Kemenhaj Lombok Barat Pastikan Kesiapan Haji 1447H/2026, Manasik Tuntas Lebih Awal, Kuota Terus Meningkat 

Ramli Ahmad, S.Pd

- Reporter

Selasa, 10 Februari 2026 - 19:26 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Lombok Barat – Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenhaj) Lombok Barat, Suparlan S.Pdi, M.Si, memastikan bahwa seluruh persiapan pelaksanaan ibadah haji 1446 Hijriah/2025 Masehi di Kabupaten Lombok Barat telah berjalan lancar dan tuntas lebih awal dari tahun-tahun sebelumnya. Hal ini disampaikannya usai melaksanakan manasik haji yang menekankan pada peningkatan kuota dan efisiensi persiapan.

 

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Alhamdulillah, persiapan pelaksanaan haji dan umroh di Kabupaten Lombok Barat, khususnya pelaksanaan bimbingan manasik di tingkat kecamatan dan kabupaten, sudah kami selesaikan,” ujar Suparlan.

 

Ia menambahkan bahwa setelah bimbingan manasik, penguatan jamaah secara mandiri akan dilakukan bersama pembimbing ibadah yang telah ditunjuk.

 

Peningkatan Kuota yang Signifikan Salah satu kabar gembira bagi calon jemaah haji Lombok Barat adalah peningkatan kuota yang signifikan dari tahun ke tahun. Suparlan merinci data peningkatan kuota sebagai berikut:

 

Tahun 2022: 243 jemaah

Tahun 2023: 583 jemaah

Tahun 2024: 749 jemaah

Tahun ini (2025): 837 jemaah

 

“Ada penambahan 195 jemaah tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya yang 642,” jelas Suparlan. Ia mengaitkan peningkatan ini dengan kebijakan Kementerian Haji yang baru terbentuk serta undang-undang terkait, yang secara nasional telah menambah kuota hingga 1.300-an dan berdampak positif pada kuota daerah, termasuk Lombok Barat. Penambahan ini juga diharapkan dapat memperpendek masa antrean haji yang dulu bisa mencapai 37 tahun.

Baca Juga:  Sejalan dengan Arah Kebijakan Nasional Presiden Prabowo Subianto, ini Komiten Pemprov NTB Percepat Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih di NTB

 

Administrasi dan Pelayanan Lebih Cepat Efisiensi terlihat jelas dalam proses administrasi. Suparlan menyatakan bahwa permintaan visa (request visa) telah selesai, dan pencetakan visa dimulai pada tanggal 9 Februari, jauh lebih awal dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

 

“Jadwal berangkatnya kita di Lombok Barat ini nanti masuk di Kloter Tiga, Kloter Delapan, dan Kloter Lima Belas,” katanya.

 

“Kalau dulu-dulu kan setelah Lebaran baru kita bisa mulai bimbingan jamaah haji. Kita Lombok Barat ini sudah selesai sebelum puasa,” tambahnya, menegaskan bahwa semua persiapan jamaah haji sudah rampung sebelum bulan Ramadan. Langkah proaktif ini merupakan bagian dari mitigasi Kementerian Haji untuk mencegah terulangnya masalah keterlambatan seperti masa lalu.

Baca Juga:  Ramainya Gelaran Car Free Day Udayana, Kuliner Khas Lombok hingga Fashion Memadati

 

Dukungan Tim dan Program Haji Ramah Lansia Kemenhaj Lombok Barat juga telah mengorganisir tim pendamping yang kuat, termasuk perangkat kloter, Pembimbing Ibadah Haji (DBHI), dan Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) yang terdiri dari satu dokter dan satu perawat per kloter. Selain itu, ada dua tim delegasi haji daerah (BHD) dari Lombok Barat yang turut mendampingi, termasuk seorang pembimbing ibadah haji dari kelompok bimbingan ibadah haji dan umrah.

 

Terkait program “Haji Ramah Lansia,” Suparlan menjelaskan bahwa prioritas layanan diberikan kepada jemaah lanjut usia, mulai dari tempat duduk hingga pendampingan. “Ketua regu, ketua rombongan yang muda-muda ini mendampingi yang tua-tua ini. Jangan sampai orang-orang tua ini tidak terurus di Tanah Suci,” tegasnya.

