Mataram, GO NTB — Universitas Bima Internasional MFH (UnBIM) sukses menggelar Rapat Senat Terbuka Wisuda ke-2 Senin 21 September 2026, yang menandai tonggak penting bagi institusi pendidikan tinggi tersebut. Prosesi wisuda ini mengukuhkan para lulusan dari jenjang Strata 1 (S1) dan Diploma 3 (D3) yang berasal dari berbagai daerah di tanah air.
Rektor UnBIM, Dr. apt. Ajeng Dian Pertiwi, M.Farm., mengungkapkan rasa bangganya terhadap para wisudawan dan wisudawati yang hadir dari beragam wilayah. Tidak hanya dari sekitar Lombok, para mahasiswa yang diwisuda juga datang dari Pulau Sumbawa, Bima, Dompu, Bali, hingga yang terjauh berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT). Pihaknya juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para orang tua dan wali mahasiswa yang telah sukses mengantarkan anak-anak mereka hingga menyelesaikan pendidikan tinggi.
Dalam wisuda kedua ini, UnBIM meluluskan mahasiswa dari lima program studi unggulan, yaitu:
S1 Farmasi
D3 Teknologi Laboratorium Medis
D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan
S1 Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak
D3 Pengolahan Arsip Rekaman Informasi
Dr. Ajeng menjelaskan bahwa kelima program studi tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan nyata di dunia usaha, dunia pemerintahan, dan dunia industri (DUDI). Bahkan, sejumlah lulusan fresh graduate langsung mendapatkan peluang penyerapan kerja.
“Kami sudah bekerja sama untuk penyerapan mahasiswa baru lulus hari ini. Di antaranya siap terserap di RS Patut Patuh Patju, RSUP, dan hadir pula Sekda Lombok Barat yang menyampaikan kebutuhan tinggi akan tenaga arsiparis, sehingga terbuka luas bagi lulusan kita untuk mengabdi di Lombok Barat,” ujar Dr. Ajeng. Secara keseluruhan, UnBIM sendiri kini telah menaungi sekitar 20 program studi.
Momentum wisuda kali ini terasa semakin istimewa karena dirangkaikan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding / MoU) internasional. UnBIM menghadirkan langsung tiga dosen internasional asal Filipina, yakni Prof. Juro, Dr. Mortel, dan Dr. Grace.
Tidak hanya UNBIM, penandatanganan MoU ini juga melibatkan enam Perguruan Tinggi Swasta (PTS) lain di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB). Langkah ini sejalan dengan visi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) untuk mewujudkan “kampus berdampak”.
“Kami ingin memberikan dampak positif dan kemajuan bagi seluruh PTS. Tidak hanya UNBIM yang bisa go international, tetapi juga semua kampus. Mari bersama-sama mewujudkan kampus bertaraf internasional serta mendukung visi NTB yang makmur dan mendunia,” tegas Dr. Ajeng.
Kerja sama internasional yang dijalin UnBIM mencakup implementasi Tridharma Perguruan Tinggi, yang meliputi:
Pendidikan: Ketiga profesor asal Filipina tersebut resmi menjadi bagian dari jajaran dosen UnBIM dan akan aktif mengajar, baik secara online maupun offline mulai bulan ini.
Penelitian (Join Research): Mengingat para profesor dari Filipina memiliki rekam jejak publikasi penelitian bertaraf internasional (terindeks Scopus), mereka mengajak para dosen dan peneliti UnBIM untuk melakukan riset bersama (join research).
Pengabdian kepada Masyarakat: UnBIM bersama para dosen asing telah melakukan kegiatan pengabdian di Pantai Kuranji. Kegiatan ini memberikan inspirasi tersendiri, mengingat aktivitas pengabdian masyarakat merupakan hal yang unik bagi akademisi asal Filipina karena tidak menjadi kewajiban pokok di negara asal mereka.
Di akhir pesannya, Rektor UnBIM berpesan kepada para alumni agar ikatan kekeluargaan melalui ikatan alumni terus dijaga. Dengan pembekalan ilmu selama masa studi, para lulusan diharapkan mampu menjadi tenaga profesional yang berkontribusi positif tidak hanya bagi Lombok, tetapi juga untuk tingkat nasional maupun internasional.















