Hingga Penutupan, Baru Tiga Calon Resmi Daftar Ketua PWI NTB

- Reporter

Selasa, 15 Juli 2025 - 21:02 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mataram, GONTB – Hari ini, Selasa (15/07/2025) menjadi hari terakhir pendaftaran calon Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) periode mendatang.

Hingga menjelang tenggat waktu yang dijadwalkan pukul 00.00 WITA malam ini, tercatat tiga orang telah resmi mendaftar dan mengembalikan formulir pencalonan.

Ketiga nama tersebut adalah H. Abdus Syukur, Nasrudin, dan H. Muludin, figur-figur yang telah lama dikenal di jagat kewartawanan NTB. Mereka datang dari latar belakang yang kuat dalam organisasi dan dunia jurnalistik.

“Pendaftaran akan kita tutup pukul 12 malam ini,” ujar Purwandi, Ketua Bidang Pendaftaran dan Pendataan Calon Ketua PWI NTB, usai menerima formulir Nasrudin.

Ia menegaskan bahwa kesempatan masih terbuka bagi calon lain hingga detik terakhir. Bagi yang sudah mengambil formulir namun belum menyerahkan, masih ada waktu beberapa jam. Namun lewat dari itu, tidak ada toleransi.

“Segera serahkan sebelum lewat tengah malam,” pintanya.

Panitia juga memastikan bahwa biaya pendaftaran tetap seperti yang telah ditentukan sebelumnya, dan setiap bakal calon wajib menandatangani fakta integritas sebagai bentuk komitmen moral. Proses ini dilakukan untuk menjaga kualitas kontestasi dan menjauhkan PWI dari praktek transaksional.

Baca Juga:  Akses Nelayan Terancam, Masyarakat Meninting Hearing ke Dewan Lobar

Menariknya, suasana menjelang pemilihan kali ini berlangsung cukup tenang. Tak tampak baliho besar atau slogan bombastis yang biasa muncul di pemilihan organisasi. Para calon bergerak secara senyap dan lebih banyak membangun komunikasi personal ketimbang kampanye terbuka.

Hal ini mencerminkan pemahaman yang sama bahwa memimpin PWI bukan soal popularitas, melainkan tanggung jawab moral dan profesional untuk menjaga marwah jurnalistik di tengah derasnya arus perubahan media.

Baca Juga:  Di anugerahi Pahlawan Nasional Sultan Muhammad Salahuddin Bima, Pemprov NTB gelar Syukuran

Konferensi Provinsi (Konferprov) PWI NTB tahun ini menjadi titik balik penting. Selain memilih ketua, forum ini diharapkan mampu menghadirkan arah baru bagi PWI, yakni menjadi rumah bersama yang ramah, terbuka, profesional, dan mampu menjawab tantangan zaman.

Dan malam ini, penutupan pendaftaran akan menandai berakhirnya satu tahap. Esok, langkah baru akan dimulai. Siapa pun yang terpilih, beban harapan telah menanti di pundaknya. (*)

Follow WhatsApp Channel gontb.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolda NTB Lantik AKBP Mubiarto Banu Kristanto sebagai Kapolres Bima Kota
Listrik Ramadan Aman, Srikandi PLN Perkuat Edukasi Keselamatan Listrik di Lombok Barat
Anggota DPR RI NasDem Fauzan Khalid Bukber dengan Warga dan Pengurus NasDem
Kasus Dugaan Pelecehan Murid TPQ Terungkap di Mataram, Sat Reskrim Polresta Amankan Terduga
Polda NTB Tetapkan MTF Ketua Yayasan Ponpes di Lombok Tengah sebagai Tersangka Dugaan Tindak Pidana Kekerasan Seksual
Kasat Reskrim Polresta Mataram Dampingi Satgas Cek Harga di Pasar Mandalika
Safari Ramadhan di Gunungsari, LAZ: Saya Tidak Mungkin Lupakan Warga
Safari Ramadhan Desa Jagaraga jadi Ruang Dialog Pemdes dan Masyarakat
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 6 Maret 2026 - 21:52 WITA

Kapolda NTB Lantik AKBP Mubiarto Banu Kristanto sebagai Kapolres Bima Kota

Kamis, 5 Maret 2026 - 11:29 WITA

Listrik Ramadan Aman, Srikandi PLN Perkuat Edukasi Keselamatan Listrik di Lombok Barat

Kamis, 5 Maret 2026 - 07:25 WITA

Anggota DPR RI NasDem Fauzan Khalid Bukber dengan Warga dan Pengurus NasDem

Rabu, 4 Maret 2026 - 22:40 WITA

Kasus Dugaan Pelecehan Murid TPQ Terungkap di Mataram, Sat Reskrim Polresta Amankan Terduga

Selasa, 3 Maret 2026 - 22:07 WITA

Polda NTB Tetapkan MTF Ketua Yayasan Ponpes di Lombok Tengah sebagai Tersangka Dugaan Tindak Pidana Kekerasan Seksual

Berita Terbaru