Harga Cabe di Mataram Tembus Rp.170 Ribu per Kilogram, Masih Berani Pedas ?

- Reporter

Senin, 3 Maret 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Kegiatan Sosial Kemanusiaan
+ Donasi

Saenah, penjual cabe di Pasar kebon Roek, Ampenan. Foto (DSHD)

Saenah, penjual cabe di Pasar kebon Roek, Ampenan. Foto (DSHD)

GONTB – Kepala Dinas Perdagangan NTB, Baiq Nelly Yuniarti menjelaskan salah satu pemicu orang berbelanja adalah datangnya bulan Ramadhan dengan adanya jual beli barang.

Sayangnya, ketika Ramadhan tiba harga  cabe sangat tinggi yang merupakan akibat dari tidak adanya panen dan stok cabe yang menipis.

“Ini imbas dari rusaknya tanaman cabe akibat hujan yang terjadi secara terus menerus selama Imlek dan bau nyale,” katanya, Senin 3 Maret 2025.

Baca Juga:  Kota Mataram, Hanya Rp.170 ribu per Bulan, Internet rumah murah dan mudah untuk semua

Dengan sering terjadinya kenaikan harga cabe di pasaran, Nelly berharap pemerintah daerah memiliki petani cabe binaan yang bisa diintervensi oleh pemerintah ketika harga cabe tinggi.

“Semoga, ada kluster petani cabe yang jadi binaan Pemerintah daerah,” katanya.

Baca Juga:  Ini Harga Maksimal Beli Token Listrik Diskon 50 Persen

Damayanti, seorang pembeli di Pasar Kebon Roek  berharap pemerintah segera bisa menormalkan kembali harga kebutuhan pokok.

“Sebagai ibu rumah tangga, susah ngatur uang belanja kalau harga sembako terus naik,” katanya.

Pedagang Pasar Kebon Roek, Saenah mengaku baru kali ini harga cabe di Lombok loncat.

“Kemarin harga cabe di pedagang besar masih Rp100 ribu, sekarang Rp 170 ribu per kilo,” katanya.

Baca Juga:  28 UMKM NTB Ikuti Kurasi UNIQLO, Pemprov Buka Peluang Produk Lokal Masuk Pasar Nasional

Akibat naiknya harga cabe, jelas Saenah pembeli tidak ada yang berani nawar.

“Paling orang belanja Rp5 ribu atau Rp10ribu,” katanya.

Hal yang sama dikatakan, Nia pedagang lainnya. Menurutnya, banyak pembeli yang membeli cabe secara eceran.

“Harga pas seperempat atau 250 gram Rp45 ribu,” katanya. (gontb/dshd)

Berita Terkait

PLN Tuntas Dukung MotoGP Mandalika 2026
H-1 MotoGP Mandalika 2026, PLN UIW NTB Pastikan Kesiapan Sistem Kelistrikan dan Ratusan Personel Siaga
Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik, PLN Hadirkan Layanan SPKLU di Lombok Garden Hotel
DEN Dorong Peran Riset Kampus dan Ketahanan Energi Daerah
Tarif Listrik Agustus 2026 Tetap, PLN Siap Jalankan Kebijakan Pemerintah dan Jaga Kualitas Layanan ke Masyarakat
Peta Tribun Penonton MotoGP Mandalika 2026
Hari Kemerdekaan RI ke-81, PLN UIW NTB Tegaskan Peran Perempuan sebagai Penggerak Pelayanan dan Transisi Energi Bersih
Tanpa Padam di Sumbawa, PDKB PLN UIW NTB Perkuat Keandalan Listrik

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 08:15

PLN Tuntas Dukung MotoGP Mandalika 2026

Kamis, 8 Oktober 2026 - 19:30

H-1 MotoGP Mandalika 2026, PLN UIW NTB Pastikan Kesiapan Sistem Kelistrikan dan Ratusan Personel Siaga

Senin, 31 Agustus 2026 - 22:35

Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik, PLN Hadirkan Layanan SPKLU di Lombok Garden Hotel

Jumat, 21 Agustus 2026 - 20:00

DEN Dorong Peran Riset Kampus dan Ketahanan Energi Daerah

Senin, 3 Agustus 2026 - 16:18

Tarif Listrik Agustus 2026 Tetap, PLN Siap Jalankan Kebijakan Pemerintah dan Jaga Kualitas Layanan ke Masyarakat

Berita Terbaru