Mataram, GO NTB – Viral beredar video masyarakat tambal jalan sendiri, tepatnya jalan Gajah Mada depan UIN Mataram, menurut Kepala Dinas PUPR Kota Mataram Lale Widiahning tim belum menerima laporan dari lurah maupun Kepala lingkungan setempat.
“Kami sudah memiliki tim Mataram Siaga yang siap beraksi, bersama dengan polisi dan Balai Jalan. Namun, jika tidak ada informasi yang masuk dari lingkungan, baik dari kaling maupun lurah setempat – maka kami tidak dapat mengetahui kondisi di lapangan,” kata Lale (3/7).
Dalam video yang beredar, terlihat sejumlah warga menggali lubang, mengisi dengan bahan campuran, dan meratakan permukaan jalan Gajah Mada yang terlihat rusak karena air hujan dan lalu lintas berat. Warga tersebut mengatakan mereka melakukan perbaikan sendiri karena merasa tidak ada respons dari pihak pemerintah setempat setelah beberapa kali mengeluh secara lisan.
Lale menjelaskan bahwa sistem pengawasan jalan di Kota Mataram sudah terintegrasi melalui forum jalan dan layanan Mataram Siaga, yang mencatat semua keluhan dan kejadian terkait infrastruktur. Namun, sejauh ini tidak ada entri yang terkait dengan Jalan Gajah Mada depan Grand Kodya.
“Kalau ada laporan dari lurah atau lingkungan, kita pasti akan turun segera. Kami juga menjadwalkan pengecekan rutin melalui Satgas, tetapi kami tidak bisa memantau setiap sudut kota tanpa masukan dari warga,” tambahnya.
Kepala Dinas PUPR menekankan bahwa prioritas saat ini adalah pemeliharaan jalan kota dan jalan provinsi yang mengalami kerusakan luas, sementara bahan dan tenaga kerja untuk perbaikan rutin sudah disediakan di kantor Dinas PUPR dan akan digunakan sesuai dengan laporan yang masuk.
“Jadi, tindakan warga ini bukanlah pembiaran, melainkan inisiatif sendiri karena mereka merasa perlu menunggu informasi resmi dari kami. Kami sangat menghargai antusias warga, namun tetap harap mereka bisa menyampaikan keluhan melalui saluran resmi seperti Mataram Siaga atau langsung ke lurah agar kami bisa segera menindaklanjuti,” ujar Lale.
Dia juga menambahkan bahwa jika ada kebutuhan bahan khusus seperti penembalan atau pekerjaan struktur yang lebih kompleks, Dinas PUPR akan bekerja sama dengan satuan terkait setelah menerima laporan yang jelas.
Pemerintah kota proaktif menerima aduan demi menjaga standar dan keamanan pekerjaan infrastruktur di Kota Mataram.















