Lombok Barat, GONTB – Dalam sebuah acara yang diadakan di Jakarta International Convention Center (JICC) pada Kamis, 12 Juni 2025, Bupati Lombok Barat menerima penghargaan atas komitmennya dalam pembiayaan dan pengembangan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) air minum untuk pelayanan masyarakat.
Penghargaan tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, kepada Hj. Nurul Adha, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Bupati Lombok Barat.
Acara kali ini merupakan ajang dua tahunan yang mengangkat tema “Transformasi Air Minum Menuju Swasembada Air”.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tema ini muncul sebagai respons terhadap rendahnya cakupan layanan air minum perpipaan di Indonesia, yang menurut data UNICEF pada tahun 2023 baru mencapai 19,47 persen.
Penghargaan yang diterima oleh pemerintah Lombok Barat ini menjadi bukti bahwa komitmen dan kerja keras dalam meningkatkan kualitas layanan air minum sangat diperhatikan.
Ketua Umum Perpamsi, Arief Wisnu Cahyono, juga menyampaikan pandangannya mengenai tantangan yang dihadapi dalam pembangunan sistem penyediaan air minum.
Ia menegaskan bahwa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto telah menetapkan target ambisius dalam Asta Cita untuk mencapai Swasembada Air pada tahun 2029.
“Target ini mencakup peningkatan cakupan layanan air minum perpipaan hingga 40 persen, sebuah langkah besar dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat,” jelas Arief.
Forum tersebut tidak hanya menyoroti pentingnya layanan air minum, tetapi juga menyuguhkan berbagai kegiatan yang berfokus pada penguatan kolaborasi dalam pengelolaan sumber daya air.
Beragam pameran teknologi air dan sanitasi, konferensi internasional, serta sesi dialog lintas sektor menjadi bagian dari acara ini.
Kegiatan kepemudaan juga disertakan untuk memberikan platform kepada generasi muda untuk terlibat dalam isu-isu air bersih dan sanitasi.
Dengan adanya penghargaan ini, diharapkan pemerintah daerah lain dapat mencontoh komitmen yang ditunjukkan oleh Lombok Barat dalam pengembangan BUMD air minum dan pelayanan masyarakat yang lebih baik.
“Penghargaan ini bukan hanya simbol keberhasilan, tetapi juga tantangan untuk terus meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui akses yang lebih baik terhadap air bersih,” katanya.














