Khawatir Kejelasan Nasib Mereka, Forum Aliansi Honorer NTB Tuntut BKD Transparan

Ramli Ahmad, S.Pd

- Reporter

Senin, 4 Agustus 2025 - 20:04 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mataram, GONTB – Pertemuan antara Forum Tenaga Honor Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi NTB pada Senin, 4 Agustus 2025, meninggalkan banyak tanya dan kekecewaan di kalangan ribuan tenaga honor. Khususnya mereka yang tergabung dalam “Rombongan 4” (R4), yakni peserta non-ASN yang berhasil lulus seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tetapi tidak terdaftar secara resmi.

Kepala Bidang Pengadaan, Pemberhentian, dan Informasi BKD NTB, Rian Prianda, dalam pertemuan tersebut menjelaskan bahwa pemerintah provinsi saat ini sedang melakukan pemetaan terhadap 9.616 tenaga non-ASN yang belum memiliki formasi, termasuk 3.614 orang dari R4.

Baca Juga:  Pelantikan Pengurus MUI NTB, Masalah Sosial Jadi Perhatian

Proses pemetaan ini, katanya, berdasarkan pada ketersediaan anggaran, kebutuhan organisasi, dan status keaktifan tenaga kerja.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pengaturan kondisi kami harus menunggu kebijakan dari pusat. Sesuai undang-undang, penyelesaiannya dibatasi hingga 31 Desember 2025,” ungkap Rian.

Ia juga menyoroti bahwa batas total belanja pegawai NTB sudah melebihi 30% dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), menambah beban tantangan dalam proses penyelesaian ini.

Berdasarkan pernyataan ini, Ketua Forum Tenaga Honor, Nasrullah, menyatakan bahwa mereka masih belum mendapatkan kejelasan konkret tentang nasib mereka.

“Kami merasa pernyataan BKD masih terlalu umum. Menunggu hingga 31 Desember 2025 seolah menjadi ‘bahasa pahit manis’ yang bisa berujung pada pemecatan massal,” jelasnya.

Baca Juga:  I Putu Dedy Saputra Resmi dilantik Jadi Ketua ORADO Provinsi NTB periode 2026–2030

Ia menegaskan kekhawatirannya terhadap dampak yang mungkin timbul jika banyak tenaga honor yang terpaksa dirumahkan.

“Kita khawatir NTB yang kita cintai ini bisa tercederai dengan banyaknya PHK,” tegas Nasrullah.

Dalam upayanya untuk mencari kejelasan, Nasrullah dan anggotanya memutuskan untuk melakukan hearing dengan DPR dan mendatangi Gubernur NTB, guna mendesak transparansi dan solusi menyangkut nasib ribuan tenaga honor yang terancam rentan di tengah kondisi pasar kerja yang sulit.

Sekretaris Forum, Sahabudi, juga menunjukkan kekecewaannya atas kurangnya transparansi dari BKD, terutama dalam akses informasi.

Baca Juga:  Gubernur NTB Tegaskan ‘RPJMD sebagai Kitab Suci’ Pedoman Pembangunan 2026

“Mereka tidak bersedia memasukkan kami ke dalam grup untuk informasi yang lebih terbuka. Justru diarahkan untuk hearing,” tuturnya.

Budi menekankan pentingnya keterbukaan informasi dari BKD dan meminta Gubernur untuk tidak berpangku tangan terkait isu yang sangat mengkhawatirkan ini.

“Nasib ribuan tenaga honor yang terancam dirumahkan di tengah kesulitan mencari pekerjaan adalah hal yang sangat serius,” ungkapnya.

Dengan berbagai tantangan dan ketidakpastian yang dihadapi saat ini, Forum Tenaga Honor NTB bertekad untuk terus memperjuangkan hak-hak mereka dan berupaya mendapatkan kepastian mengenai masa depan mereka yang lebih baik. ***

Follow WhatsApp Channel gontb.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kejurprov ORADO NTB 2026 Tuntas, Talenta Atlet Terbaik Siap Tampil di Kejurnas
Tim Paskib MTs.Negeri 2 Lobar, Borong Piala Ajang Lomba Paskib Pelajar SMP/ MTs Se- NTB DI SMAN 7 Mataram
MTsN 2 Lombok Barat Peringati HUT ke-68 Lobar: Kobarkan Semangat “Pacu Begawaian” Lewat Budaya Kerja 5K
Waoo! Inovasi Keren Guru MTsN 2 Lombok Barat: Hidupkan Literasi Al-Qur’an Melalui Seni Kaligrafi
Wujudkan Syukur, WEFA dan Human Initiative Salurkan Bantuan Perlengkapan Ibadah bagi Santri Ponpes Nurussalam Tanak Awu
Pelantikan Pengurus MUI NTB, Masalah Sosial Jadi Perhatian
Mi6 Dukung Perpres No 4 Tahun 2026 tentang Pengendalian Lahan Sawah : Data Harus Rapi, Daerah Jangan Dibelenggu
Anggota DPR RI Fauzan Khalid Apresiasi Digitaliasi Pelayanan Pertanahan di Kota Tangerang
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 11:10 WITA

Kejurprov ORADO NTB 2026 Tuntas, Talenta Atlet Terbaik Siap Tampil di Kejurnas

Minggu, 19 April 2026 - 18:38 WITA

Tim Paskib MTs.Negeri 2 Lobar, Borong Piala Ajang Lomba Paskib Pelajar SMP/ MTs Se- NTB DI SMAN 7 Mataram

Jumat, 17 April 2026 - 12:01 WITA

MTsN 2 Lombok Barat Peringati HUT ke-68 Lobar: Kobarkan Semangat “Pacu Begawaian” Lewat Budaya Kerja 5K

Rabu, 15 April 2026 - 20:34 WITA

Wujudkan Syukur, WEFA dan Human Initiative Salurkan Bantuan Perlengkapan Ibadah bagi Santri Ponpes Nurussalam Tanak Awu

Sabtu, 11 April 2026 - 22:20 WITA

Pelantikan Pengurus MUI NTB, Masalah Sosial Jadi Perhatian

Berita Terbaru