Harga Cabe di Mataram Tembus Rp.170 Ribu per Kilogram, Masih Berani Pedas ?

Dedi Suhadi

- Reporter

Senin, 3 Maret 2025 - 17:11 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Saenah, penjual cabe di Pasar kebon Roek, Ampenan. Foto (DSHD)

Saenah, penjual cabe di Pasar kebon Roek, Ampenan. Foto (DSHD)

GONTB – Kepala Dinas Perdagangan NTB, Baiq Nelly Yuniarti menjelaskan salah satu pemicu orang berbelanja adalah datangnya bulan Ramadhan dengan adanya jual beli barang.

Sayangnya, ketika Ramadhan tiba harga  cabe sangat tinggi yang merupakan akibat dari tidak adanya panen dan stok cabe yang menipis.

“Ini imbas dari rusaknya tanaman cabe akibat hujan yang terjadi secara terus menerus selama Imlek dan bau nyale,” katanya, Senin 3 Maret 2025.

Dengan sering terjadinya kenaikan harga cabe di pasaran, Nelly berharap pemerintah daerah memiliki petani cabe binaan yang bisa diintervensi oleh pemerintah ketika harga cabe tinggi.

“Semoga, ada kluster petani cabe yang jadi binaan Pemerintah daerah,” katanya.

Baca Juga:  Dukung Pertumbuhan Bisnis Nasabah, BNIdirect Hadirkan Fitur-Fitur Terbaru

Damayanti, seorang pembeli di Pasar Kebon Roek  berharap pemerintah segera bisa menormalkan kembali harga kebutuhan pokok.

“Sebagai ibu rumah tangga, susah ngatur uang belanja kalau harga sembako terus naik,” katanya.

Pedagang Pasar Kebon Roek, Saenah mengaku baru kali ini harga cabe di Lombok loncat.

“Kemarin harga cabe di pedagang besar masih Rp100 ribu, sekarang Rp 170 ribu per kilo,” katanya.

Baca Juga:  Harga Cabe Tinggi, Gubernur NTB : Kita akan Intervensi

Akibat naiknya harga cabe, jelas Saenah pembeli tidak ada yang berani nawar.

“Paling orang belanja Rp5 ribu atau Rp10ribu,” katanya.

Hal yang sama dikatakan, Nia pedagang lainnya. Menurutnya, banyak pembeli yang membeli cabe secara eceran.

“Harga pas seperempat atau 250 gram Rp45 ribu,” katanya. (gontb/dshd)

Follow WhatsApp Channel gontb.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pelayanan Prima PLN UIW NTB Makin Optimal, SPKLU Selong Permudah Pengguna Kendaraan Listrik Lewat PLN Mobile
PLN Deklarasikan Implementasi B50 di Maumere, Ini Tujuannya
Presiden Prabowo Resmikan Bendungan Meninting, Air Harus Sampai kepada Petani
PLN Perkuat Keandalan Kelistrikan Lombok, GM PLN Dwipantara Tinjau Pembangkit Strategis
TERBARU! Jadwal Penyeberangan dan Harga Tiket Kapal Lombok – Surabaya 5 Juli – 1 Agustus 2026
Turun Harga BBM! Ini daftar Harga BBM di Nusa Tenggara Barat
Peluang Usaha! PLN NTB Ajak Masyarakat Bermitra Bangun SPKLU
Pemerintah Siapkan Aturan Wajib RCBO Gantikan MCB
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 20:47 WITA

Pelayanan Prima PLN UIW NTB Makin Optimal, SPKLU Selong Permudah Pengguna Kendaraan Listrik Lewat PLN Mobile

Selasa, 14 Juli 2026 - 17:22 WITA

PLN Deklarasikan Implementasi B50 di Maumere, Ini Tujuannya

Jumat, 10 Juli 2026 - 20:20 WITA

Presiden Prabowo Resmikan Bendungan Meninting, Air Harus Sampai kepada Petani

Rabu, 8 Juli 2026 - 20:00 WITA

PLN Perkuat Keandalan Kelistrikan Lombok, GM PLN Dwipantara Tinjau Pembangkit Strategis

Minggu, 5 Juli 2026 - 16:03 WITA

TERBARU! Jadwal Penyeberangan dan Harga Tiket Kapal Lombok – Surabaya 5 Juli – 1 Agustus 2026

Berita Terbaru

Cucunda Penulis Berdo'a usai melaksanakan Sholat.

Go Religi

Makna Sebuah Do’a yang Mustajab

Jumat, 17 Jul 2026 - 18:17 WITA

Go NTB

Pembangunan SPALDT, Komisi III Soroti Sejumlah Persoalan

Jumat, 17 Jul 2026 - 15:01 WITA