Lombok Barat, GONTB – Suasana Hari Raya Idul Adha di Perumahan Melanesia (PM), Desa Bagik Polak,Kecamatan Labuapi Kabupaten Lombok Barat tahun ini terasa sangat berbeda dan penuh khidmat.
Bagaimana tidak, tahun ini menjadi catatan sejarah penting bagi warga setempat. Untuk pertama kalinya, ibadah shalat Idul Adha sukses diselenggarakan secara mandiri di dalam lingkungan perumahan. Rabu (27/05/2026).
Ketua panitia kurban (PM), Dimas Ali Affandi, mengungkapkan rasa syukurnya atas momentum bersejarah ini. Ia menyebut pihak takmir dan pengurus telah bekerja keras memfasilitasi seluruh kebutuhan warga agar shalat Id perdana ini berjalan lancar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Meskipun ibadah shalat Id baru pertama kali diadakan disini, untuk kegiatan penyembelihan hewan kurban sendiri sebenarnya ini sudah memasuki tahun ketiga di lingkungan Melanesia,” ujar Dimas.
Jumlah Hewan Kurban Melonjak Terapkan Sistem Online Unik
Ada hal menarik dalam perayaan kurban tahun ini di Melanesia. Dengan menggunakan system online berupa website khusus untuk qurban, mulai dari kepanitiaan, pendataan warga, relawan hingga donator bisa di akses secara transparan.
Selain itu, tahun ini pihak panitia mencatat adanya peningkatan signifikan pada jumlah hewan kurban dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Perjalanan warga Melanesia dalam berkurban terbilang sangat inspiratif. Pada tahun pertama, warga mengumpulkan dana untuk membeli hewan kurban namun penyembelihannya masih diserahkan ke kampung lain.

Baru pada tahun kedua, warga mulai berani menyembelih sendiri dengan perolehan satu ekor sapi dan satu ekor kambing.
“Untuk tahun ini, alhamdulillah tercatat ada tujuh ekor kambing dan satu ekor sapi yang siap disembelih,” jelas Dimas.
Menariknya, satu ekor sapi tersebut diperoleh melalui metode sedekah kurban yang unik. Warga saling patungan atau urunan dengan nominal seikhlasnya tanpa ada batasan minimal.
Sementara itu, untuk tujuh ekor kambing yang ada, berasal dari tujuh orang shohibul kurban yang masing-masing menyerahkan satu ekor.
Berharap Warga Semakin Kompak dan Sejahtera
Saat ini, tercatat ada sekitar 240 Kepala Keluarga (KK) yang terdata di sistem perumahan Melanesia PM. Dengan adanya kegiatan keagamaan bersama ini, Dimas berharap hubungan antarwarga bisa semakin erat dan kompak.
Ia juga mengutip pesan mendalam yang disampaikan oleh khatib saat shalat Id.
“Harapannya ke depan kita bisa lebih kompak lagi. Dan sesuai pesan khatib bahwa berkurban adalah mengorbankan apa yang kita cintai, kami berharap level kesejahteraan warga semakin meningkat. Sehingga ke depannya, hewan kurban di perumahan kita akan jauh lebih banyak lagi,” pungkas Dimas. (*)
Penulis : Redaksi GONTB
Editor : Redaksi GONTB
Sumber Berita: Liputan GONTB














