EDITORIAL | Calon Sekda NTB dari Luar: Merendahkan ASN Daerah?

Rabu, 7 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

GONTB – Pemilihan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) adalah momentum penting untuk mengukur komitmen pemerintah terhadap merit system, sekaligus indikator kepercayaan daerah kepada aparatur sipilnya sendiri.

Wacana yang berkembang belakangan bahwa NTB perlu mendatangkan figur dari luar daerah  untuk memimpin birokrasi perlu disikapi secara kritis. Bukan karena figur eksternal selalu keliru, tetapi karena narasi ini menyiratkan pesan yang keliru  bahwa ASN internal belum cukup layak memimpin daerahnya sendiri.

Padahal, fakta objektif menunjukkan sebaliknya. Kandidat internal Sekda NTB adalah pejabat-pejabat karier yang telah puluhan tahun mengelola sektor strategis pemerintahan dari perencanaan, perekonomian, komunikasi publik, perdagangan, ketahanan pangan, hingga tata kelola pemerintahan. Mereka tidak hanya memahami NTB, tetapi bertumbuh bersama kompleksitas masalahnya.

Baca Juga:  Selamat! Sebanyak 153 PPPK Kemenag Lombok Barat dilantik Hari ini

Dalam konteks itu, wacana “ impor sekda” layak dipertanyakan. Apakah yang sedang dicari benar-benar kompetensi, atau justru kenyamanan politik?

Sekda tidak hanya koordinator administrasi. Ia adalah jangkar stabilitas birokrasi, penjaga netralitas ASN, serta arsitek profesionalisme pemerintahan daerah. Ketika jabatan ini dibingkai seolah sebagai ruang “alternatif” karena ASN internal dianggap belum cukup, maka yang dipertaruhkan bukan hanya satu kursi jabatan, melainkan kredibilitas sistem karier ASN itu sendiri.

Baca Juga:  Mundur Jadi Sekda NTB! Lalu Gita Ariadi Jadi Dosen IPDN, Gubernur Buka Seleksi

Merit system tidak boleh berhenti pada regulasi dan seminar. Ia harus hadir nyata dalam keputusan paling strategis. Jika ASN daerah yang berpengalaman, berpendidikan, dan berrekam jejak baik masih tersisih oleh asumsi tak tertulis, maka merit system sedang kehilangan maknanya.

NTB tidak kekurangan orang pintar. NTB tidak kekurangan pejabat berpengalaman. Yang kini diuji adalah keberanian politik untuk mempercayai hasil pembinaan birokrasi sendiri.

Baca Juga:  Strategi NTB Entaskan Kemiskinan Ekstrem: Menakar Efektivitas Program Desa Berdaya

Mendatangkan pejabat dari luar tidak otomatis membawa kemajuan. Sebaliknya, menegakkan kepercayaan kepada ASN yang telah lama membangun daerah adalah investasi jangka panjang bagi stabilitas, loyalitas, dan profesionalisme pemerintahan.

Pemilihan Sekda NTB hari ini adalah penentu arah: membangun dari dalam, atau terus meragukan diri sendiri.

Dan daerah yang besar adalah daerah yang percaya pada putra-putri birokrasinya sendiri.***

Sumber Berita: ASLINEWS.ID

Berita Terkait

Tekan Kenakalan Pemuda, DPRD Mataram Desak Peningkatan Patroli dan Edukasi di Sekolah
Gandeng Masyarakat dan Pelaku Usaha, Kapolda NTB Pasok Air Bersih dan Urai Masalah Gili Trawangan
Bea Cukai Mataram Musnahkan Barang Ilegal Senilai Rp10,2 Miliar Hasil 290 Penindakan
Orasi Perdana Ketua Pemuda NWDI Lobar: Jangan Ada Lagi OKP yang Dianak-tirikan!
Ngadu Ke Dewan, Kaling Minta Gaji UMR dan Pemekaran Lingkungan
Polda NTB Turunkan Tim Investigasi Laksanakan Olah TKP Lokasi Meninggalnya Penambang di Desa Lantung Sumbawa
Kurang 1×24 Jam Tim URC Polresta Mataram Amankan Diduga Pelaku Penganiayaan dan Bawa Senpi
Kunjungan Wisata Unggulan Mataram Menurun Gegara Tongkrongan, Fraksi PKS Kritik Keras Sikap Pasrah Dispar

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 17:01

Tekan Kenakalan Pemuda, DPRD Mataram Desak Peningkatan Patroli dan Edukasi di Sekolah

Jumat, 11 September 2026 - 14:46

Gandeng Masyarakat dan Pelaku Usaha, Kapolda NTB Pasok Air Bersih dan Urai Masalah Gili Trawangan

Kamis, 10 September 2026 - 14:49

Bea Cukai Mataram Musnahkan Barang Ilegal Senilai Rp10,2 Miliar Hasil 290 Penindakan

Kamis, 10 September 2026 - 11:25

Orasi Perdana Ketua Pemuda NWDI Lobar: Jangan Ada Lagi OKP yang Dianak-tirikan!

Selasa, 8 September 2026 - 17:36

Ngadu Ke Dewan, Kaling Minta Gaji UMR dan Pemekaran Lingkungan

Berita Terbaru