Lombok Barat – Pemandangan berbeda terlihat di Gedung Olahraga (GOR) PB Sarana, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat. Biasanya didominasi oleh pakaian olahraga kasual, kali ini puluhan perempuan tampil anggun sekaligus tangguh dalam balutan kebaya saat pembukaan turnamen bulutangkis bertajuk Kartini Cup 2026.
Turnamen yang diinisiasi oleh PB Sarana ini digelar selama tiga hari, mulai tanggal 24 hingga 26 April 2026. Acara ini khusus diperuntukkan bagi kelas ganda putri guna memperingati Hari Kartini.
Ketua PBSI Lombok Barat, H. Fahmi, yang hadir langsung dalam sesi pembukaan memberikan apresiasi tinggi terhadap kreativitas penyelenggara. Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan sarana edukasi bagi generasi muda.
“Kegiatan ini sangat unik karena merupakan rangkaian Hari Kartini. Semangat ibu-ibu ini untuk berolahraga, terutama badminton, patut diacungi jempol. Kita harapkan nantinya muncul generasi atlet-atlet baru dari semangat yang ditunjukkan hari ini,” ujar H. Fahmi di sela acara, jumat (24/4/2026).
Senada dengan H. Fahmi, Camat Kediri dan sejumlah tamu undangan yang hadir turut terpukau melihat antusiasme para peserta yang tetap energik meski mengawali acara dengan pakaian tradisional.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Turnamen ini diikuti oleh sedikitnya 32 pasangan ganda putri yang berasal dari berbagai klub bulutangkis di wilayah Lombok Barat. Salah satu peserta, Dewi dari PB Women Perkasa, mengungkapkan bahwa ajang ini adalah pembuktian eksistensi perempuan masa kini.
“Ini Kartini masa sekarang ya. Kita ingin menunjukkan kalau perempuan itu bisa, bukan sekedar ibu-ibu yang ada di dapur saja. Kita punya semangat dan harus memberikan contoh positif juga kepada anak-anak kita,” tegas Dewi dengan penuh semangat.
Selama tiga hari ke depan, para peserta akan bersaing sengit di lapangan hijau untuk memperebutkan trofi bergengsi Kartini Cup 2026.
Meskipun saat pembukaan mengenakan kebaya sebagai simbol penghormatan pada perjuangan R.A. Kartini, para peserta tetap menunjukkan sportivitas dan teknik permainan yang mumpuni saat pertandingan dimulai.
Turnamen ini diharapkan menjadi agenda rutin tahunan untuk mempererat silaturahmi antar-klub bulutangkis perempuan di Lombok Barat sekaligus memasyarakatkan olahraga di kalangan kaum hawa.














