Lombok Barat – Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Lombok Barat menerima sejumlah mahasiswa Program Studi Tadris IPA Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram. Dalam upaya menyelaraskan teori akademik dengan praktik di lapangan, melakukan kunjungan akademik Kegiatan ini difokuskan pada observasi praktik penggunaan media pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di ruang kelas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kunjungan yang merupakan bagian dari penugasan mata kuliah ini disambut hangat oleh pihak madrasah. Suasana antusiasme tampak jelas saat para mahasiswa memasuki lingkungan sekolah untuk mengamati langsung bagaimana guru-guru IPA di MTsN 2 Lombok Barat mengimplementasikan media ajar demi mempermudah pemahaman siswa terhadap materi yang kompleks.
Kepala MTsN 2 Lombok Barat, H. Abdul Aziz Faradi, M.Pd., menyampaikan apresiasi tinggi atas kepercayaan UIN Mataram memilih madrasah yang dipimpinnya sebagai lokasi praktik lapangan. Menurutnya, sinergi antara lembaga pendidikan menengah dan perguruan tinggi sangat krusial dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang dinamis.
“Sinergi ini bukan hanya bermanfaat bagi mahasiswa sebagai calon pendidik, tetapi juga menjadi sarana refleksi bagi guru-guru kami di sini. Melalui pengamatan ini, guru dapat memperoleh masukan dan perspektif baru untuk terus mengembangkan metode serta media pembelajaran yang lebih inovatif di masa depan,” ujar H. Abdul Aziz Faradi.
Selama proses observasi, mahasiswa Tadris IPA melakukan pengamatan komprehensif terhadap berbagai aspek pembelajaran. Fokus utama mereka meliputi efektivitas penggunaan alat bantu ajar, variasi metode penyampaian materi, hingga kualitas interaksi antara guru dan siswa di dalam kelas. Tak hanya sekadar mengamati, para mahasiswa juga diberi ruang untuk berdiskusi langsung dengan guru pengampu mengenai tantangan dan strategi dalam menyusun media pembelajaran yang efektif.
Salah satu mahasiswa peserta kegiatan mengungkapkan bahwa pengalaman terjun langsung ke sekolah memberikan gambaran yang jauh lebih nyata dibandingkan sekadar belajar di ruang kuliah.
“Pengalaman ini sangat berharga bagi kami. Kami bisa melihat bagaimana sebuah media pembelajaran benar-benar berfungsi di tengah dinamika kelas yang sebenarnya. Ini menjadi bekal penting bagi kami untuk membangun kompetensi sebagai calon guru IPA nantinya,” ungkapnya.
Kegiatan observasi ini diakhiri dengan harapan besar agar hubungan kerja sama antara MTsN 2 Lombok Barat dan UIN Mataram terus berkelanjutan. Kolaborasi positif dan konstruktif semacam ini diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan Islam, khususnya dalam bidang sains di wilayah Nusa Tenggara Barat.














