Lombok Barat – Diiringi kecimol, Heri Iskan bersama ribuan pendukung setianya berjalan kaki secara long march dari ujung barat Desa Montong Are menuju Kantor Desa untuk menyerahkan berkas pendaftaran sebagai Bakal Calon Kepala Desa Montong Are pada hari terakhir.
Maju dengan membawa energi segar, Heri Iskan mengusung jargon “Teberiuk” yang berarti bersama-sama. Menurutnya, pembangunan desa ke depan tidak bisa dikerjakan seorang diri, melainkan membutuhkan sinergi dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.
“Tidak ada aku, yang ada adalah kita. Kita mengusung kepemimpinan kolektif-kolegial. Kepala desa tidak bisa bergerak sendiri; harus bersama BPD, Kepala Dusun, dan seluruh masyarakat,” ujar Heri Iskan.
Ia juga menyoroti pentingnya kreativitas dalam menghadapi tantangan Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes) saat ini. Diperlukan inovasi luar biasa agar desa dapat terus berkembang, maju, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata.
Meski usianya terbilang muda generasi milenial Heri Iskan memiliki rekam jejak organisasi yang sangat matang. Dirinya saat ini masih aktif menjabat sebagai Sekretaris KNPI Lombok Barat (versi Ketua H. Behaki), Wakil Ketua 3 Pemuda Pancasila Lombok Barat, aktif di kepengurusan Karang Taruna, serta memimpin sejumlah asosiasi usaha. Pengalaman politik dan sosialnya juga diperkuat saat sukses memimpin pemenangan pemilu sebelumnya.
Berbekal latar belakang sebagai “anak pergerakan” di Lombok Barat, Heri optimis gagasan, inovasi, dan sumbangsih pemikirannya mampu berkontribusi nyata bagi kemajuan tanah kelahirannya, Desa Montong Are.
“Seperti kata Bung Karno, ‘Berikan aku sepuluh pemuda, maka akan kuguncangkan dunia.’ Ini menjadi motivasi bagi kami bersama seluruh anak muda di Montong Are untuk berkolaborasi membangun desa,” pungkasnya.















