Lombok Barat, GO NTB — Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Lombok Barat (Lobar), H. Abdul Azis Faradi, M.Pd., membuat terobosan baru dengan menggulirkan Gerakan Literasi dan Numerasi Madrasah (GLNM). Langkah ini diambil untuk menumbuhkan kebiasaan membaca, menulis, dan berhitung (habit), sekaligus menjadikannya praktik baik bagi para siswa sebagai persiapan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Menurut H. Abdul Azis, pada usia tingkat MTs atau sederajat, siswa tidak boleh terlalu terjebak pada konsep-konsep yang bersifat teoretis semata. Mereka membutuhkan contoh dan bukti nyata dalam melakukan kegiatan membaca dan berhitung.
“Sehingga mereka memiliki kemampuan mendasar yang kuat ke depan dalam mengasah pola pikir dan berliterasi,” tandas H. Abdul Azis, Jumat 25 September 2026.
Untuk memastikan kesuksesan peluncuran dan pelaksanaan program GLNM ini, pihak madrasah telah menetapkan panduan teknis pelaksanaannya bagi para guru dan siswa, yang meliputi:
1. Penyediaan Bahan Bacaan: Setiap guru pembimbing menyiapkan bahan bacaan yang sesuai dengan mata pelajaran yang diampu, kemudian dicetak (print out) sesuai dengan jumlah kelompok atau murid.
2. Pembagian Kelompok Belajar: Setiap kelas dibagi menjadi 2 kelompok besar (disesuaikan dengan jumlah pembimbing di kelas tersebut). Selanjutnya, setiap kelompok besar dibagi lagi menjadi 2–3 kelompok kecil, di mana masing-masing kelompok kecil beranggotakan 4–5 orang murid.
3. Analisis dan Penugasan: Setiap pembimbing mendistribusikan bahan bacaan kepada kelompok kecil yang menjadi tanggung jawabnya untuk dibaca, dianalisis, dan diselesaikan tugas-tugas yang diberikan.
4. Presentasi Hasil: Tugas yang diberikan diupayakan agar dapat dipresentasikan oleh setiap kelompok di depan kelas.
Melalui program terstruktur ini, MTsN 2 Lombok Barat optimis dapat melahirkan generasi pelajar yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki budaya literasi dan numerasi yang kuat sebagai bekal masa depan mereka.















