Anggota DPR RI Fauzan Khalid: Kualitas Demokrasi Pelaksanaan Pemilu Cenderung Turun

Jumat, 6 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 

Jakarta-Anggota Komisi II DPR RI Fraksi NasDem, H. Fauzan Khalid mengatakan, kualitas demokrasi yang tercermin dalam pelaksanaan pemilihan umum (pemilu) dari tahun ke tahun cenderung mengalami penurunan.

“Oleh karena itu, para ahli, akademisi dan masyarakat untuk dapat memberi masukan kepada DPR RI untuk menentukan model dan sistem pemilu kedepannya,” kata Fauzan dalam rapat dengar pendapat umum (RDPU) dengan sejumlah ahli dengan agenda masukan terhadap model dan sistem pemilu kedepan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (03/02/2026).

Fauzan yang pernah menjabat Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) NTB periode 2008-2013 ini menyatakan, pada pelaksanaan pemilu-pemilu sebelumnya, dari sistemnya relatif tidak mengalami perubahan. Namun kualitas demokrasi cenderung turun.

Baca Juga:  Anggota DPR RI F-NasDem Fauzan Khalid: Jalankan Puasa dengan Khusyuk dan Tingkatkan Ibadah di Bulan Suci

Fauzan menilai, pelaksanaan pemilu 2024 lalu yang paling turun kualitasnya dibanding pelaksanaan pemilu sebelumnya. “Mungkin bukan sistemnya yang bermasalah, atau bisa jadi penyelenggaranya, bahkan mungkin juga stakeholder yang terlibat. Karena itu mari kita cari sama-sama, agar ada solusinya dan kualitas demokrasi kita semakin baik,” tandasnya.

Fauzan menambahkan, Anggota DPR RI maupun para Anggota DPRD, termasuk masyarakat sudah tentu tidak menginginkan terjadinya politik uang dalam pelaksanaan pemilu. Karena itu kita semua harus mencari penyebabnya secara detil melalui berbagai penelitian untuk mencari model dan sistem pemilu yang tepat untuk diterapkan di Indonesia pada pelaksanaan pemilu mendatang.

Baca Juga:  Fauzan Khalid: Anomali, Status Daerah Wisata Tiga Gili Lombok Jadi Kawasan Konservasi Hutan

“Lakukan penelitian, apakah model dan sistem pemilu harus diubah untuk meminimalisir money politics. Jangan-jangan, model dan sistem pemilu diubah justru malah meningkatkan politik uang. Lakukan penelitian dulu secara detil, jangan terburu-buru untuk memberikan rekomendasi,” jelas Fauzan.

Fauzan menjelaskan, jika sistem pemilu diubah ada kekhawatiran justru akan semakin memperbesar konflik. Karena itu, perubahan model dan sistem pemilu yang akan datang harus betul-betul dipikirkan dan dipertimbangkan secara matang sebelum diterapkan.

“Masukan dari para ahli, para akademisi dan masyarakat dalam forum RDPU seperti ini saya kira penting sekali dan perlu diperbanyak. Semakin banyak masukan dan pendapat, akan semakin bagus agar model dan sistem pemilu yang akan diterapkan membuat kualitas demokrasi kita meningkat,” ujarnya

Baca Juga:  Dari Sembalun, Pemprov dan Pemda se-NTB Sepakati Pembentukan Satgas Program Prioritas

Menurut Fauzan, kehadiran para ahli dan akademisi untuk menyerap ide bertujuan agar kualitas pelaksanaan pemilu terus meningkat. Kualitas demokrasi dalam pemilu diukur melalui kepatuhan terhadap asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil. Selain itu, kulaitas demokrasi pemilu juga diukur dari integritas penyelenggara pemilu, KPU, Bawaslu, partisipasi aktif warga, serta minimnya manipulasi dan politik uang.

“Pemilu berkualitas menghasilkan legitimasi pemerintahan yang kuat, memperkuat supremasi hukum, dan mencerminkan kedaulatan rakyat yang sesungguhnya,” kata Fauzan yang terpilih dari daerah pemilihan (dapil) NTB II Pulau Lombok ini.

 

 

 

 

Berita Terkait

Kunjungan Wisata Unggulan Mataram Menurun Gegara Tongkrongan, Fraksi PKS Kritik Keras Sikap Pasrah Dispar
Tidak Ingin PPPK Paruh Waktu Hanya Ganti Label, Ini Desakan Ketua Fraksi PKS
Aturan Tempat Hiburan di Mataram, Komisi I: Dukung Investasi Asalkan Bebas Maksiat
40 Tahun Menanti, Sesaot Menuju Kepastian Pengelolaan Hutan
Semangat “Berembuk”, Muhamad Halil Siap Kembalikan Martabat Desa Bagik Polak
MRLL Simpang 4 Rembiga Dievaluasi, Pemkot Mataram Tetap Terapkan Satu Arah di Jalan Dakota dan Adisucipto
Pelantikan Perbasasi NTB, Baseball-Softball Bersiap Menuju PON 2028
Musorprov XIII KONI NTB Hangat, Pendukung Pakai Rompi Orange, Mori Hanafi: Pertanda Organisasi Ini Strategis

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 13:33

Kunjungan Wisata Unggulan Mataram Menurun Gegara Tongkrongan, Fraksi PKS Kritik Keras Sikap Pasrah Dispar

Jumat, 4 September 2026 - 19:23

Tidak Ingin PPPK Paruh Waktu Hanya Ganti Label, Ini Desakan Ketua Fraksi PKS

Selasa, 1 September 2026 - 22:07

Aturan Tempat Hiburan di Mataram, Komisi I: Dukung Investasi Asalkan Bebas Maksiat

Selasa, 1 September 2026 - 20:30

40 Tahun Menanti, Sesaot Menuju Kepastian Pengelolaan Hutan

Senin, 31 Agustus 2026 - 19:48

Semangat “Berembuk”, Muhamad Halil Siap Kembalikan Martabat Desa Bagik Polak

Berita Terbaru

Go Religi

7 Keutamaan Hari Jumat Menurut Al-Qur’an dan Hadits

Jumat, 4 Sep 2026 - 12:34