Menimbang Posisi Staf Ahli Gubernur dan Usulan Penghapusan oleh Pansus SOTK DPRD NTB

- Reporter

Selasa, 20 Mei 2025 - 15:20 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Dr. H Ahsanul Halik / Staf Ahli Gubernur Bidang Sosial Kemasyarakatan.

Oleh: Dr. H Ahsanul Halik / Staf Ahli Gubernur Bidang Sosial Kemasyarakatan.

Pemerintah daerah yang cerdas tidak mungkin bekerja tanpa kapasitas berpikir strategis. Dalam banyak model pemerintahan modern, posisi seperti staf ahli justru diperkuat agar kepala daerah tidak terjebak pada rutinitas birokrasi atau agenda sektoral yang parsial.

Baca Juga:  Dampak Kenaikan PPN 12 Persen Bagi Masyarakat Menengah ke Bawah

Menimbang untuk menghapus staf ahli Gubernur semata karena alasan efisiensi atau asumsi ketidakefektifan justru menunjukkan kegagalan memahami fungsi pemerintahan strategis. Perlu evaluasi, ya. Perlu perbaikan tata kelola, tentu. Tapi menghapusnya sama saja dengan membatasi ruang berpikir jangka panjang kepala daerah.

Baca Juga:  Pertumbuhan Ekonomi Minus, Tapi Tidak Minus Harapan: Jalan Baru NTB dalam Transformasi Kebijakan Ekonomi

Provinsi NTB saat ini membutuhkan kepemimpinan yang ditopang oleh kapasitas analisis dan koordinasi lintas sektor. Dan staf ahli Gubernur adalah salah satu instrumen penting dalam memastikan hal itu berjalan. Maka, bukan penghapusan yang dibutuhkan, tetapi penguatan peran, penajaman fungsi, dan profesionalisasi pengisian jabatannya. ***

Follow WhatsApp Channel gontb.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Reklamasi Kesadaran: Membedah Paradoks Keadilan dan Manifestasi Nilai Profetik di Indonesia
Hari Minggu, Bukan Sekadar Hari Libur dan Pentingnya
Abalon: Blue Diamond Penopang Visi NTB Provinsi Kepulauan
Pertumbuhan Ekonomi Minus, Tapi Tidak Minus Harapan: Jalan Baru NTB dalam Transformasi Kebijakan Ekonomi
Fenomena Pernikahan Siri: Dalam Bayang-Bayang Keabsahan Agama dan Kerentanan Sosial
Dampak Kenaikan PPN 12 Persen Bagi Masyarakat Menengah ke Bawah
Pentingnya Etika, Profesionalisme, dan Resolusi Konflik dalam Pendidikan Kedokteran: Refleksi dari Kasus Kekerasan di Universitas Sriwijaya
Siti Raihanun dan Harapan Baru: Perempuan Pertama Memimpin Ikatan Duta Bahasa NTB
Berita ini 34 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 19 Januari 2026 - 20:28 WITA

Reklamasi Kesadaran: Membedah Paradoks Keadilan dan Manifestasi Nilai Profetik di Indonesia

Minggu, 16 November 2025 - 08:09 WITA

Hari Minggu, Bukan Sekadar Hari Libur dan Pentingnya

Kamis, 13 November 2025 - 15:54 WITA

Abalon: Blue Diamond Penopang Visi NTB Provinsi Kepulauan

Jumat, 24 Oktober 2025 - 23:02 WITA

Pertumbuhan Ekonomi Minus, Tapi Tidak Minus Harapan: Jalan Baru NTB dalam Transformasi Kebijakan Ekonomi

Selasa, 20 Mei 2025 - 15:20 WITA

Menimbang Posisi Staf Ahli Gubernur dan Usulan Penghapusan oleh Pansus SOTK DPRD NTB

Berita Terbaru