Lombok Barat, GO NTB — Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Lombok Barat bersinergi dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lombok Barat da dalam mendukung pengembangan prestasi generasi muda. Kolaborasi tersebut terwujud dalam penyerahan apresiasi dan penghargaan bagi para pemenang Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat Kabupaten Lombok Barat.
Kepala Kantor Kemenag Lombok Barat, H. Muliadi, M.Pd.I., menjelaskan, ajang OMI tingkat Kabupaten Lombok Barat diikuti oleh 755 peserta. Dari total peserta tersebut, terpilih 33 siswa terbaik yang meraih Juara 1, 2, dan 3 pada masing-masing cabang lomba.
“Para peraih juara 1, 2, dan 3 inilah yang menjadi wakil Lombok Barat untuk bertanding di tingkat provinsi. Namun, untuk tingkat provinsi nanti hanya peraih Juara 1 yang berhak mendapatkan tiket mewakili NTB ke tingkat nasional. Mohon doa dan dukungannya agar siswa kita ada yang lolos hingga tingkat nasional,” jelas H. Muliadi.
Guna mengoptimalkan persiapan menuju tingkat provinsi, Kemenag Lobar memanfaatkan jeda waktu dengan memberikan bimbingan intensif yang dikawal langsung oleh para guru pembimbing dan pengawas madrasah. H. Muliadi juga mengapresiasi peran orang tua yang terus memberikan dukungan moral dan ketenangan bagi anak-anak mereka selama masa persiapan.
Di tingkat satuan pendidikan, perwakilan MTsN 1 Lombok Barat turut mengukir prestasi membanggakan. Kepala MTSN 1 Lobar Khairil Anwar melalui Koordinator Olimpiade MTsN 1 Lobar, Izraq, mengungkapkan bahwa keberhasilan para siswanya tidak diraih secara instan, melainkan melalui pembinaan berkelanjutan sejak kelas 7.
“Anak-anak ini luar biasa, disiplin latihan setiap hari, serta memiliki rasa hormat yang tinggi kepada orang tua dan guru. Pembinaan sudah dimulai sejak awal mereka masuk kelas 7 hingga kini kelas 9. Kami berharap mereka bisa terus melaju hingga tingkat nasional dan membanggakan sekolah serta daerah,” ujar Izraq.
Salah satu siswa peraih juara dari MTsN 1 Lobar, Zafira Azahra Al-Serjani (kelas 9A) yang berlaga di cabang Olimpiade Matematika, menyatakan kesiapannya untuk bersaing di tingkat provinsi bersama rekannya, Wahaulakarima.
“Persiapan terus kami tingkatkan karena persaingan di tingkat provinsi tentu lebih berat melawan perwakilan dari kabupaten/kota lain. Namun kami tetap optimis dan siap memberikan yang terbaik,” tutur Zafira.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, lembaga zakat, madrasah, serta peran aktif orang tua, Lombok Barat optimis dapat melahirkan generasi penerus yang cerdas, berkarakter, dan berprestasi di kancah nasional.
Sementara itu Ketua BAZNAS Lombok Barat, TGH. Taisir Al-Azhar, kehadirannya dan dukungan BAZNAS merupakan bentuk komitmen dalam memperkuat program-program Kemenag yang dinilai sejalan dengan kaidah syar’i.
“Kemenag adalah pembina kami. Kehadiran kami di sini bukan semata-mata penyerahan dukungan BAZNAS, tetapi juga dalam rangka menghadiri Apel Hari Kesaktian Pancasila untuk terus memperkuat kolaborasi dan sinergi,” ujar TGH. Taisir.
TGH. Taisir berharap para santri dan siswa yang berhasil menjuarai OMI tingkat kabupaten tetap percaya diri serta terus mengasah kemampuan menjelang kompetisi tingkat provinsi. “Tingkat provinsi tentu persaingannya jauh lebih ketat. Tetap semangat dan fokus agar bisa meraih juara hingga melaju ke tingkat nasional,” tambahnya.















