EDITORIAL | Calon Sekda NTB dari Luar: Merendahkan ASN Daerah?

- Reporter

Rabu, 7 Januari 2026 - 19:29 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

GONTB – Pemilihan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) adalah momentum penting untuk mengukur komitmen pemerintah terhadap merit system, sekaligus indikator kepercayaan daerah kepada aparatur sipilnya sendiri.

Wacana yang berkembang belakangan bahwa NTB perlu mendatangkan figur dari luar daerah  untuk memimpin birokrasi perlu disikapi secara kritis. Bukan karena figur eksternal selalu keliru, tetapi karena narasi ini menyiratkan pesan yang keliru  bahwa ASN internal belum cukup layak memimpin daerahnya sendiri.

Padahal, fakta objektif menunjukkan sebaliknya. Kandidat internal Sekda NTB adalah pejabat-pejabat karier yang telah puluhan tahun mengelola sektor strategis pemerintahan dari perencanaan, perekonomian, komunikasi publik, perdagangan, ketahanan pangan, hingga tata kelola pemerintahan. Mereka tidak hanya memahami NTB, tetapi bertumbuh bersama kompleksitas masalahnya.

Dalam konteks itu, wacana “ impor sekda” layak dipertanyakan. Apakah yang sedang dicari benar-benar kompetensi, atau justru kenyamanan politik?

Sekda tidak hanya koordinator administrasi. Ia adalah jangkar stabilitas birokrasi, penjaga netralitas ASN, serta arsitek profesionalisme pemerintahan daerah. Ketika jabatan ini dibingkai seolah sebagai ruang “alternatif” karena ASN internal dianggap belum cukup, maka yang dipertaruhkan bukan hanya satu kursi jabatan, melainkan kredibilitas sistem karier ASN itu sendiri.

Baca Juga:  Gubernur NTB Perintahkan Penanganan Cepat Banjir di Lombok Barat dan Lombok Tengah

Merit system tidak boleh berhenti pada regulasi dan seminar. Ia harus hadir nyata dalam keputusan paling strategis. Jika ASN daerah yang berpengalaman, berpendidikan, dan berrekam jejak baik masih tersisih oleh asumsi tak tertulis, maka merit system sedang kehilangan maknanya.

NTB tidak kekurangan orang pintar. NTB tidak kekurangan pejabat berpengalaman. Yang kini diuji adalah keberanian politik untuk mempercayai hasil pembinaan birokrasi sendiri.

Baca Juga:  PLN Nyalakan Kembali Empat Wilayah Terberat Pascabencana Banjir, Sistem Kelistrikan Aceh Pulih 93 Persen

Mendatangkan pejabat dari luar tidak otomatis membawa kemajuan. Sebaliknya, menegakkan kepercayaan kepada ASN yang telah lama membangun daerah adalah investasi jangka panjang bagi stabilitas, loyalitas, dan profesionalisme pemerintahan.

Pemilihan Sekda NTB hari ini adalah penentu arah: membangun dari dalam, atau terus meragukan diri sendiri.

Dan daerah yang besar adalah daerah yang percaya pada putra-putri birokrasinya sendiri.***

Sumber Berita: ASLINEWS.ID

Follow WhatsApp Channel gontb.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Geser Fokus, Pemprov NTB: Inovasi Harus Hadirkan Solusi
Operasi Patuh 2026 Resmi Ditunda, Polda NTB Minta Masyarakat Tetap Tertib Berlalu Lintas
HUT KAI ke-18 Jadi Puncak Penutupan Rakernas ADVOKAI 2026 di Lombok
Diskusi Publik ADVOKAI: Aparat Penegak Hukum Harus Ubah Cara Pikir Hadapi KUHAP Baru
Momentum Rakernas, ADVOKAI dan Pemprov NTB Bersinergi Cetak Seribu Paralegal untuk Indonesia
Pembangunan Tower di Bongancina Dipersoalkan, Warga Tempuh Jalur Dumas ke Polda Bali
Curi Laptop Mahasiswa Asal Sumbawa Barat di Kos, Pelaku Berhasil Dibekuk Tim URC Sat Reskrim Polresta Mataram
Gubernur NTB Optimistis Lampaui Target BPK, Utang BLUD Tuntas 100 Persen
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 07:02 WITA

Geser Fokus, Pemprov NTB: Inovasi Harus Hadirkan Solusi

Senin, 8 Juni 2026 - 12:25 WITA

Operasi Patuh 2026 Resmi Ditunda, Polda NTB Minta Masyarakat Tetap Tertib Berlalu Lintas

Sabtu, 6 Juni 2026 - 22:32 WITA

HUT KAI ke-18 Jadi Puncak Penutupan Rakernas ADVOKAI 2026 di Lombok

Sabtu, 6 Juni 2026 - 08:47 WITA

Diskusi Publik ADVOKAI: Aparat Penegak Hukum Harus Ubah Cara Pikir Hadapi KUHAP Baru

Jumat, 5 Juni 2026 - 19:54 WITA

Momentum Rakernas, ADVOKAI dan Pemprov NTB Bersinergi Cetak Seribu Paralegal untuk Indonesia

Berita Terbaru

Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Abul Chair (kiri) bersama Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi NTB, I Gede Putu Aryadi, saat membuka Rapat Koordinasi Persiapan Pengukuran dan Penilaian Indeks Inovasi Daerah serta Innovative Government Award (IGA) Tahun 2026 di Ruang Rapat Tambora Kantor Gubernur NTB, Kamis (11/6/2026). Foto (Kominfotik NTB)

Go NTB

Geser Fokus, Pemprov NTB: Inovasi Harus Hadirkan Solusi

Sabtu, 13 Jun 2026 - 07:02 WITA

Go Sosok

Mengenal Bung Heru, Pendiri Seniman Hukum Law Firm

Kamis, 11 Jun 2026 - 12:17 WITA

Go Teknologi

Cara Hapus Daftar Transfer BCA untuk Hindari Salah Transfer

Kamis, 11 Jun 2026 - 10:43 WITA