Permainan Tradisional Ciptakan Kreatifitas dan Persaudaraan

Dedi Suhadi

- Reporter

Sabtu, 5 Juli 2025 - 13:42 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

GONTB  –  Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Sinta Agathia Iqbal menyatakan permainan tradisional dapat menumbuhkan kreatifitas pada anak. Jika permainan tradisional sampai digemari dan membahagiakan, hal ini dapat menjadikan anak-anak menikmati masa mudanya dan tidak berpikiran untuk menikah dini.

Hal itu diungkapkan Sinta Agathia Iqbal saat dirinya  didapuk sebagai “Ibu Permainan Rakyat NTB” oleh Ketua Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional (KPOTI) NTB Baiq Mulianah, Jum’at, 4 Juli 2025

Baca Juga:  Penutupan FORNAS VIII NTB 2025 Terang Benderang, PLN Sukses Jaga Kelistrikan

Menurut Bunda Sinta permainan rakyat dan olahraga tradisional perlu dijaga dan terus lestarikan, Jangan sampai hilang ditelan masa.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dengan permainan tradisional kita dapat menjalin tali persaudaraan yang kuat hingga dewasa dengan kenakalan dan kelucuan pada saat bermain bersama,” katanya.

Baca Juga:  Perbaikan Jalan Desa Terong Tawah Mulai di Kerjakan

Ditegaskan, permainan tradisional tidak hanya sekedar hiburan untuk anak, tetapi juga mengandung nilai-nilai edukasi dan sosial yang penting untuk perkembangan masa depan anak serta dapat menumbuhkan rasa kekeluargaan.

Ketua KPOTI NTB Baiq Mulianah, mengatakan semua orang wajib menjaga ketahanan budaya dengan melestarikan permainan rakyat dan olahraga tradisonal.

NTB memiliki banyak permainan rakyat serta olahraga tradisional yang memiliki makna di dalam permainannya.

Baca Juga:  NTB Raih Juara Pertama SPM Awards 2025, Wagub Hadiri Penganugerahan di Jakarta

“Permainan rakyat tidak memiliki jenis kelamin, tidak ada diskriminasi dari permainan-permainan tersebut.  Mari kita bangun kembali permainan tradisional yang merupakan karakter asli Indonesia”, kata Mulianah.

Menurutnya,  permainan rakyat dan olahraga tradisional  hanya butuh ruang, tidak hanya mengenai tempat tetapi juga memiliki potensi yang besar untuk menciptakan sesuatu yang baru dengan kekayaan alam yang  NTB miliki. *

Follow WhatsApp Channel gontb.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tower Diduga Belum Kantongi Izin Lengkap, Pembangunan di Bongancina Tetap Berjalan: Perbekel, Camat hingga Pemkab Buleleng Tutup Mata
Dr. Irpan Suriadiata gugat masa jabatan Ketua Umum Parpol ke MK 
Operasi Patuh 2026 Resmi Ditunda, Polda NTB Minta Masyarakat Tetap Tertib Berlalu Lintas
HUT KAI ke-18 Jadi Puncak Penutupan Rakernas ADVOKAI 2026 di Lombok
Diskusi Publik ADVOKAI: Aparat Penegak Hukum Harus Ubah Cara Pikir Hadapi KUHAP Baru
Momentum Rakernas, ADVOKAI dan Pemprov NTB Bersinergi Cetak Seribu Paralegal untuk Indonesia
Pembangunan Tower di Bongancina Dipersoalkan, Warga Tempuh Jalur Dumas ke Polda Bali
Curi Laptop Mahasiswa Asal Sumbawa Barat di Kos, Pelaku Berhasil Dibekuk Tim URC Sat Reskrim Polresta Mataram
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 10:30 WITA

Tower Diduga Belum Kantongi Izin Lengkap, Pembangunan di Bongancina Tetap Berjalan: Perbekel, Camat hingga Pemkab Buleleng Tutup Mata

Selasa, 9 Juni 2026 - 17:00 WITA

Dr. Irpan Suriadiata gugat masa jabatan Ketua Umum Parpol ke MK 

Sabtu, 6 Juni 2026 - 22:32 WITA

HUT KAI ke-18 Jadi Puncak Penutupan Rakernas ADVOKAI 2026 di Lombok

Sabtu, 6 Juni 2026 - 08:47 WITA

Diskusi Publik ADVOKAI: Aparat Penegak Hukum Harus Ubah Cara Pikir Hadapi KUHAP Baru

Jumat, 5 Juni 2026 - 19:54 WITA

Momentum Rakernas, ADVOKAI dan Pemprov NTB Bersinergi Cetak Seribu Paralegal untuk Indonesia

Berita Terbaru