Lombok Barat, GONTB – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Lombok Barat resmi memulai Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) sebagai persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB 2026.
Launching Pelatda kali ini digelar secara unik di tengah laut Gili Gede, Sabtu, 20 Desember 2025, dengan target ambisius 89 medali emas.
Pembukaan Pelatda berlangsung meriah dengan prosesi pemukulan gong di atas perahu yang diiringi atraksi gendang beleq di tengah laut. Konsep yang berbeda ini menjadi tontonan menarik dan memberikan kesan tersendiri bagi para atlet, pelatih, dan tamu undangan yang hadir.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Launching Pelatda tersebut diikuti ratusan atlet dan pelatih dari 22 cabang olahraga (cabor). Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua KONI Lombok Barat H. Abu Bakar Abdullah, Kepala Bappeda Lombok Barat Deni Arif Nugroho, serta sejumlah pejabat lainnya yang turut mendampingi prosesi pemukulan gong sebagai tanda dimulainya Pelatda KONI Lombok Barat.
Ketua KONI Lombok Barat, H. Abu Bakar Abdullah, menyampaikan bahwa launching Pelatda di tengah laut ini merupakan gagasan yang mengkolaborasikan olahraga dengan visi Pemerintah Kabupaten Lombok Barat dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, khususnya melalui keterlibatan masyarakat lokal.
“Launching Pelatda di tengah laut ini merupakan gagasan bersama dengan tujuan membangkitkan ekonomi masyarakat. Intinya bagaimana orang datang ke tempat kita melalui kegiatan ini, sehingga tumbuh aktivitas ekonomi baru,” jelas Abu.
Sementara itu, Kepala Bappeda Lombok Barat Deni Arif Nugroho, yang mewakili Bupati Lombok Barat, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum untuk membangkitkan semangat juang para atlet dalam menghadapi Porprov mendatang.
“Ini adalah momentum bagi para atlet dan kita semua untuk membuktikan bahwa Lombok Barat memiliki semangat juang untuk menjadi juara di Porprov nanti. Lobar Juara, Lobar Juara,” serunya dalam sambutan.
Ketua KONI Lombok Barat menambahkan bahwa konsep launching Pelatda di laut ini mengkolaborasikan unsur budaya, alam, dan olahraga. Selain sebagai penyemangat atlet, kegiatan ini juga diharapkan mampu menjadi atraksi pariwisata yang menarik wisatawan untuk datang dan tinggal lebih lama.
“Yang ingin kami sampaikan adalah sesuatu yang unik dan berbeda, dengan misi besar berkolaborasi untuk juara di Porprov 2026. KONI Lombok Barat menargetkan 89 medali emas dengan program dan sistem latihan yang terukur,” tegas Abu.
Ia juga menekankan bahwa indikator kemenangan harus dikaji secara matang dengan membandingkan kekuatan daerah pesaing di kabupaten/kota se-NTB.
“Target kemenangan harus terukur, dikaji, dilihat, dan dikomparasikan dengan pesaing,” tambahnya.
Sementara itu, Rustam, pelatih cabang olahraga triathlon dan renang, menyampaikan apresiasi kepada Ketua KONI Lombok Barat atas pelaksanaan launching Pelatda serta dukungan yang diberikan kepada para atlet dan pelatih.
“Untuk persiapan Pelatda, kami sudah melaksanakan latihan sejak beberapa bulan lalu dan sampai sekarang tetap berjalan. Kami berharap bisa maksimal di Porprov nanti,” kata Rustam.
Untuk target di Porprov NTB 2026, Rustam menyebutkan cabor triathlon menargetkan dua medali emas, sementara cabang renang menargetkan enam medali emas.
“Mudah-mudahan target yang kita pasang bisa tercapai dan hasilnya maksimal,” harapnya.
Launching Pelatda ini juga diikuti puluhan perahu yang telah disiapkan panitia. Setelah prosesi di tengah laut, rombongan atlet dan pelatih diajak mengitari perairan Gili Gede sebelum menepi untuk menyaksikan pertunjukan budaya seperti gending, cilokak, tarian gandrung, dan ditutup dengan makan siang bersama seluruh peserta. ***
Penulis : Redaksi GONTB
Editor : Redaksi GONTB
Sumber Berita: Liputan GONTB













