Lombok Timur, GONTB – Anggota Komisi II DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) NTB II Pulau Lombok, H. Fauzan Khalid terus mengisi masa reses masa persidangan I tahun sidang 2025-2026 dengan melakukan berbagai kegiatan di daerah pemilihan Pulau Lombok.
Fauzan menemui organisasi mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di Selong, Lombok Timur, NTB, Minggu (12/10/2025).
Kehadiran Fauzan Khalid Anggota DPR RI Fraksi NasDem ini dalam rangka menutup Training Raya (LKII dan LKK) Tingkat Nasional yang digelar Himpunan Mahasiswa Islam yang (HMI) Cabang Selong.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan yang berlangsung 5-12 Oktober 2025 ini diikuti puluhan Kader HMI dari berbagai daerah.
Fauzan yang pernah menjabat Bupati Lombok Barat dua periode ini dalam arahannya mengingatan agar para kader HMI terus berjuang dengan dilandasi Al-Quran, akal dan ilmu pengetahuan. Sebab, tantangan kemajuan teknologi informasi mengakibatkan terjadinya era yang disebut sebagai post truth.
Era post truth, menurut Fauzan merupakan istilah yang menggambarkan fenomena, di mana fakta objektif kurang berpengaruh membentuk opini di kalangan masyarakat, dibandingkan keyakinan pribadi.
Kondisi ini dapat menciptakan disinformasi, berita hoaks dan penyebaran propaganda, sehingga masyarakat sulit membedakan mana informasi benar dan mana yang mengadung unsur kebohongan.
“Di era post truth ini, orang lebih meyakini dan mempercayai berita yang ingin dipercaya, ketimbang berita yang benar sesuai fakta. Akibatnya, berita hoaks dan mis-informasi makin berkembang di kalangan publik.” jelas Fauzan, yang pernah menjabat Ketua KPU NTB ini.
Oleh karena itu, kata Fauzan, kader HMI harus mendasari setiap perjuangan dengan pijakan Al-Quran, akal, dan ilmu pengetahuan. Tiga landasan ini harus terintegrasi agar perjuangan memiliki landasan kokoh, beretika, dan para kader mampu merespons era perubahan secara kritis dan ilmiah.
“Integrasi ini memastikan nilai dasar perjuangan tidak hanya didorong keyakinan agama atau pemikiran logis, tetapi juga oleh ilmu pengetahuan atau oleh sebuah kesatuan yang holistik,” ucapnya.
Fauzan juga mengingatkan agar para kader HMI terus mengembangkan diri dengan banyak belajar dan banyak membaca sebagai bekal ilmu pengetahuan.
Halaman : 1 2 Selanjutnya














