikandi PLN Edukasi Masyarakat Lombok Barat tentang Keselamatan Ketenagalistrikan
Polisi Bersama Masyarakat, Kapolda NTB Dekatkan Diri dengan Santri
Kelompok Perempuan Binaan PLN Sulap Hasil Usaha Jamur dan VCO Menjadi 90 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga Lombok Utara
Gerebek Rumah di Sambelia, Polda NTB Amankan 1.734 Liter Pertalite
Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak, Desa Gapuk Canangkan DRPPA Bersama LAKPESDAM Lobar

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 08:12

Buku Two Islands, One Thread Perkuat Diplomasi Budaya

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 15:15

Konsisten Pertahankan Budaya K3, PLN UP3 Mataram Raih Juara 2 Zero Accident HSSE Award 2026 Tigkat Nasional

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:40

Sambut Hari Sumpah Pemuda, Srikandi PLN Edukasi Masyarakat Lombok Barat tentang Keselamatan Ketenagalistrikan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:30

Polisi Bersama Masyarakat, Kapolda NTB Dekatkan Diri dengan Santri

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:26

Kelompok Perempuan Binaan PLN Sulap Hasil Usaha Jamur dan VCO Menjadi 90 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga Lombok Utara

Berita Terbaru

Go Teknologi

Manfaat Belajar Komputer

Kamis, 5 Nov 2026 - 08:40

Go Teknologi

Belajar Komputer Untuk Pemula: Cara Dasar dan Manfaat

Rabu, 4 Nov 2026 - 08:40