Bekal Menyambut Ramadhan

- Reporter

Kamis, 27 Februari 2025 - 22:04 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penulis: Aswan Nasution

Penulis: Aswan Nasution

“Layaknya seorang pengelana bijak, sebelum berangkat berkelana ia pasti akan mempersiapkan segala bekal yang diperlukan dalam perjalanannya. Begitu juga dengan seorang muslim, saat ia akan berkelana melintasi Ramadhan, segala bekal harus dipersiapkan dengan baik,” [Aa Gym].

ADA waktu istimewa dalam sehari semalam, yaitu pada sepertiga malam terakhir. Ada hari istimewa dalam seminggu, yaitu hari jumat. Ada bulan istimewa dalam setahun, itulah bulan Ramadhan.

Jika saat menyambut bulan selain Ramadhan kita tidak terlalu peduli, maka jangan sampai perlakukan Ramadhan sama seperti bulan itu. Karena Ramadhan adalah bulan khusus yang disediakan oleh Allah untuk kita.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ramadhan adalah bulan di mana kemahamurahan Allah berlimpah. Ramadhan laksana sebuah telaga bening, airnya adalah maghfirah, gemerciknya tadarus dan dzikir, tepiannya berserah diri dan sabar, dan mari berlomba-lomba menjadi ikan di dalamnya yang senantiasa menikmati telaga Ramadhan yang jernih.

Mempersiapkan Bekal

Gagal merencanakan, kata Aa Gym, sama dengan merencanakan kegagalan. Layaknya seorang pengelana bijak, sebelum berangkat berkelana ia pasti akan mempersiapkan segala bekal yang diperlukan dalam perjalanannya.

Begitu juga dengan seorang muslim, saat ia akan berkelana melintasi Ramadhan, segala bekal harus dipersiapkan dengan baik. Untuk apa? Tentu saja agar perjalanan melintasi bulan mulia itu menjadi nyaman, tidak ada kendala berarti, bebas hambatan  penuh kekhusyukan, dan Ramadhan akhirnya menjadi momentum terindah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Baca Juga:  Anggota DPR RI NasDem Fauzan Khalid Bukber dengan Warga dan Pengurus NasDem

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam [SAW] memberi kita banyak petunjuk mengenai apa saja yang perlu kita persiapkan untuk menyambut hadirnya bulan mulia ini. Di antaranya adalah:

Berdoa

Pertama, mari kita senantiasa berdoa agar Allah mempertemukan kita dengan Ramadhan. Karena datangnya ajal tak dapat ditebak. Meskipun hadirnya Ramadhan tinggal menunggu hitungan hari, bahkan hitungan jam, bisa jadi satu menit sebelum Ramadhan tiba, Izrail sudah datang menjemput. Ada orang yang pagi tadi masih segar bugar jalan-jalan pagi, siangnya sudah meninggal dunia. Ada yang kemarin sore masih bisa bersenda gurau dengan kita, malamnya tidur tidak bangun-bangun, tahu-tahu sudah meninggal dunia.

Maka Rasulullah mengajarkan satu doa yang sangat populer untuk diamalkan pada bulan Rajab dan Sya’ban, “Allahuma bariklana fii rajab wa sya’ban, wa balighna ramadhan …” Ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan Sya’ban, dan sampaikan kami ke bulan Ramdhan.[HR. Ahmad dan Tabrani].

Merancang Agenda

Ramadhan sangatlah singkat, maka mari kita manfaatkan setiap detiknya dengan amalan-amalan yang berharga. Usahakan agar setiap waktu yang berlalu tidak lepas dari ketaatan, penambahan ilmu, pembersihan diri, dan pendekatan diri kepada Allah SWT.

