Keagungan Hari Arafah , Saat Rahmat Allah Mengalir Untuk Hambanya

Selasa, 26 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 

Dalam kalender Islam, ada satu hari yang kedudukannya begitu istimewa hingga Allah SWT memilihnya sebagai waktu untuk menyempurnakan agama ini. Hari itu adalah Hari Arafah, yang jatuh setiap tanggal 9 Dzulhijjah.

Ketika jutaan jemaah haji dari seluruh penjuru dunia berkumpul dan bersimpuh di Padang Arafah untuk melaksanakan wukuf, umat Muslim yang berada di rumah pun tidak dibiarkan kehilangan momentum. Kita semua diajak untuk menghidupkan hari maha agung ini dengan puasa dan untaian doa.

Mengapa Hari Arafah begitu sakral? Mari kita singkap lembaran fadhilah (keutamaan) Hari Arafah berdasarkan Al-Qur’an, Hadits, dan untaian hikmah para ulama.

1. Isyarat Keagungan dalam Al-Qur’an

Meski nama “Arafah” kerap diidentikkan dengan nama tempat manasik, para ahli tafsir menjelaskan bahwa Allah SWT telah mengabadikan kemuliaan hari ini di beberapa ayat-Nya:

• Saksi Sempurnanya Islam dan Nikmat Allah

Tahukah Anda bahwa ayat tentang sempurnanya Islam turun saat Rasulullah SAW sedang wukuf di Hari Arafah? Allah SWT berfirman:

“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.” (QS. Al-Ma’idah: 3)

• Waktu Mulia yang Dipakai Allah untuk Bersumpah

Baca Juga:  Masjidil Haram Buka Program Kajian Ilmiah Gratis untuk Jemaah Umrah, Catat Lokasinya!

Dalam Surah Al-Fajr ayat 3, Allah berfirman, “Dan (demi) yang genap dan yang ganjil.” Para ahli tafsir seperti Ibnu Abbas, Ikrimah, dan Adh-Dhahak menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan “yang ganjil” adalah Hari Arafah (tanggal 9). Dalam tradisi Al-Qur’an, jika Allah bersumpah menggunakan nama suatu waktu, itu adalah maklumat bagi manusia bahwa waktu tersebut memiliki kedudukan yang teramat besar.

2. Kabar Gembira dari Hadits Rasulullah SAW

Rasulullah SAW melalui lisan mulianya memberikan rincian hadiah spiritual yang luar biasa bagi siapa saja yang menghidupkan hari ini:

• Diskon Dosa Dua Tahun sekaligus!

Bagi kita yang belum berkesempatan berangkat haji, Allah memberikan fasilitas berupa Puasa Sunnah Arafah. Pahalanya tidak main-main:

“Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang.” (HR. Muslim)

• Hari Pembebasan Siksa Neraka Terbesar

Hari Arafah adalah hari di mana Allah SWT “mengobral” ampunan-Nya. Rasulullah SAW menegaskan bahwa tidak ada hari di mana Allah membebaskan hamba-Nya dari api neraka lebih banyak daripada Hari Arafah (HR. Muslim).

• Waktu Paling Mustajab untuk Mengetuk Pintu Langit

Baca Juga:  PLN UIW NTB Perkuat Semangat Kemerdekaan ke-81, Srikandi UP3 Sumbawa Pastikan Kesiapan Material untuk Listrik Andal

Jika Anda memiliki hajat yang besar, inilah waktu terbaik untuk merayu Allah.

“Sebaik-baik doa adalah doa pada hari Arafah…” (HR. At-Tirmidzi)

• Inti dari Ibadah Haji

Saking krusialnya momentum ini, Rasulullah sampai bersabda, “Haji itu adalah Arafah (wukuf di Arafah).” (HR. At-Tirmidzi). Tanpa wukuf di hari ini, tidak sah haji seorang hamba.

3. Renungan Mendalam Para Ulama

Bagaimana para ulama salaf (terdahulu) memandang Hari Arafah? Catatan mereka sungguh menggetarkan hati:

• Ibnu Rajab Al-Hambali dalam kitab Lathaif Al-Ma’arif menjelaskan bahwa jika seorang hamba bertobat dengan tulus di hari ini, Allah akan mengampuni dosanya tanpa menyisakan dosa besar sekalipun. Beliau bahkan menukil perkataan Anas bin Malik: “Hari Arafah lebih utama dari 10.000 hari.”

