Lombok Barat, GONTB – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lombok Barat bersama mitra resmi meresmikan program pembangunan 60 unit rumah layak huni dan penyaluran 29 unit grobak UMKM bagi masyarakat kurang mampu.
Peresmian digelar di Kecamatan Labuapi, Selasa (30/12), dan menandai langkah besar pemberdayaan sosial-ekonomi di daerah ini.
Program ini merupakan hasil kolaborasi Baznas Kabupaten Lombok Barat dengan Baznas Provinsi Nusa Tenggara Barat (20 unit rumah dan 20 grobak), Baznas RI (5 unit rumah), Bank NTB Syariah (10 unit rumah dan 9 grobak), serta kontribusi langsung Baznas Lombok Barat sebanyak 25 unit rumah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dukungan perencanaan diberikan oleh Bappeda Lombok Barat, sementara pendampingan teknis disediakan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim).
Ketua Baznas Lombok Barat, Tgh. Muh. Taisir Al-Azhar, Lc., MA, menjelaskan bahwa setiap unit rumah dibangun dengan nilai bantuan Rp 25 juta melalui pendekatan swadaya dan gotong royong masyarakat.
“Program ini tidak hanya membangun rumah, tetapi juga memperkuat partisipasi masyarakat dan kemandirian desa. Inilah wujud nyata semangat ‘Sejahtera dari Desa’,” ujarnya.
Di samping pembangunan rumah, Baznas Lombok Barat menyalurkan bantuan usaha produktif berupa grobak UMKM di sejumlah titik ekonomi strategis, seperti Perempatan Burung, Pasar Narmada, dan Jembatan Kembar.
Sepanjang tahun 2025, 40 paket bantuan usaha sebesar Rp 8 juta per penerima telah disalurkan. Harapannya, bantuan itu dapat meningkatkan pendapatan keluarga dan mendorong kemandirian ekonomi.
Dalam kesempatan yang sama, Taisir Al-Azhar menyampaikan apresiasi kepada muzakki, aparatur sipil negara, dan masyarakat umum yang telah menyalurkan zakat, infak, serta sedekah melalui Baznas Lombok Barat.
“Semoga sinergi ini terus diperkuat agar zakat benar-benar menjadi instrumen kerja nyata dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat Lombok Barat,” katanya.
Baznas Lombok Barat juga menunjukkan komitmen pada isu kemanusiaan nasional dan global. Untuk korban bencana di Aceh dan Sumatera, lembaga ini telah menghimpun donasi infaq dan sedekah senilai sekitar Rp 110 juta hingga akhir Desember 2025.
Dana itu terkumpul dari masyarakat umum, muzakki, jamaah pengajian, dan jamaah masjid. Pada 2024, Baznas Lombok Barat juga berhasil menghimpun lebih dari Rp 300 juta untuk bantuan kemanusiaan di Palestina, yang disalurkan melalui Baznas RI.
Ketua Baznas Provinsi NTB, Lalu Muhammad Iqbal, mengapresiasi kolaborasi antara Baznas Provinsi dan Kabupaten.
“Rumah ini bukan sekadar bangunan fisik, tetapi tumpuan harapan agar mustahik dapat hidup lebih layak. Kunci peningkatan penghimpunan zakat adalah kedekatan dan sinergi dengan kepala daerah,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pada 2026, 52 persen distribusi zakat nasional akan diarahkan pada program pemberdayaan agar mustahik keluar dari kemiskinan secara berkelanjutan.
Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini, memberikan apresiasi tinggi atas sinergi yang terjalin. Ia menjelaskan bahwa Pemkab kini tengah melakukan verifikasi faktual data kemiskinan desil satu dan dua untuk memperkuat basis data kesejahteraan melalui Kartu Sejahtera dari Desa.
“Data valid adalah kunci agar bantuan tepat sasaran. Ke depan kami akan fokus pada rehabilitasi rumah tidak layak huni dan penguatan modal usaha masyarakat,” tegasnya,
menegaskan bahwa upaya ini bertujuan menuntaskan kemiskinan ekstrem dan mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera. ***
Penulis : Ramli Ahmad
Editor : Lalu Sahid Wiadi
Sumber Berita: Liputan GONTB














