Mataram, GONTB – General Manager PLN Unit Induk Pembangkitan, Dwipantara Rita Triani mengecek langsung operasional pembangkit listrik di Pulau Lombok pada Selasa (30/6/2026). Hal ini dilakukan sebagai upaya menjaga ketersediaan pasokan listrik di Negeri Seribu Masjid tersebut.
Beberapa pembangkit yang dikunjungi antara lain Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas Uap Lombok Peaker dan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Tanjung Karang di Mataram, Pembangkit Listrik Tenaga Uap Jeranjang (PLTU) di Lombok Barat, PLTD Paokmotong, Lombok Timur, dan PLTU Sumbawa Barat.
NTB merupakan salah satu daerah pariwisata unggulan Indonesia yang sering dikunjungi wisatawan. Berbagai kegiatan internasional pun digelar di NTB, terutama pulau Lombok. Untuk itu, pihaknya selaku unit PLN yang mengelola pembangkitan berupaya untuk menjaga ketersediaan pasokan listrik di Lombok tercukupi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“NTB, khususnya Lombok ini jadi salah satu wajah Indonesia. Event internasional sering diadakan di sini. Ekonominya juga sedang tumbuh. Oleh karena itu, kami terus upayakan pembangkit tetap andal dalam memproduksi listrik untuk pelanggan,” ucap Rita.
Untuk memperkuat kelistrikan, sejak bulai Juni 2026, PLN UIK Dwipantara telah menambah kapasitas pembangkit di Lombok sebesar 20 MW.
“Tambahan daya ini kami siapkan agar listrik di Lombok terus aman. Dan jika sewaktu-waktu ada tambahan kebutuhan listrik dari pelanggan, kami sudah siap,” ucap Rita.
Saat ini sistem kelistrikan Lombok memiliki daya mampu sebesar 385 MW dengan beban puncak sebesar 365 MW, sehingga terdapat cadangan daya sebesar 20 MW. Sementara di sistem kelistrikan di pulau Sumbawa memiliki daya mampu sebesar 192 MW dengan beban puncak sebesar 147 MW, sehingga terdapat cadangan daya sebesar 45 MW. ***













