Konsistensi Berbasis Potensi Lokal dan Pemetaan

Kamis, 19 Juni 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

GONTB – Wakil Gubernur periode 2008-2013, Badrul Munir menegaskan dalam menangani kemiskinan perlu konsistensi dalam pembangunan berbasis potensi lokal dan pemetaan wilayah miskin secara detail.

“NTB memiliki banyak sumber daya. Kuncinya, integrasi program dan kemauan politik yang kuat. Tidak cukup hanya data, tapi harus ada tindakan nyata di lapangan,” katanya saat bincang Kamisan di command Center kantor Gubernur, Rabu 18 Juni 2025.

Berdasarkan pembelajaran dan pengalaman pengentasan kemiskinan periode 2008-2013 yang mencapai 6,56 persen, kata Badrul Munir itu didasarkan pada dua pendekatan dan empat klaster.

Baca Juga:  Komisi VIII DPR RI Apresiasi Keandalan Kelistrikan PLN NTB selama Idul Fitri

Dua pendekatan tersebut, jelas Badrul Munir yakni pendekatan kawasan yang dilakukan oleh kabupaten, kota, dan desa serta pendekatan komoditi dengan melihat potensi yang ada seperti potensi sapi, jagung dan rumput Laut.

Sementara Akademisi Unram, Prof Mansur Afifi menggarisbawahi penyelesaian kemiskinan ekstrem tidak bisa dilakukan secara parsial.
Ia menekankan pentingnya transformasi struktural dan kebijakan fiskal yang berpihak pada kelompok paling bawah dengan melihat penanganan dari sejarahnya.

Baca Juga:  Anggota DPR RI Fauzan Khalid: Kualitas Demokrasi Pelaksanaan Pemilu Cenderung Turun

Pengentasan kemiskinan, kata Mansur Afiffi dilakukan dengan pola peningkatan pendapatan masyarakatnya, selain pengurangan beban masyarakat serta pengurangan kantong-kantong kemiskinan.

“Kemiskinan ekstrem itu soal keadilan. Negara dan daerah harus hadir dalam bentuk anggaran, program afirmatif, dan monitoring yang ketat,” katanya.

Dari sisi teknokratik, Kepala Bidang Ekonomi Bappeda NTB Iskandar Zulkarnain menjelaskan langkah-langkah yang telah dan akan ditempuh Bappeda NTB dalam mengentaskan kemiskinan ekstrem mengacu pada Instruksi Presiden No. 4 Tahun 2022 tentang Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem.

Baca Juga:  Waspada! Musim Hujan sudah Tiba

Menurutnya, ada 3 (tiga) strategi dalam penanganan kemiskinan, yaitu Meningkatkan Pendapatan Masyarakat, Menurunkan beban pengeluaran dan Meminimalkan wilayah kantong kemiskinan serta menyinergikan kebijakan lintas sektor, termasuk pendataan terpadu, penguatan basis UMKM, ketahanan pangan, dan pengentasan kawasan kumuh.

“Untuk kemiskinan ekstrem 2,04 dengan jumlah 119.000 orang ini sudah dipetakan di tiap-tiap kabupaten dan sudah ada by name by addres. Ini menjadi basis intervensi konkret dan tepat sasaran,” kata Iskandar.***

Berita Terkait

Dukung Program Kelurahan Berdaya, Pemprov NTB Gelar Gerakan Pangan Murah di Pagutan Timur
PLN UIW NTB Perkuat Semangat Kemerdekaan ke-81, Srikandi UP3 Sumbawa Pastikan Kesiapan Material untuk Listrik Andal
Ngaji Pagi, MTsN 2 Lobar Adakan Kajian Kitab Fiqih Ibadah Bagi Siswa
Pembangunan SPALDT, Komisi III Soroti Sejumlah Persoalan
Fraksi PPP Kota Mataram Dukung Pembentukan Satker PPA / PPO Polresta Mataram
Teriakan “Uang Saku ” Menggaung saat Pelepasan Atlet, Ketua KONI Lobar Sebut Ada Perubahan Teknis
BPS: Ekonomi NTB Terus Menguat, Pariwisata dan Daya Beli Petani Meningkat
Wellness Tourism: Strategi NTB Membangun Pariwisata Berkualitas

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 08:51

Dukung Program Kelurahan Berdaya, Pemprov NTB Gelar Gerakan Pangan Murah di Pagutan Timur

Sabtu, 25 Juli 2026 - 08:48

PLN UIW NTB Perkuat Semangat Kemerdekaan ke-81, Srikandi UP3 Sumbawa Pastikan Kesiapan Material untuk Listrik Andal

Jumat, 24 Juli 2026 - 11:05

Ngaji Pagi, MTsN 2 Lobar Adakan Kajian Kitab Fiqih Ibadah Bagi Siswa

Jumat, 17 Juli 2026 - 15:01

Pembangunan SPALDT, Komisi III Soroti Sejumlah Persoalan

Jumat, 17 Juli 2026 - 14:44

Fraksi PPP Kota Mataram Dukung Pembentukan Satker PPA / PPO Polresta Mataram

Berita Terbaru