Lombok Barat, GO NTB — Suasana pendaftaran Calon Kepala Desa (Pilkades) Kuripan pada Kamis pagi (1/10/2026) terasa berbeda. Petahana Kepala Desa Kuripan, Hasbi, S.IP., resmi mendaftarkan diri secara mandiri tanpa kawalan massa maupun iring-iringan kemeriahan.
Sekitar pukul 07.00 WITA, dari kediamnnya Hasbi seorang diri menuju tempat pendaftaran. Langkah tenang ini ia pilih sebagai simbol kesiapan pribadi, kematangan sikap, dan kerendahan hati dalam menghadapi proses demokrasi.
“Saya tidak harus datang dengan keramaian untuk menunjukkan kesungguhan. Saya cukup datang dengan niat, pengalaman pengabdian, dan tanggung jawab kepada masyarakat,” ujar Hasbi.
Sebagai sosok yang mengemban amanah pimpinan Desa Kuripan sejak tahun 2019 hingga 2026, Hasbi menegaskan bahwa keputusannya maju kembali bukan karena merasa paling sempurna. Keikutsertaannya dalam Pilkades kali ini didasari oleh keinginan untuk menuntaskan program-program pengabdian yang sedang dan akan berjalan. Menurutnya, pengalaman selama satu periode menjadi bekal berharga untuk melanjutkan pembangunan desa, bukan memulai dari nol.
Momentum pendaftaran yang bertepatan dengan Hari Kesaktian Pancasila pada 1 Oktober ini juga dijadikan pengingat pentingnya menjaga nilai-nilai kebangsaan, persatuan, dan penghormatan terhadap perbedaan selama masa kontestasi politik desa.
“Perjalanan ini tidak pernah tentang diri sendiri, melainkan tentang masyarakat dan masa depan Kuripan. Kepada Allah SWT saya berserah diri, dan kepada masyarakat saya menghormati sepenuhnya hak untuk menentukan pilihan,” tambahnya.
Mengusung semangat “Demokrasi Adem Ayem, Kuripan Tetap Bersaudara”, Hasbi mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk menyambut Pilkades dengan santun dan menyejukkan. Ia menekankan bahwa perbedaan pilihan dan pandangan politik tidak boleh merusak tali silaturahmi dan persaudaraan antarwarga Desa Kuripan.















