Dari OPD hingga Media, Lobar Siapkan Barisan Penanggulangan Bencana Terukur

Ramli Ahmad, S.Pd

- Reporter

Rabu, 19 November 2025 - 09:11 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Lombok Barat – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lombok Barat (Lobar) saat ini tengah bergerak cepat menyusun Rencana Kontingensi (Renkon) untuk menghadapi ancaman gempa bumi. Langkah ini menyusul rampungnya Renkon bencana banjir sebelumnya, sebagai upaya masif untuk memastikan semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terlibat aktif dalam manajemen kebencanaan, Rabu 19 November 2025.

Sekretaris BPBD Lobar, Abdul Khalid, menekankan bahwa Renkon berfungsi untuk mendorong dan menjamin keterlibatan OPD lain agar penanganan bencana tidak semata-mata menjadi tugas BPBD.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Fungsi secara umum Renkon ini adalah kita memastikan atau mendorong keterlibatan OPD-OPD lain dalam hal penanganan kebencanaan. Jadi, penanganan kebencanaan itu sesungguhnya tidak hanya tugas BPBD saja, tapi itu secara umum bisa kita kerjakan oleh banyak orang,” ujar Khalid.

Baca Juga:  Tegas! Gubernur NTB: 632 SPPG Wajib Jaga Keamanan Pangan MBG

Menurut Khalid, implementasi Renkon memungkinkan program dan kegiatan di OPD lain, seperti Dinas Sosial, Dinas PU, Dinas Kesehatan, dan instansi lainnya, dapat berfungsi sebagai dukungan (supporting) penanganan bencana. Ini memastikan adanya kolaborasi yang terukur dan efektif.
“Kami pastikan melalui Renkon itu, komunikasi kami dengan teman-teman OPD yang memiliki tugas beririsan dengan penanganan kebencanaan itu dilaksanakan dengan baik. Di Renkon itu, kapasitas kami dalam menghadapi bencana itu terukur dan jelas,” tegasnya
Khalid juga menyoroti landasan hukum penanganan bencana yang mengacu pada konsep Pentahelix, yang melibatkan lima unsur penting: Pemerintah, Masyarakat, Dunia Usaha, Akademisi, dan Media.
Dalam konteks ini, peran media massa dianggap sangat strategis untuk diseminasi informasi kebencanaan.
“Media sangat penting untuk desiminasi informasi terkait kebencanaan. Entah itu edukasi terhadap masyarakat mengenai bagaimana mitigasi bencana, atau informasi tentang daerah-daerah rawan bencana. Makanya fungsi dari Media Massa disini sangat strategis,” harap Khalid.

Baca Juga:  Dilanda Kekeringan, BPBD Lombok Barat Salurkan Ratusan Ribu Liter Air Bersih di Lima Kecamatan

Salah satu fokus utama BPBD Lobar adalah memastikan pembangunan infrastruktur tidak meningkatkan risiko bencana. Khalid memberikan contoh kasus pentingnya koordinasi dengan Dinas PU atau perizinan.
“Ketika PU mau memberikan izin atau perizinan mau memberikan izin kepada pengembang perumahan, di situ harusnya dilihat, di situ rawan banjir atau tidak. Dipelajari dulu,” jelasnya.
Ia menambahkan, percuma membangun proyek besar dengan nilai investasi tinggi jika lokasi tersebut memiliki kajian risiko bencana yang tinggi, sebab pembangunan tersebut rentan hancur dalam waktu singkat.

Baca Juga:  Seniman NTB Dorong Ruang Ekspresi dan Apresiasi yang Lebih Luas

“Itu termasuk dari manajemen risiko. Pentingnya kajian risiko ini dalam hal pembangunan. Karena berdasarkan pengalaman, bencana-bencana alam itu sering menimpa yang memang dasarnya tidak ada kajian risiko bencana,” tutup Khalid.

Selain Renkon, BPBD Lobar juga menjalankan program Keluarga Siaga untuk mendongkrak pengetahuan mitigasi masyarakat. Saat ini, BPBD juga fokus menyelesaikan pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana).
“Tahun ini baru berjalan di 4 Desa. Yang kemarin sudah kita tuntaskan itu Desa Lelede dan Desa Dasan baru. Besok ini di Kecamatan Labuapi, 2 Desa lagi akan kita selesaikan,” pungkas Khalid.

Follow WhatsApp Channel gontb.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Listrik Ramadan Aman, Srikandi PLN Perkuat Edukasi Keselamatan Listrik di Lombok Barat
Anggota DPR RI NasDem Fauzan Khalid Bukber dengan Warga dan Pengurus NasDem
Kasus Dugaan Pelecehan Murid TPQ Terungkap di Mataram, Sat Reskrim Polresta Amankan Terduga
Polda NTB Tetapkan MTF Ketua Yayasan Ponpes di Lombok Tengah sebagai Tersangka Dugaan Tindak Pidana Kekerasan Seksual
Kasat Reskrim Polresta Mataram Dampingi Satgas Cek Harga di Pasar Mandalika
Safari Ramadhan di Gunungsari, LAZ: Saya Tidak Mungkin Lupakan Warga
Safari Ramadhan Desa Jagaraga jadi Ruang Dialog Pemdes dan Masyarakat
Seaplane Batujai: Arsitektur Besar Konektivitas Kepulauan NTB
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 Maret 2026 - 11:29 WITA

Listrik Ramadan Aman, Srikandi PLN Perkuat Edukasi Keselamatan Listrik di Lombok Barat

Rabu, 4 Maret 2026 - 22:40 WITA

Kasus Dugaan Pelecehan Murid TPQ Terungkap di Mataram, Sat Reskrim Polresta Amankan Terduga

Selasa, 3 Maret 2026 - 22:07 WITA

Polda NTB Tetapkan MTF Ketua Yayasan Ponpes di Lombok Tengah sebagai Tersangka Dugaan Tindak Pidana Kekerasan Seksual

Selasa, 3 Maret 2026 - 15:21 WITA

Kasat Reskrim Polresta Mataram Dampingi Satgas Cek Harga di Pasar Mandalika

Selasa, 3 Maret 2026 - 15:01 WITA

Safari Ramadhan di Gunungsari, LAZ: Saya Tidak Mungkin Lupakan Warga

Berita Terbaru