Jepang Sekarang! Direktur BTLK: Makan Berlabel Halal Tidak Ada, Tetapi Ngak Susah Cari Makanan Halal

- Reporter

Sabtu, 15 Februari 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Kegiatan Sosial Kemanusiaan
+ Donasi

Direktur Utama Lembaga Pelatihan Kerja Swasta Sending Organization (SO) Bali Tosha Lombok Kochi (BTLK), Abdurahman (kanan) bersama Dr. H. Zulkahfi, S.Kep, Ners, M.Kes, Rektor Institut Kesehatan Yarsi Mataram dalam Podcast Sabtu (15/02/2025). Foto (tangkapan layar).

Direktur Utama Lembaga Pelatihan Kerja Swasta Sending Organization (SO) Bali Tosha Lombok Kochi (BTLK), Abdurahman (kanan) bersama Dr. H. Zulkahfi, S.Kep, Ners, M.Kes, Rektor Institut Kesehatan Yarsi Mataram dalam Podcast Sabtu (15/02/2025). Foto (tangkapan layar).

Mataram, GONTB – Direktur Utama Lembaga Pelatihan Kerja Swasta Sending Organization (SO) Bali Tosha Lombok Kochi (BTLK), Abdurahman mengatakan bahwa sekarang di Negara Jepang hampir tidak di jumpai produk atau makanan Jepang yang berlabel Halal seperti kebanyakan di Negara Indonesia.

Jelas Rama sapaan akrab Direktur Utama BTLK bahwa untuk mendapatkan Label Halal atau pun Logo halal sangat mahal biayanya.

Baca Juga:  Whales: Giants of the Ocean

Bagaimana tidak kata dia, karena produsen yang ingin melabelkan produknya harus mendatangkan tim halal internasional untuk dilakukan survey.

“Tapi menu halal sudah nggak susah kok di Jepang apalagi di daerah Tokyo, karena banyak restoran orang muslim di Jepang mulai dari penjualnya dari Pakistan, India,” jelas Rama dilansir dari podcast BBCL Studio Institut Kesehatan Yarsi Mataram. Sabtu (15/02/2025).

Baca Juga:  Komitmen! PLN NTB Tingkatkan Budaya Tanggap Darurat lewat Simulasi Gempa

Podcast yang dipandu langsung oleh Rektor Yarsi Mataram, Dr. H. Zulkahfi, S.Kep, Ners, M.Kes tersebut dalam rangka memberikan gambaran, bekal dan persiapan kepada para mahasiswa dan mahasiswi Institut Kesehatan masuk dunia internship ke Jepang.

Baca Juga:  Pelantikan Perbasasi NTB, Baseball-Softball Bersiap Menuju PON 2028

“Ini sebagai persiapan para perawat, bidan untuk menjadi tenaga kesehatan khususnya melayani lansia rumah sakit di Jepang,” katanya.

Berita Terkait

Sambut Hari Santri ke-12, Pimpinan Ponpes Darul Hikmah NWDI Serukan Aksi Sosial dan Adaptasi AI
Kepala Kemenag Lombok Barat Tekankan Pentingnya Kembalikan Peran Utama Pondok Pesantren di Peringatan Hari Santri 2026
Kisruh Saling Pecat di Partai PPP NTB , Guru Besar Hukum: Lihat Sesuai Peraturan Organisasi
Saiful Anshori Usung Program “Satu Data Warga” Bantu Bantuan Lebih Tepat Sasaran
Rangga Berharap Mohan Bawa NTB Tembus Lima Besar PON
PLN UP3 Selaparang Siagakan SPKLU Fast Charging di MotoGP 2026, ini Lokasinya
“Teberiuk” untuk Montong Are, Heri Iskan Daftar Calon Kades
Maju Lagi, H. Khotamallah Fokus Peningkatan Ekonomi Masyarakat Telagawaru

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:07

Sambut Hari Santri ke-12, Pimpinan Ponpes Darul Hikmah NWDI Serukan Aksi Sosial dan Adaptasi AI

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:54

Kepala Kemenag Lombok Barat Tekankan Pentingnya Kembalikan Peran Utama Pondok Pesantren di Peringatan Hari Santri 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:54

Kisruh Saling Pecat di Partai PPP NTB , Guru Besar Hukum: Lihat Sesuai Peraturan Organisasi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 10:20

Saiful Anshori Usung Program “Satu Data Warga” Bantu Bantuan Lebih Tepat Sasaran

Selasa, 13 Oktober 2026 - 23:00

Rangga Berharap Mohan Bawa NTB Tembus Lima Besar PON

Berita Terbaru