Mataram, GO NTB – Universitas Bima Internasional (UNBIM) merayakan hari jadinya yang pertama (Milad ke-1) dengan sederet pencapaian gemilang. Dalam kurun waktu satu tahun sejak bertransformasi menjadi universitas, UNBIM telah mengukuhkan diri sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) unggul dengan raihan prestasi di tingkat nasional maupun internasional.
Rektor UNBIM, Dr. Apt. Ajeng Dianpratiwi, M.Farm., menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas dedikasi seluruh civitas akademika. Ia mengungkapkan bahwa dalam satu tahun terakhir, UNBIM berhasil mendapatkan 23 hibah dari pemerintah.
“Kami sangat bersyukur, UNBIM telah menunjukkan taringnya sebagai PTS unggul. Salah satu kontribusi nyata kami adalah membantu pemerintah dalam kajian penurunan angka stunting di Lombok Barat. Selain itu, kami juga bangga atas apresiasi berupa award dari LL DIKTI Wilayah VIII. Kami optimis UNBIM akan terus berkembang pesat ke depannya,” ujar Dr. Ajeng.
Filosofi Tokoh Bima dan Komitmen Lingkungan Pembina UNBIM, Associate Prof. Dr. Syamsuriansah, mengenang perjalanan panjang institusi ini yang sebelumnya berdiri selama 18 tahun sebagai Politeknik Medica Farma Husada (MFH). Ia menjelaskan bahwa penamaan “Bima” pada universitas ini terinspirasi dari tokoh pewayangan Bima.
“Nama Bima dipilih karena kami ingin melahirkan calon pemimpin yang pantang menyerah, berpikir kritis, dan berdampak bagi masyarakat. Kami membekali mahasiswa dengan lima profil utama, salah satunya adalah open-minded terhadap perbedaan agama, ras, dan suku, serta memiliki rasa kepedulian (caring) yang tinggi,” jelas Dr. Syamsuriansah.
Lebih lanjut, ia menekankan hari lahir UNBIM yang jatuh pada 22 April bertepatan dengan Hari Bumi Sedunia. Hal ini mendasari komitmen universitas untuk konsisten dalam gerakan lingkungan, seperti program Zero Waste dan meminimalisir penggunaan plastik.
“Setiap tahun, wajib bagi UNBIM melaksanakan kegiatan yang berdampak positif bagi lingkungan,” tambahnya.
Ekspansi dan Prestasi Internasional Dalam perayaan tersebut, terungkap bahwa UNBIM mengalami pertumbuhan pesat dari sisi jumlah mahasiswa, yang awalnya hanya 11 orang saat masih berbentuk politeknik, kini telah mencapai 1.500 mahasiswa. Sebagai bentuk komitmen pengembangan, Yayasan Medika Cipta Mandiri Mataram telah menyiapkan lahan seluas 1 hektare di Kabupaten Lombok Barat untuk ekspansi kampus.
UNBIM juga dikenal sebagai pionir kolaborasi internasional di Asia Tenggara. Prestasi terbaru adalah meraih penghargaan di ajang Aptisi Awards di Bali untuk kategori PTS dengan program studi umum terbanyak. Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, pihak yayasan juga memberikan hadiah Umroh kepada dua orang dosen, yakni Ibu Jumari Ustiawati (Kepala LPM) dan Ibu Ika Nurfajri Mentari (Wakil Rektor II).
Apresiasi dari LL DIKTI Wilayah VIII Kepala LL DIKTI Wilayah VIII, Dr. Ir. I Gusti Lanang Bagus Eratodi, turut memberikan apresiasi tinggi kepada UNBIM. Menurutnya, UNBIM adalah contoh nyata kampus yang sehat dan adaptif.
“Pemerintah terus berupaya menyehatkan perguruan tinggi dari 4.500 menjadi 3.500 yang berkualitas. UNBIM, melalui penggabungan dan perubahan bentuknya, telah menunjukkan kontribusi dalam menyehatkan ekosistem pendidikan tinggi. Program studi yang ditawarkan sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat, khususnya di bidang kesehatan dan pendidikan,” tutur Dr. Gusti Lanang.
Ia juga berharap UNBIM dapat memainkan peran penting dalam meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi nasional menuju target 38 persen. Dengan prodi-prodi yang terbarukan dan tidak jenuh, UNBIM diyakini memiliki masa depan yang luar biasa sebagai pusat keunggulan akademik di Nusa Tenggara Barat.***















