Keberagamaan yang Harmonis, 2 Vihara di Desa Lenek Lombok Utara diresmikan

Jumat, 9 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, meresmikan Purna Pugar Vihara Sutta Dhamma dan Vihara Sasana Giri yang berlokasi di Desa Lenek, Kabupaten Lombok Utara (KLU). Kamis (8/1/2026). Foto (Doc.Ist)

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, meresmikan Purna Pugar Vihara Sutta Dhamma dan Vihara Sasana Giri yang berlokasi di Desa Lenek, Kabupaten Lombok Utara (KLU). Kamis (8/1/2026). Foto (Doc.Ist)

GONTB – Kabupaten Lombok Utara dikenal sebagai salah satu daerah dengan kehidupan keberagamaan yang harmonis.

Dari Desa Lenek sendiri tercatat lebih dari 40 orang bhikkhu dan calon bhikkhu, sebuah capaian luar biasa yang menjadikan desa ini sebagai penyumbang bhikkhu terbanyak dari satu desa.

Para bhikkhu asal Lombok Utara bahkan telah menyebar dan mengabdi di berbagai daerah di Indonesia.

Pada hari Kamis (8/1/2026) Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, meresmikan Purna Pugar Vihara Sutta Dhamma dan Vihara Sasana Giri yang berlokasi di Desa Lenek, Kabupaten Lombok Utara (KLU).

Peresmian ini menjadi simbol kuat harmoni, toleransi serta kemajuan sosial keagamaan masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Gubernur Iqbal mengaku terharu dan bangga dapat hadir langsung di tengah umat Buddha pada momentum penting tersebut.

Dirinya menegaskan bahwa kehadirannya merupakan wujud komitmen kepemimpinan yang adil dan inklusif bagi seluruh umat beragama.

Baca Juga:  Perdalam Kain Sokong, Kolektor Australia Datangi Museum NTB

“Setiap kali saya memohon doa kepada masyarakat, saya selalu meminta didoakan agar menjadi pemimpin yang amanah dan adil. Dalam Islam, keadilan adalah parameter utama kepemimpinan, ketika keadilan hilang, maka hilang pula esensi kepemimpinan”, ujar Gubernur Iqbal.

Dirinya menekankan bahwa pemerintah daerah harus hadir dan berlaku adil kepada seluruh umat beragama, tanpa membedakan latar belakang keyakinan.

“Sebagaimana kami menyayangi umat Islam, demikian pula kami ingin menyayangi umat Buddha, Hindu, Kristiani dan seluruh umat beragama lainnya. Inilah hakikat kepemimpinan”, tegasnya.

Gubernur Iqbal juga menilai bahwa tingkat kesejahteraan masyarakat dapat dilihat dari kondisi rumah ibadahnya. Dirinya mencontohkan bagaimana kemakmuran masyarakat seringkali diekspresikan melalui pembangunan rumah ibadah yang layak dan representatif.

“Vihara yang berdiri megah hari ini merupakan refleksi dari kesejahteraan masyarakat Lenek. Ini bukan sekadar bangunan keagamaan, tetapi juga simbol kemajuan sosial”, katanya.

Baca Juga:  Biogas, Tekan Uang Dapur

Menurutnya, vihara tidak hanya menjadi tempat pemenuhan kebutuhan spiritual, tetapi juga ruang sosial, budaya dan bahkan ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Iqbal juga menyoroti kuatnya toleransi di KLU. Dirinya menyebut KLU sebagai daerah yang aman, terbuka dan damai, di mana masyarakat tidak sibuk mempertanyakan perbedaan agama, melainkan hidup berdampingan sebagai satu komunitas.

Dirinya mengibaratkan Indonesia sebagai sebuah mozaik, di mana keindahan justru lahir dari keberagaman warna yang saling melengkapi. Perbedaan menurutnya, bukanlah sumber masalah melainkan kekayaan terbesar bangsa.

Selain menyampaikan komitmen toleransi, Gubernur Iqbal turut menyampaikan rencana pembangunan di KLU, diantaranya menghadirkan salah satu universitas negeri dan pembangunan Gelanggang Olahraga (GOR) dalam waktu dekat.

Sementara itu, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Sangha Agung Indonesia, Khemacera Mahathera, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dukungan pemerintah daerah dan seluruh umat Buddha terhadap pembangunan vihara.

Baca Juga:  Pastikan Masuk Kas Daerah, DPRD Mataram Minta Pungutan Lapak CFD Gunakan QRIS

Dirinya menyebut Desa Lenek telah mencatatkan rekor nasional dalam tubuh Sangha Buddha Indonesia sebagai desa dengan jumlah bhikkhu dan calon bhikkhu terbanyak.

“Ini merupakan pencapaian yang belum pernah terjadi sebelumnya dan tentu tidak terlepas dari perhatian dan bimbingan pemerintah daerah, khususnya Bapak Bupati”, ungkapnya.

Senada dengan itu, Ketua Panitia Purna Pugar, Barsingan Purnabhuga, menjelaskan bahwa renovasi vihara dilakukan karena kondisi bangunan lama sudah tidak memadai untuk menampung aktivitas umat yang terus berkembang.

“Pembangunan berlangsung selama kurang lebih enam bulan dengan total anggaran sekitar Rp900 juta yang sebagian besar berasal dari swadaya masyarakat”, jelasnya.

Peresmian purna pugar dua vihara ini menjadi bukti nyata bahwa toleransi, kesejahteraan dan kebersamaan dapat tumbuh seiring, menjadikan KLU sebagai salah satu wajah terbaik kerukunan umat beragama di NTB. ***

 

Sumber Berita: Pemprov NTB

Berita Terkait

“Teberiuk” untuk Montong Are, Heri Iskan Daftar Calon Kades
Maju Lagi, H. Khotamallah Fokus Peningkatan Ekonomi Masyarakat Telagawaru
Daftar Hari Terakhir, Rusman Hadi Bawa Visi “RUKUN” Maju Pilkades Bukit Tinggi
Bantu Mustahik Mandiri, BAZNAS Lobar Sebar Puluhan Gerobak dan Modal Usaha Produktif
Pengelolaan Dana Desa Terbuka, Atasi Air Bersih Hingga Drainase Jadi Program Prioritas Muhammad Sa’i 
Jelang MotoGP Mandalika 2026, Ditlantas Polda NTB Siapkan 350 Personel dan 50 Kendaraan Pengamanan
Polisi Kawal Jalur Logistik MotoGP dari Pelabuhan Lembar ke Mandalika
OWL Eyewear Resmi Hadir di Mataram, Bawa Pilihan Korean Design Frames terbaik. 

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:44

“Teberiuk” untuk Montong Are, Heri Iskan Daftar Calon Kades

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:22

Maju Lagi, H. Khotamallah Fokus Peningkatan Ekonomi Masyarakat Telagawaru

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:31

Bantu Mustahik Mandiri, BAZNAS Lobar Sebar Puluhan Gerobak dan Modal Usaha Produktif

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:06

Pengelolaan Dana Desa Terbuka, Atasi Air Bersih Hingga Drainase Jadi Program Prioritas Muhammad Sa’i 

Minggu, 4 Oktober 2026 - 21:54

Jelang MotoGP Mandalika 2026, Ditlantas Polda NTB Siapkan 350 Personel dan 50 Kendaraan Pengamanan

Berita Terbaru