Baca Juga:  Buka MTQ XXXI Kecamatan Kuripan, Bupati LAZ : Kedepankan Nilai-Nilai Alqur'an Dalam Membangun Lobar

Mari rancang agenda sedetail mungkin, agar waktu Ramadhan kita berisi kegiatan-kegiatan yang padat amal. Salah satu kegiatan positif untuk mengisi Ramadhan adalah membaca agar setiap waktu luang bisa kita isi dengan update ilmu. Saat siang hari dan sedang tidak ada aktivitas, kita manfaatkan untuk menambah ilmu, baca buku-buku yang memperluas cakrawala keberagamaan kita. Begitu juga jika menunggu buka puasa itu kita manfaatkan untuk mempelajari Al Qur’an, mendengar ceramah agama, dan beragam aktivitas lain yang membuat akal kita menampung informasi dan ilmu-ilmu baru dan lain-lainnya.

Taubat

Persiapan berikutnya untuk menyambut Ramadhan, mari kita bersihkan diri dari segala dosa. Baik dosa kepada Allah, maupun dosa kepada sesama manusia. Noktah-noktah dosa yang selama ini menutupi hati dan menghijab nurani sebisa mungkin kita lunturkan sebelum memasuki Ramadhan. Ketika tumpukan dosa yang menghijab kita dengan Allah telah luntur, semoga kita lebih mudah mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Terkait dengan dosa kepada Allah, mari banyak-banyak melakukan introspeksi diri, merenungkan semua dosa yang pernah kita lakukan, sekecil apapun dosa itu, mari kita bertobat dengan memperbanyak istighfar. Sebab, tidak ada dosa kecil jika terus-menerus dilakukan, dan tidak ada dosa besar jika senantiasa disesali dan ditobati.

Baca Juga:  Kenapa Harus Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW

Terkait dengan dosa-dosa terhadap sesama, mari kita bermaaf-maafan sebelum Ramadhan tiba. Memang secara eksplisit tidak dijumpai dalil yang secara khusus memerintahkan untuk saling memaafkan sebelum Ramadhan tiba. Memang benar meminta maaf dan memaafkan seseorang dapat dilakukan kapan saja, tidak ada tuntunan syari’at harus dikumpulkan dulu dan menunggu sampai menjelang Ramadhan. Tapi betapa indahnya jika ketika memasuki bulan Ramadhan, diri kita telah terbebas dari segala dosa, baik dosa kepada Allah, maupun dosa kepada sesama manusia.

Semoga dengan tiga persiapan di atas, kita diberikan oleh Allah SWT, kesempatan lagi tahun ini untuk berjumpa dengan Ramadhan, mengoptimalkan detik demi detik Ramadhan agar padat amal, serta memasuki Ramadhan dengan hati yang jernih karena dosa-dosa yang menutup hati dari cahaya Ilahi telah luntur, hilang tidak berbekas. Wallahu a’lam bishshowab.

Selamat Menjalankan Ibadah Puasa. “Hidangan Langit Telah Tersedia, Lupakan Sejenak Santapan Duniawi.”

Follow WhatsApp Channel gontb.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Keutamaan Puasa Ramadhan Hari ke-11 Tahun 1447 Hijriah: Meraih Ampunan dan Syafaat
Puasa dan Seni Hidup dalam Perbedaan
Hikmah Memberi Maaf Menjelang Datanghya Ramadhan
Hidup Adalah Perubahan
Memperbincangkan Kembali Makna Dakwah Dewasa Ini
Umroh Super Promo Ekonomi hanya 26.9Juta 13 Hari berangkat dari Lombok
Isra’ Mi’raj: Tamsilan Perjalanan Hidup di Masa Kini
5 Keutamaan Puasa Senin dan Kamis
Berita ini 5 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 1 Maret 2026 - 05:02 WITA

Keutamaan Puasa Ramadhan Hari ke-11 Tahun 1447 Hijriah: Meraih Ampunan dan Syafaat

Senin, 23 Februari 2026 - 22:31 WITA

Puasa dan Seni Hidup dalam Perbedaan

Kamis, 5 Februari 2026 - 22:16 WITA

Hikmah Memberi Maaf Menjelang Datanghya Ramadhan

Selasa, 27 Januari 2026 - 21:06 WITA

Hidup Adalah Perubahan

Minggu, 18 Januari 2026 - 18:57 WITA

Memperbincangkan Kembali Makna Dakwah Dewasa Ini

Berita Terbaru