Wisata Desa Bonjeruk Tawarkan  Wisata Budaya dan Sejarah

Kamis, 26 Desember 2024

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Panorama Keindahan alam, Kolase Wisatawan sedang menikmati bersepada dan menikmati kuliner di tengah Persawahan. Foto (Dedi Suhadi)

Panorama Keindahan alam, Kolase Wisatawan sedang menikmati bersepada dan menikmati kuliner di tengah Persawahan. Foto (Dedi Suhadi)

GONTB –  Desa Wisata Bonjeruk Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat pada tahun 2021 masuk dalam 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) yang diinisiasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Desa yang sudah ada sejak 1886 di masa Kolonial Belanda ini memiliki berbagai keunggulan yang layak di kunjungi wisatawan mulai dari keindahan alam dengan wisata desa, budaya serta sejarah.

Baca Juga:  Tingkatkan Pelayanan Pariwisata, Dispar NTB Programkan Pendampingan Pengelola Destinasi Wisata

“Kalau dari keindahan alam, Desa Bonjeruk menawarkan wisata desa. Artinya, wisatawan diajak bersepeda keliling desa dan berinteraksi dengan warga,” kata Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Bonjeruk, Usman, Kamis 26 Desember 2024.

Baca Juga:  Menpar: Aquabike Jetski World Championship 2024 Tingkatkan Pariwisata Danau Toba

Dari sisi budaya, jelas Usman wisatawan bisa menikmati  atraksi budaya seperti gendang beleq, peresean  atau budaya lainnya. Jika ingin melihat atraksi budaya yang lebih banyak, maka wisatawan bisa datang saat ulang tahun Desa Bonjeruk setiap bulan Agustus.

“Banyak event budaya yang melibatkan masyarakat selain kuliner,” katanya.

Baca Juga:  Wisata Pantai Ampenan, Pesona Alam Kaya Peninggalan Sejarah

Sedang dari sisi sejarah, kata Usman di Bonjeruk masih ada kantor  distrik pertama yang dibangun pada 1933 selain  Masjid Raden Nunu Unas yang dibangun pada 1800-an dan situs geologi di sungi Bonjeruk.

“Kami menyebut kantor Distrik pada zaman Kolonial dengan sebutan Gedeng Beleq,” katanya.

Berita Terkait

Menyegarkan Jiwa di Air Terjun Lombok yang Menakjubkan, Berikut Pilihannya
Berdampak Bagi Pariwisata, ASITA NTB Apresiasi Peningkatan Frekuensi Penerbangan Singapura – Lombok
Air Terjun Mangku Sakti, Permata Alam di Lombok Timur
Wisata Pantai Ampenan, Pesona Alam Kaya Peninggalan Sejarah
Wakil Wali Kota Mataram Berikan Sambutan Hangat untuk Delegasi Diplomatik Dunia
Penyelenggara Event Daerah Terbaik, Merumatta Senggigi Lombok Terima Penghargaan, ini gelaran Berikutnya
Tingkatkan Pelayanan Pariwisata, Dispar NTB Programkan Pendampingan Pengelola Destinasi Wisata
Pariwisata, Sumber PAD yang Tak akan Habis

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:40

Menyegarkan Jiwa di Air Terjun Lombok yang Menakjubkan, Berikut Pilihannya

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:16

Berdampak Bagi Pariwisata, ASITA NTB Apresiasi Peningkatan Frekuensi Penerbangan Singapura – Lombok

Sabtu, 21 Juni 2025 - 15:05

Air Terjun Mangku Sakti, Permata Alam di Lombok Timur

Sabtu, 17 Mei 2025 - 21:14

Wisata Pantai Ampenan, Pesona Alam Kaya Peninggalan Sejarah

Jumat, 9 Mei 2025 - 10:21

Wakil Wali Kota Mataram Berikan Sambutan Hangat untuk Delegasi Diplomatik Dunia

Berita Terbaru