• Ibnu Abdil Barr menegaskan sisi fikih dari doa di hari ini. Menurutnya, hadits Nabi mengisyaratkan bahwa doa di Hari Arafah secara umum memiliki garansi untuk dikabulkan semuanya.

• Imam An-Nawawi berpesan agar umat Muslim benar-benar menjaga lisan, meningkatkan intensitas zikir, serta menjaga kekhusyukan puasa agar hadiah ampunan dua tahun bisa diraih dengan sempurna.

• Hari Paling Mematikan bagi Setan

Baca Juga:  Kemah Budaya 2025, Wagub NTB Tekankan Pelestarian Lingkungan Sejak Dini

Dalam kitab Al-Muwatta karya Imam Malik, disebutkan sebuah riwayat unik: tidak ada hari di mana setan terlihat begitu kerdil, terhina, dan murka selain di Hari Arafah. Mengapa? Karena setan melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana kerja kerasnya bertahun-tahun untuk menjerumuskan manusia ke dalam dosa, dihancurkan seketika oleh rahmat dan ampunan Allah yang turun berbondong-bondong.

Apa yang Harus Kita Lakukan?

Agar hari yang agung ini tidak lewat begitu saja, mari kita bagi amalan utama berdasarkan kondisi kita saat ini:

Bagi Jemaah Haji (Di Padang Arafah) : Fokus melaksanakan wukuf dengan khusyuk, Memperbanyak talbiyah dan zikir, Menangis memohon ampunan dan sebgai catatan Tidak disunnahkan puasa agar fisik kuat beribadah.

Sementara itu , Bagi Non-Jemaah Haji (Di Rumah/Tanah Air) : Melaksanakan Puasa Sunnah Arafah (9 Dzulhijjah), Memperbanyak zikir tauhid (La ilaha illallah…), Membaca Al-Qur’an dan bersedekah, Fokus berdoa terutama menjelang waktu Maghrib (setelah Ashar).

Hari Arafah hanyalah satu hari dalam setahun—hadir dan berlalu dengan cepat. Mari persiapkan fisik, hati, dan daftar doa terbaik kita. Jangan sampai hari pembebasan dosa ini berlalu, sementara nama kita belum tercatat sebagai hamba yang mendapatkan ampunan-Nya.

 

 

Berita Terkait

Aturan Tempat Hiburan di Mataram, Komisi I: Dukung Investasi Asalkan Bebas Maksiat
40 Tahun Menanti, Sesaot Menuju Kepastian Pengelolaan Hutan
Semangat “Berembuk”, Muhamad Halil Siap Kembalikan Martabat Desa Bagik Polak
MRLL Simpang 4 Rembiga Dievaluasi, Pemkot Mataram Tetap Terapkan Satu Arah di Jalan Dakota dan Adisucipto
Pelantikan Perbasasi NTB, Baseball-Softball Bersiap Menuju PON 2028
Musorprov XIII KONI NTB Hangat, Pendukung Pakai Rompi Orange, Mori Hanafi: Pertanda Organisasi Ini Strategis
Aksi Bersih Pantai Senggigi, DPC Demokrat Lombok Barat Dorong Gerakan “Langit Biru Indonesia Asri”
Tak Tersentuh Bantuan Pemerintah, Polresta Mataram Bantu Lansia Kursi Roda

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 22:07

Aturan Tempat Hiburan di Mataram, Komisi I: Dukung Investasi Asalkan Bebas Maksiat

Selasa, 1 September 2026 - 20:30

40 Tahun Menanti, Sesaot Menuju Kepastian Pengelolaan Hutan

Senin, 31 Agustus 2026 - 19:48

Semangat “Berembuk”, Muhamad Halil Siap Kembalikan Martabat Desa Bagik Polak

Senin, 31 Agustus 2026 - 19:13

MRLL Simpang 4 Rembiga Dievaluasi, Pemkot Mataram Tetap Terapkan Satu Arah di Jalan Dakota dan Adisucipto

Senin, 31 Agustus 2026 - 08:06

Pelantikan Perbasasi NTB, Baseball-Softball Bersiap Menuju PON 2028

Berita Terbaru