Biogas, Tekan Uang Dapur

Selasa, 2 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

GONTB – Dalam pengelolaannya, sampah yang masuk ke TPST, jelas Kades Ratmaji  tidak semuanya diolah menjadi pupuk dan batako. Ada sebagian sampah organik yang dimanfaatkan untuk biogas. “Ada dua instalasi biogas di TPST,” katanya

Biasanya, kata Kades Ratmaji  para pekerja di TPST memanfaatkan kompor biogas saat ingin menyeduh kopi dan keperluan lain yang menggunakan air mendidih

“Para pekerja di TPST tidak pelru lagi memikirkan beli gas  untuk memasak air. Cukup manfaatkan biogas dari sampah,” katanya.

Baca Juga:  Berikut ini Peserta Lulus Tes Wawancara Komisi Informasi NTB

Agar bisa mendapatkan manfaat dari sampah terutama biogas, jelas Kades Ratmaji sampah dimasukan dalam tabung (inlet) dengan ditekan dan menggunakan air. Ketika sudah masuk penampungan maka dibiarkan berproses hingga keluar gas. Gas ini kemudian disalurkan lewat instalasi ke kompor.

“Kalau ingin masak air atau lainnya, tinggal nyalakan kompornya,” katanya.

Baca Juga:  Ederma Clinik Hadirkan Tekhnologi Kecantikan Wonder Face Pertama di Indonesia Tanpa Bedah dan Suntik

Warga lainnya, Yanti mengaku dengan memanfaatkan biogas dirinya mampu menekan biaya untuk pembelian gas melon.

“Sebelum menggunakan biogas, seminggu sekali beli gas. Tapi setelah pakai biogas, dua minggu sekali baru beli gas melon,’ katanya.

Meski sama-sama menggunakan biogas, namun sumber biogas yang digunakan berbeda.

“Sejak tiga tahun lalu, kami menggunakan kotoran sapi untuk biogas,” katanya.

Menurut Kepala Desa Semparu, Lalu Ratmaji Hijrat anggaran untuk membuat instalasi biogas baik yang ada di TPST maupun rumah warga, diambil dari dana desa. Sedang yang membuat instalasi kompor biogas pihak lain.

Baca Juga:  Cuaca Ekstrem di Lombok, PLN NTB Tuntaskan Pemulihan Kelistrikan

“Kami bekerja sama dengan Yayasan Rumah Energi (YRE) dalam membuat instalasi kompor biogas,” katanya.

Ratmaji mengaku, dipilihnya Yayasan Rumah Energi untuk membuat instalasi biogas karena pihaknya tidak memiliki keahlian di bidang tersebut

Penulis : Dedi Suhadi

Editor : Lalu Sahid Wiadi

Sumber Berita: Liputan GONTB

Berita Terkait

Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik, PLN Hadirkan Layanan SPKLU di Lombok Garden Hotel
DEN Dorong Peran Riset Kampus dan Ketahanan Energi Daerah
Tarif Listrik Agustus 2026 Tetap, PLN Siap Jalankan Kebijakan Pemerintah dan Jaga Kualitas Layanan ke Masyarakat
Peta Tribun Penonton MotoGP Mandalika 2026
Hari Kemerdekaan RI ke-81, PLN UIW NTB Tegaskan Peran Perempuan sebagai Penggerak Pelayanan dan Transisi Energi Bersih
Tanpa Padam di Sumbawa, PDKB PLN UIW NTB Perkuat Keandalan Listrik
Listrik Andal! ini yang dilakukan PLN UPK Bangka Belitung
Pelayanan Prima PLN UIW NTB Makin Optimal, SPKLU Selong Permudah Pengguna Kendaraan Listrik Lewat PLN Mobile

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 22:35

Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik, PLN Hadirkan Layanan SPKLU di Lombok Garden Hotel

Jumat, 21 Agustus 2026 - 20:00

DEN Dorong Peran Riset Kampus dan Ketahanan Energi Daerah

Senin, 3 Agustus 2026 - 16:18

Tarif Listrik Agustus 2026 Tetap, PLN Siap Jalankan Kebijakan Pemerintah dan Jaga Kualitas Layanan ke Masyarakat

Rabu, 29 Juli 2026 - 07:22

Peta Tribun Penonton MotoGP Mandalika 2026

Minggu, 26 Juli 2026 - 21:46

Hari Kemerdekaan RI ke-81, PLN UIW NTB Tegaskan Peran Perempuan sebagai Penggerak Pelayanan dan Transisi Energi Bersih

Berita Terbaru

Go NTB

Desa Berdaya Bermanfaat untuk Menekan Tingginya PMI

Kamis, 17 Sep 2026 - 09:04