Mataram, GO NTB – Ketua Asosiasi Travel Agent Indonesia (ASITA) Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB), Sellywati, memberikan apresiasi terhadap kebijakan peningkatan frekuensi penerbangan langsung dari Singapura menuju Lombok menjadi 10 kali per minggu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sellywati menilai langkah ini sebagai sinyal positif bagi industri pariwisata NTB. “Ini merupakan bukti nyata bahwa Lombok dan NT B semakin dipercaya sebagai destinasi wisata internasional yang menjanjikan,” katanya.
Menurut Sellywati, peningkatan konektivitas udara ini harus dimanfaatkan secara maksimal oleh seluruh pemangku kepentingan. Untuk itu, ASITA NTB menyatakan kesiapan untuk bersinergi dengan berbagai pihak.
“Singapura sebagai pintu masuk banyak pesawat transit dari berbagai negara didunia menjadi salah satu keuntungan bagi pariwisata NTB, Kita perlu bekerja sama dengan pemerintah, maskapai, dan seluruh pelaku industri pariwisata untuk mengoptimalkan peluang ini,” jelas Sellywati.
Asita NTB mendorong anggotanya menggencarkan kampanye pemasaran destinasi Lombok di pasar internasional, khususnya Singapura, peningkatan kualitas layanan memberikan pelatihan dan sertifikasi bagi pelaku wisata agar semakin profesional, pengembangan paket wisata menarik, menciptakan beragam pilihan paket perjalanan yang mengakomodasi berbagai segmen wisatawan.
Sellywati menegaskan, seluruh upaya tersebut dilakukan agar manfaat dari peningkatan frekuensi penerbangan dapat dirasakan oleh seluruh pelaku pariwisata dan masyarakat NTB secara luas.
“Dengan meningkatnya wisatawan mancanegara yang datang ke Lombok, diharapkan ekonomi daerah juga akan mengalami pertumbuhan yang signifikan,” tutup Sellywati.
Peningkatan rute penerbangan ini diharapkan dapat mengangkat Lombok sebagai salah satu tujuan utama wisatawan Singapura yang selama ini lebih memilih Bali sebagai destinasi utama di Indonesia.














