Geger Penemuan Jasad Bayi Diduga Hasil Aborsi di Kamar Kosan Kota Mataram

Selasa, 7 Januari 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pihak polisi dari Unit Reskrim Polsek Sandubaya Polresta Mataram saat di TKP penemuan jasad bayi. Foto (Humas Polresta Mataram)

Pihak polisi dari Unit Reskrim Polsek Sandubaya Polresta Mataram saat di TKP penemuan jasad bayi. Foto (Humas Polresta Mataram)

Mataram, GONTB – Suasana tenang di kawasan Karang Jangu, Kelurahan Saptamarga, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram, mendadak heboh setelah jasad bayi yang diduga hasil aborsi ditemukan di sebuah kamar kos pada Senin (6/1/2025) malam. Peristiwa ini langsung ditangani oleh Unit Reskrim Polsek Sandubaya Polresta Mataram.

Kapolsek Sandubaya, Kompol Imam Maladi, SIK, mengungkapkan bahwa bayi yang diperkirakan lahir prematur dalam kondisi meninggal dunia ini diduga dilahirkan secara paksa oleh ibunya, RAY (26), seorang perempuan asal Mbojo.

Kronologi Kejadian

Kasus ini terungkap setelah saksi 2, pria berinisial S asal Dompu, menerima telepon dari saksi 3, seorang perempuan bernama NR, yang meminta bantuan untuk datang ke kamar kos RAY. Ketika S dan NR tiba di lokasi, mereka menemukan RAY dalam kondisi lemas dan mengalami pendarahan hebat.

Baca Juga:  Polisi Selidiki Temuan Perempuan Dugaan Bunuh Diri di Kontrakan Gunungsari

Mengejutkannya, saksi S melihat jasad bayi tergeletak di lantai kamar kos dalam kondisi tak bernyawa. Melihat situasi kritis, S segera membawa RAY ke Rumah Sakit Kota Mataram untuk mendapatkan perawatan.

Dugaan Aborsi dengan Obat Keras

Dari keterangan pihak rumah sakit, bayi tersebut diperkirakan berusia enam bulan dalam kandungan. Diduga, RAY mengonsumsi obat keras tertentu untuk mempercepat proses persalinan. “Bayi dilahirkan secara paksa dengan konsumsi obat yang dapat memicu kontraksi,” ujar Kapolsek.

Baca Juga:  Innalillahi! Bayi Usia 1 Tahun di Mataram Meninggal Hanyut di Kali

Kapolsek juga menambahkan bahwa proses penyelidikan telah dilimpahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polresta Mataram. Hingga kini, RAY masih dirawat secara intensif di rumah sakit.

Penanganan Lanjutan

Kompol Imam Maladi menegaskan pihaknya akan mengusut tuntas kasus ini, termasuk mengidentifikasi sumber obat yang digunakan. “Kami akan mendalami lebih jauh keterlibatan pihak lain dan memastikan tindakan hukum yang sesuai,” tegasnya.

Baca Juga:  Tragis, Pemuda di Mataram Nekat Gantung Diri

Imbauan untuk Masyarakat

Kasus ini menjadi peringatan serius tentang bahaya tindakan aborsi ilegal dan penggunaan obat keras tanpa pengawasan medis. Polisi mengimbau masyarakat untuk selalu mencari bantuan medis jika menghadapi kehamilan yang tidak diinginkan dan tidak mengambil tindakan sendiri yang membahayakan nyawa.

Kini, aparat kepolisian terus menyelidiki fakta-fakta yang mengelilingi kasus ini untuk mengungkap kebenaran dan memberikan keadilan bagi semua pihak yang terlibat.

Berita Terkait

Tumpahan Oli Bikin Jalan Licin, Polsek Mataram Bergerak Cepat Cegah Kecelakaan
Jelang MotoGP Mandalika 2026, Polresta Mataram Ikuti Simulasi Pengamanan Ops Mandalika Rinjani
Diduga Dipicu Puntung Rokok, Lahan Kering di Area Kuburan Cina Bagek Kembar Terbakar
Sempat Kirim Pesan ‘Jalan Lebih Dulu’, Pria Narmada Ditemukan Tergantung
Ditemukan Meninggal di Kandang Kambing, Polisi Pastikan Tak Ada Tanda Kekerasan
Breaking News : Kampung Adat Sade Lombok Tengah Terbakar
Polisi Selidiki Temuan Perempuan Dugaan Bunuh Diri di Kontrakan Gunungsari
Kerugian Ditaksir Capai Rp20 Juta, 1 Rumah Terbakar di Mataram

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 18:52

Tumpahan Oli Bikin Jalan Licin, Polsek Mataram Bergerak Cepat Cegah Kecelakaan

Selasa, 29 September 2026 - 16:25

Jelang MotoGP Mandalika 2026, Polresta Mataram Ikuti Simulasi Pengamanan Ops Mandalika Rinjani

Senin, 28 September 2026 - 13:13

Diduga Dipicu Puntung Rokok, Lahan Kering di Area Kuburan Cina Bagek Kembar Terbakar

Kamis, 10 September 2026 - 00:27

Sempat Kirim Pesan ‘Jalan Lebih Dulu’, Pria Narmada Ditemukan Tergantung

Selasa, 25 Agustus 2026 - 13:27

Ditemukan Meninggal di Kandang Kambing, Polisi Pastikan Tak Ada Tanda Kekerasan

Berita Terbaru