Tragedi Kebakaran KMP Putri Yasmin: Anak Anggota Polda NTB Ditemukan Meninggal, Ratusan Keluarga Padati Pelabuhan Lembar

Rabu, 12 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 

Lombok Barat — Duka mendalam menyelimuti keluarga korban tragedi kebakaran KMP Putri Yasmin yang terbakar saat berlayar dari Pelabuhan Padangbai, Bali, menuju Pelabuhan ASDP Lembar, Lombok Barat, pada Rabu (12/8/2026). Salah satu korban yang dipastikan meninggal dunia dalam insiden tersebut adalah Indah Dwi Septiani (20), yang diketahui merupakan anak dari salah satu anggota Polda NTB.

 

Kabar kepergian korban menambah kepedihan di tengah suasana haru yang menyelimuti keluarga korban. Tangis keluarga pecah saat menerima kepastian duka tersebut di Posko Pelabuhan Lembar. Mereka berharap seluruh proses evakuasi dan identifikasi korban dapat dilakukan dengan cepat, cermat, dan penuh kehati-hatian. Hingga berita ini diturunkan, pihak ASDP belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait penyebab pasti meninggalnya korban.

Baca Juga:  Banjir Rob Ampenan, Enam Rumah Warga Rusak Parah

 

Sementara itu, suasana tegang dan penuh kecemasan terlihat jelas di kawasan Pelabuhan Lembar, Lombok Barat, hingga Rabu siang. Ratusan keluarga korban masih memadati area pelabuhan demi menanti kepastian nasib anggota keluarga mereka yang berada di atas kapal nahas tersebut.

Baca Juga:  KMP Putri Yasmin Terbakar, Komisi V DPR RI Desak Kemenhub Evaluasi Menyeluruh Sistem Keselamatan Pelayaran

 

“Kami hanya ingin kepastian. Kami menunggu kabar dari petugas. Semoga keluarga kami selamat,” ujar Ibu Heri, asal Ampenan, salah satu anggota keluarga korban dengan nada penuh harap.

 

Berdasarkan data dari Ditpolairud Polda NTB, tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI AL, serta bantuan kapal yang melintas telah berhasil mengevakuasi 165 orang penumpang secara bertahap sejak pukul 11.00 Wita di Dermaga III Pelabuhan ASDP Lembar.

Baca Juga:  Isra' Mi'raj: Gubernur Iqbal: Mari Jaga Alam dan Solidaritas Sosial di NTB

 

Berdasarkan manifes sementara, feri tersebut mengangkut 131 penumpang serta puluhan kendaraan, yang meliputi 57 unit sepeda motor, 13 unit truk sedang, 4 unit truk mini, dan 5 unit kendaraan kecil.

 

Hingga kini, proses pencarian, evakuasi, dan pendataan korban masih terus berlangsung oleh aparat gabungan. Kepastian mengenai seluruh penumpang dan awak kapal masih menjadi penantian panjang yang melelahkan bagi keluarga yang terus bertahan di Pelabuhan Lembar.

Berita Terkait

Bea Cukai Mataram Musnahkan Barang Ilegal Senilai Rp10,2 Miliar Hasil 290 Penindakan
Orasi Perdana Ketua Pemuda NWDI Lobar: Jangan Ada Lagi OKP yang Dianak-tirikan!
Ngadu Ke Dewan, Kaling Minta Gaji UMR dan Pemekaran Lingkungan
Polda NTB Turunkan Tim Investigasi Laksanakan Olah TKP Lokasi Meninggalnya Penambang di Desa Lantung Sumbawa
Kurang 1×24 Jam Tim URC Polresta Mataram Amankan Diduga Pelaku Penganiayaan dan Bawa Senpi
Kunjungan Wisata Unggulan Mataram Menurun Gegara Tongkrongan, Fraksi PKS Kritik Keras Sikap Pasrah Dispar
Tidak Ingin PPPK Paruh Waktu Hanya Ganti Label, Ini Desakan Ketua Fraksi PKS
Aturan Tempat Hiburan di Mataram, Komisi I: Dukung Investasi Asalkan Bebas Maksiat

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 14:49

Bea Cukai Mataram Musnahkan Barang Ilegal Senilai Rp10,2 Miliar Hasil 290 Penindakan

Kamis, 10 September 2026 - 11:25

Orasi Perdana Ketua Pemuda NWDI Lobar: Jangan Ada Lagi OKP yang Dianak-tirikan!

Selasa, 8 September 2026 - 17:36

Ngadu Ke Dewan, Kaling Minta Gaji UMR dan Pemekaran Lingkungan

Minggu, 6 September 2026 - 17:40

Polda NTB Turunkan Tim Investigasi Laksanakan Olah TKP Lokasi Meninggalnya Penambang di Desa Lantung Sumbawa

Minggu, 6 September 2026 - 17:38

Kurang 1×24 Jam Tim URC Polresta Mataram Amankan Diduga Pelaku Penganiayaan dan Bawa Senpi

Berita Terbaru