 

Rentang usia jemaah haji Lombok Barat tahun ini sangat beragam, dengan jemaah termuda berusia 22 tahun dan tertua 89 tahun. Suparlan menekankan bahwa jemaah tertua sekalipun telah melalui pemeriksaan kesehatan ketat dan dinyatakan sehat serta memenuhi syarat istitha’ah (kemampuan secara fisik dan finansial) untuk berangkat.

Baca Juga:  Rinjani, Gubernur NTB: Validasi Geopark Bukan Tujuan Akhir

 

Jemaah Cadangan dan Imbauan Kesehatan Untuk mengantisipasi jemaah yang batal berangkat, Kemenhaj Lombok Barat memiliki lebih dari 400 jemaah cadangan yang juga telah melewati proses istitha’ah. “Kita punya cadangan 400-an. Ada 76 orang jemaah cadangan yang naik karena banyak jemaah reguler yang tidak istitha’ah, tidak melunasi, atau menunda,” ungkapnya.

 

Di akhir pernyataannya, Suparlan menyampaikan pesan penting bagi seluruh calon jemaah. “Yang paling penting dijaga oleh jemaah ini adalah kesehatannya. Terus lakukan olahraga, olahraga ringan. Anjuran dokter itu kita jalan 30 menit setiap hari,” imbaunya. Ia juga menyarankan jemaah untuk memanfaatkan bulan Ramadan yang akan datang sebagai momentum untuk berdoa, berdzikir, dan mendalami ilmu-ilmu manasik agar dimudahkan dalam setiap persiapan dan pelaksanaan ibadah haji.

 

Sinergi kuat antara Kemenhaj Lombok Barat dan Kementerian Agama, yang digambarkan Suparlan sebagai hubungan “ibu dan anaknya,” menjadi kunci sukses dalam upaya mengawal pelaksanaan ibadah haji yang tertib, lancar, dan memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah.

Follow WhatsApp Channel gontb.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Apes! Kurir di Mataram Kehilangan Motor dan Paket Saat Antar Barang, Pelaku Dibekuk Polisi
Gubernur NTB dan Menteri Ekonomi Kreatif Sepakat Jadikan NTB Role Model KUR Ekonomi Kreatif
Pemprov NTB–ID FOOD Teken MoU Industri Ayam Terintegrasi Rp1,2 Triliun di Sumbawa
PLN UIW NTB Tebar Berkah Ramadan, Salurkan Santunan bagi Duafa, Yatim, dan Guru Ngaji
Listrik Ramadan Aman, Srikandi PLN Perkuat Edukasi Keselamatan Listrik di Lombok Barat
Kasus Dugaan Pelecehan Murid TPQ Terungkap di Mataram, Sat Reskrim Polresta Amankan Terduga
Polda NTB Tetapkan MTF Ketua Yayasan Ponpes di Lombok Tengah sebagai Tersangka Dugaan Tindak Pidana Kekerasan Seksual
Kasat Reskrim Polresta Mataram Dampingi Satgas Cek Harga di Pasar Mandalika
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 10 Maret 2026 - 21:10 WITA

Apes! Kurir di Mataram Kehilangan Motor dan Paket Saat Antar Barang, Pelaku Dibekuk Polisi

Selasa, 10 Maret 2026 - 20:06 WITA

Gubernur NTB dan Menteri Ekonomi Kreatif Sepakat Jadikan NTB Role Model KUR Ekonomi Kreatif

Sabtu, 7 Maret 2026 - 13:34 WITA

PLN UIW NTB Tebar Berkah Ramadan, Salurkan Santunan bagi Duafa, Yatim, dan Guru Ngaji

Kamis, 5 Maret 2026 - 11:29 WITA

Listrik Ramadan Aman, Srikandi PLN Perkuat Edukasi Keselamatan Listrik di Lombok Barat

Rabu, 4 Maret 2026 - 22:40 WITA

Kasus Dugaan Pelecehan Murid TPQ Terungkap di Mataram, Sat Reskrim Polresta Amankan Terduga

Berita Terbaru