Lombok Barat, GO NTB — Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lombok Barat, H. Muliadi, M.Pd.I., mengajak seluruh elemen pondok pesantren untuk kembali kepada khitah (jalur/tujuan awal) berdirinya pesantren. Hal tersebut disampaikannya dalam rangkaian Peringatan Hari Santri Nasional ke-12 yang dipusatkan di Pondok Pesantren Nurul Hakim, Kediri, Lombok Barat.
Menurut H. Muliadi, pondok pesantren pada intinya memiliki peran besar dalam menjaga, mengamankan, serta membimbing umat, termasuk para santri itu sendiri, sejalan dengan arahan Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama.
“Kita harus kembali kepada khitah-nya pondok pesantren. Jadi, sesuai dengan yang disampaikan oleh Pak Kanwil tadi, bahwa pondok pesantren pada intinya adalah mengamankan semuanya, termasuk juga para santri,” ujar H. Muliadi.
Dalam peringatan Hari Santri tahun 2026 ini, H. Muliadi juga mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menumbuhkan rasa bangga menjadi bagian dari santri. Ia mengutip pesan dari Menteri Agama Republik Indonesia dan Kakanwil bahwa santri memiliki peran strategis dalam menguatkan negeri demi menyongsong visi Indonesia Emas.
“Kita harus bangga menjadi santri. Sesuai yang disampaikan oleh Bapak Kanwil dan termasuk juga sambutan Bapak Menteri Agama Republik Indonesia, bahwa kita harus bangga menjadi santri karena santri menguatkan negeri menuju Indonesia Emas,” tegasnya.
Terkait pelaksanaan acara, H. Muliadi bersyukur Kabupaten Lombok Barat dipercaya sebagai pusat peringatan Hari Santri tingkat provinsi (wilayah NTB) yang dilangsungkan di Ponpes Nurul Hakim, Kediri. Ia juga mengapresiasi peran media dan wartawan yang turut aktif mempublikasikan informasi dan menyebarkan semangat kebanggaan Hari Santri kepada masyarakat luas.
Menanggapi pertanyaan awak media terkait berbagai peristiwa yang kerap disorot di lingkungan pondok pesantren akhir-akhir ini, H. Muliadi memberikan pesan khusus. Ia menegaskan komitmen bersama untuk tetap menjaga marwah pondok pesantren dan mengembalikannya pada fungsi utama pendidikan moral dan keagamaan.
“Pesan kami, kita komit sesuai dengan komitmen pondok pesantren, menjauhkan dari hal-hal di luar fungsi utama pendidikan,” pungkasnya menutup wawancara dalam rangka Peringatan Hari Santri Nasional 2026.














